Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, merespons tekanan dari suporter menyusul rentetan hasil buruk timnya. Suporter membebankan target tujuh poin dalam tiga pertandingan ke depan di Super League 2026/2027.
"Sebagai seorang pelatih, selalu ada tekanan. Ketika Anda bekerja untuk tim seperti Sleman dengan banyak suporter, Anda tahu bahwa ada tekanan jika Anda kalah dalam pertandingan. Tetapi sangat menyenangkan menjadi pelatih di Sleman jika Anda memenangkan pertandingan," kata Huistra saat dijumpai di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (3/11/2026).
Meski demikian, Huistra mengaku mendapat dukungan dari sebagian besar suporter dalam pertemuan antara manajemen dan suporter PSS di Rumah Dinas Bupati Sleman pada kemarin malam. Hal itu menjadi dukungan tersendiri baginya di tengah situasi yang sedang dihadapi PSS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertemuan kemarin juga menunjukkan bahwa sebagian besar suporter masih berada di belakang saya. Jadi saya pikir itu adalah dukungan yang baik bagi saya secara pribadi," ujarnya.
"Tetapi di sisi lain, sebagai seorang pelatih kepala, Anda terkadang tahu bahwa jika hasil pertandingan berlawanan dengan Anda, pekerjaan Anda berada di bawah tekanan, dan itu normal," lanjutnya.
Terkait target yang diberikan suporter, Huistra mengaku tidak mau ambil pusing. Dia menargetkan timnya bermain bagus dan mampu meraih kemenangan di laga demi laga.
"Saya pikir itu adalah enam poin dalam tiga pertandingan, tetapi ya, mari kita lihat. Target saya selalu pertandingan pertama. Jadi itu adalah besok (League Cup lawan PSGC Ciamis) dan saya ingin tim saya bermain bagus. Dan kemudian target berikutnya adalah hari Minggu (lawan Bhayangkara FC), dan saya ingin tim saya bermain bagus," ucapnya.
Baca juga: PSIM Bawa 6 Pemain Akademi untuk League Cup |
Diberitakan sebelumnya, audiensi antara manajemen PSS Sleman dengan suporter yang berlangsung di pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman berlangsung panas. Suporter mengultimatum Super Elang Jawa (Elja), julukan PSS, mendapat 7 poin dalam 3 laga selanjutnya.
"Untuk tiga laga ke depan, kami dari suporter minta 6-7 poin, kalau nggak sanggup kami minta Mas Yoni mundur. Tidak termasuk i-league, hanya Liga 1 (super league)," kata salah seorang suporter, Senin (2/11/2026) malam.
Diketahui, audiensi itu dihadiri Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada Yoni Arseto, manajer tim Agus Purwoko, dan pelatih kepala Pieter Huistra.
Dalam audiensi yang dibuka pukul 19.30 WIB itu, sempat terjadi kericuhan ketika ada lemparan botol ke arah pihak manajemen. Diskusi kemudian berlangsung diiringi sorakan dan teriakan suporter.
Suporter pantas gerah. Pasalnya, PSS hingga delapan pertandingan Super League hanya mengemas 4 poin, hasil dari sekali menang dan sekali imbang.
Super Elja bahkan sudah kalah di 3 laga beruntun. Terbaru, Gustavo Tocantins cs dikandaskan Garudayaksa FC 1-3 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (1/11) malam.
Menanggapi desakan suporter, Agus Purwoko menyatakan siap untuk meletakkan jabatannya sebagai manajer bisa dirinya diminta.
"Kalau hari ini saya diminta untuk mundur pun, saya siap," tegasnya.
Sementara Yoni Arseto tidak menanggapi pertanyaan sesuai harapan suporter. Ia berdalih, mundurnya manajemen harus melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), jawaban yang membuatnya menuai sorakan tidak puas dari suporter.
Meski begitu, Yoni kemudian berjanji akan ada audiensi ulang pada Jumat (6/11), di mana suporter bakal menerima penjelasan lebih gamblang. Suporter lantas membubarkan diri setelah mendapat janji tersebut.
"Ini komitmen bersama, karena Bu Tita (Serena Karlita Ferdinandus, Direktur Keuangan PSS) besok Jumat datang, kami akan melakukan statement bareng-bareng, nanti bareng-bareng dengan Bu Vita (Vita Subiyakti, Executive Representative PSS), pasti datang tak jamin," kata Yoni.

































































