Kylian Mbappe diolok-olok sebagai diktator, hingga memicu kontroversi di China. Di sisi lain, ada 2 pesepakbola yang punya darah keturunan diktator terkenal.
Nama Mbappe jadi sorotan belakangan ini. Dia dikecam publik China karena ucapannya yang dianggap mengolok-olok Mao Zedong, bapak bangsa Republik Rakyat China.
Mbappe kala itu menyebut suka dengan meme dirinya diserupakan dengan 'seorang diktator Tiongkok'. Bintang Real Madrid itu bahkan sering menggunakan gambar dirinya menyerupai Mao Zedong bersama teman-temannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Mbappe soal Mao Zedong berbuntut panjang. Beberapa perusahaan China seperti Dongpeng dan Mengniu memutus kontrak kerja sama dengan Mbappe.
Pemerintah China lewat Kementerian Luar Negeri juga menyesalkan pernyataan Mbappe. Kontroversi tersebut akhirnya membuat Mbappe meminta maaf karena telah menyinggung masyarakat Tiongkok.
Berbicara soal diktator, ada 2 nama yang benar-benar punya hubungan darah dengan tokoh-tokoh diktator internasional. Berikut ini kedua pesepakbola dengan garis keturunan langsung diktator:
1. Al-Saadi Gaddafi
Al-Saadi Gaddafi adalah putra Muammar Gaddafi, diktator Libya yang berkuasa secara otoriter selama 42 tahun. Dia aktif sebagai pesepakbola pada periode 1997 dan 2007.
Karier Al-Saadi Gaddafi banyak dipengaruhi kekuasaan ayahnya di Libya. Bakatnya bisa dibilang tak menonjol, tapi bisa menembus skuad tim nasional dan juga menjadi pimpinan Federasi Sepakbola Libya.
Menukil The Guardian, Al-Saadi mengatur pertandingan dengan menyuap atau memaksa wasit yang menguntungkan timnya Al-Ahly Tripoli. Kedekatan ayahnya dengan Perdana Menteri Italia saat itu, Silvio Berlusconi, membawanya berkarier ke Italia pada 2003.
Al-Saddi Gaddafi saat membela Timnas Libya menghadapi Argentina di laga uji coba tahun 2003. (Foto: Bongarts/Getty Images/Andreas Rentz) |
Baca juga: Mbappe Minta Maaf Sudah Ejek Mao Zedong |
Perugia yang bersedia menampung Al-Saadi karena melihat celah bisnis dan publisitas. Al-Saadi cuma tampil sekali di Serie A bersama Perugia, sebagai pemain pengganti dalam kemenangan melawan Juventus pada tahun 2004.
Al-Saadi gagal dalam tes doping karena ditemukan zat terlarang nandrolona dalam tubuhnya. Dia selanjutnya gabung ke Udinese pada 2005 dan lagi-lagi hanya mencatatkan sekali pertandingan sebagai pemain pengganti.
Pada 2007 Al-Saadi pindah ke Sampdoria dan gagal mencatatkan pertandingan kompetitif di sana. Il Samp jadi klub terakhir yang dibelanya.
2. Romano Floriani Mussolini
Romano Floriani Mussolini adalah cicit dari Benito Mussolini, diktator fasis Italia pada awal abad ke-20 hingga Perang Dunia II. Trah Mussolini diwariskannya dari sang ibu, Alessandra Mussolini, yang notabene cucu Il Duce.
Berbeda dengan Al-Saadi Gaddafi, Romano Floriani Mussolini tak menggunakan nama besar keluarganya dalam karier sepakbola. Dia merintis dari bawah dan digembleng di akademi Lazio.
Romano debut profesional di Lazio pada 2022 sebelum dipinjamkan ke klub-klub Serie B. Pemain berusia 23 tahun ini jadi pinjaman di Pescara (2023), Juve Stabia (2024), dan Cremonese (2025).
Romano Floriani Mussolini mencetak gol untuk Lazio di Serie A. (Foto: Getty Images/MB Media) |
Pada 2026 Romano dipercaya masuk skuad utama Lazio. Dia selalu jadi starter sejak awal Liga Italia 2026/2027 dan mencetak gol pertamanya di Serie A saat Le Equile mengganyang Sassuolo 6-2 akhir pekan lalu.
"Saya hanya mau dinilai karena performa saya di Lazio dan bukan karena nama belakang saya adalah Mussolini," kata Romano saat mengikat kontrak bersama Lazio.
(bay/aff)































































