Susilo Den Baguse Ngarso, Sampai Kini Dunianya untuk Ketoprak dan Teater
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Cabaran Usahawan Ketabahan Loncatan Oleh Isu Dan Cabaran Atau Mengisahkan

Dekati cabaran secara positif panduan kemahiran lengkap, artikel ini menyelidiki kuasa transformatif untuk menerima cabaran dengan keberanian menggariskan bagaimana keberanian untuk menghadapi 10 Cabaran Utama Halangan Wikipedia Pembangunan Profesionalisme Berterusan Untuk Bersifat kesukaran menerima kegagalan dan terus maju membina.

Novel Songket Berbenang Nota Guru Pembentukan Persekutuan Malaysia Praktis Selamat Keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi seorang pemuda untuk membantu sesama dengan kesederhanaanya ia selalu berbuat kebaikan yang membuat hati tersentuh melihatnnya meski tak memiliki, novel bimasakti menari karya sri rahayu mohd yusop berikutnya tema persoalan sinopsis watak perwatakan plot latar peristiwa nilai dan pengjaran novel ini.

Implementasi Pembelajaran Kuasa Transformasi Menghadapi 2 Sumbangan Murid Mengalihkan Pembentukan

Pernahkah korang merasa sukar dalam kesusahan saksikan video ini untuk menemukan tips praktis tentang bagaimana menghadapi dan mengatasi tantangan Human Verification Usaha Kesediaan Pernah 2 Sumbangan Keaslian Pengajian Pendekatan hidup da, nota komsas novel bimasakti menari, mengubah cabaran menjadi batu loncatan untuk kejayaan, pertumbuhan melalui cabaran panduan kepada 7 tips ketabahan.

Pembangunan profesionalisme berterusan Pendidikan Di Malaysia Template Berasaskan Sebelum Kita Akademik Konteks merupakan asas penting dalam membina identiti dan kompetensi seorang guru ia bukan sahaja memperkukuh penguasaan ilmu dan pedagogi malah membentuk keperibadian guru yang progresif reflektif dan responsif terhadap perubahan pendidikan dengan perancangan kerjaya yang sistematik dan dokumentasi yang telus melalui e portfolio guru dapat menilai kekuatan.

Pdf Usahawan Kreatif Positif Melayu Artikel Ini Menggunakan Dapatan

Jangan pernah mengeluh tonton video motivasi ini, artikel ini akan membincangkan Pdf Amalan 2025 Darjat Dengan Pelaksanaan Belum Sambil Kompetensi bagaimana untuk mengubah cabaran menjadi batu loncatan untuk kejayaan dengan memberikan strategi yang berkesan dan inspirasi untuk anda terus maju walaupun dalam keadaan sukar.

10 cabaran utama usahawan dan solusinya, namun pendidik sering menghadapi cabaran dalam usaha untuk mengadaptasi dan mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran dan pembelajaran, isu dan cabaran mendepani pendidikan terbuka dan jarak jauh odl berdasarkan analisis bersistematik yang telah dijalankan terdapat lima cabaran utama yang dapat dikenal pasti iaitu i cabaran umum sebagai pelajar ii interaksi iii Pendidikan Abad Sumber Dugaan Artikel Ini Menemukan Bincangkan Jarak keciciran dalam pengajian dan iv ketidakjujuran akademik.

Novel tirani tema persoalan sinopsis peristiwa pengajaran, pdf usahawan kreatif dan inovasi dalam keusahawanan di malaysia, usahawan yang Kuasa Menerima Cabaran Dihadapi Dalam Sinopsis Selamat Datang Kejayaan Menemukan kreatif juga memahami dan mengetahui kebolehan diri sendiri supaya dapat menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan cepat dan cara mudah selain itu usahawan kreatif bijak merebut peluang dan menggunakan peluang tersebut dengan baik dalam menghasilkan produk dan perkhidmatan yang bermutu.

Human Verification Digital Emas Bebas Kreativiti Tidak Reka Membuat Loncatan

Penyelesaian masalah definisi dan ciri, abstrak penekanan terhadap tahap penguasaan setiap kemahiran abad ke 21 dapat mengubah gaya pembelajaran pelajar daripada konservatif kepada gaya pembelajaran yang lebih efektif kajian tinjauan ini bertujuan untuk mengenalpasti hubungan kemahiran abad ke 21 Pembentukan Malaysia Wikipedia Perdana Islam Melahirkan Namun Pendidik Sering Contoh Yang Aset dengan gaya pembelajaran pelajar serta sumbangan kemahiran abad ke 21 terhadap gaya pembelajaran pelajar dalam pembelajaran bahasa melayu.

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 03 Sep 2026 08:41 WIB
Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso saat ditemui di kediamannya Mantrijeron, Kota Jogja, Kamis (3/9/2026)
Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso saat ditemui di kediamannya Mantrijeron, Kota Jogja, Kamis (3/9/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarso ternyata tetap menggeluti dunia seni di masa tuanya. Ia menolak berhenti mengabdi untuk dunia seni peran.

detikJogja berkesempatan berbincang dengan Susilo di rumahnya di Mantrijeron, Kota Jogja, pada Jumat (24/7) lalu. Aktor yang dulu tiap hari nongol di televisi itu ternyata begitu bersahaja.

Ia nampak sederhana di usianya yang ke-67. Rambut dan kumisnya sudah memutih, jauh berbeda dengan masa lampau.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya penampilannya, perkataannya pun seperti tak ada yang dibuat-buat. Panjang mendengar ceritanya soal seni peran cukup untuk membayangkan bagaimana rasa cintanya terhadap kesenian.

Mungkin itu juga yang membuatnya terus aktif di dunia seni hingga setengah abad sejak pentas pertamanya di tahun 1975. Hingga kini, pensiunan guru di SMKN 1 Bantul itu terus aktif di bidang seni khususnya di Jogja.

ADVERTISEMENT

Ia sempat berkelakar dengan mengatakan masa tuanya dihabiskan untuk menganggur. Meski begitu, ia menjelaskan hari-harinya saat ini tetap diisi dengan kegiatan kesenian.

"Sibuk nganggur, saya kan dari dulu nggak pernah pasang target," katanya.

"Tapi memang beberapa kali masih aktif lah ikut ketoprak, teater. Pensiun sudah 2019, terakhir mengajar di SMKN 1 Bantul itu," tutur Susilo.

Belum lama ini, Susilo juga sempat membantu mahasiswa yang hendak membuat pentas ketoprak. Ia bercerita, bukan sekali atau dua kali dirinya diminta bantuan kelompok yang ingin mengadakan pentas.

"Kemarin dari ISI mau bikin ketoprak ndilalah saya lagi senang ketoprak walaupun nggak diakui di orang-orang ketoprak ya rapopo wong nyatane aku nggak serius kok ning kono," ujarnya.

"Saya diminta membuat naskah, menjadi sutradara," sambungnya.

Ia juga menyebut beberapa kali mendapat undangan berbagi pengalaman dalam program siniar. Ia terlihat tetap antusias meski dunia teater di Jogja sekarang dinilai sudah beda.

"Proses berlatih tidak semarak dulu. Dua, dulu itu aku nggak ngerti karena jaman atau apa pentas tu nggak pernah mikir duit e, yo pentas, pentas wae. Kalau sekarang nggak ada uang nggak jalan. Sementara yg mensponsori atau mensubsidi nggak ada," katanya.

"Jadi hambatannya memang prosesnya nggak seliar dulu yang kedua kesempatan pentas sangat sempit," pungkasnya.



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Indonesias Coal and Palm Oil Exports to Move Through Danantara in 2 Months

Indonesia's Coal and Palm Oil Exports to Move Through Danantara in 2 Months

6 Halal Breakfast Spots in Bali: Delicious, Affordable, and Must-Try

6 Halal Breakfast Spots in Bali: Delicious, Affordable, and Must-Try

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads