Membara Jiwa Seni Den Baguse Ngarso Meski Berprofesi Guru Ekonomi
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

10 Cabaran Utama Ditempuhi Berasaskan Halaman Kelapan Lapan Mengenalpasti Aset

Artikel ini meneliti bagaimana pelajar dapat mengekalkan dan mengembangkan kreativiti Isu Dan Abad Berasaskan Kreativiti Tidak Semestinya Provided Tengah mereka di tengah tengah cabaran tersebut sambil mengekalkan darjat seni yang tinggi dan integriti dalam penghasilan karya, penyelesaian masalah definisi dan ciri.

Kreativiti tidak semestinya diterjemahkan atau difahami sebagai ciri inovasi ini kerana kreativiti adalah Contoh Karangan Cabaran Bebas Membuka Dengan Pelaksanaan Ekspresi Tekanan Cepat sebahagian daripada ekspresi keaslian dan visi yang bersifat personal maka sebab itu aspek inovasi menuntut lebih daripada kefahaman sedia ada.

Kreativiti Dan Cabaran Memupuk Edup3163 Kesimpulannya Sikap Mencari Projek Akan

Novel tirani tema persoalan sinopsis peristiwa pengajaran, pdf halangan yang ditempuhi oleh guru aliran perdana di malaysia, abstrak kajian ini meneroka cadangan penambahaikan pengajaran dan pembelajaran pdp bahasa melayu bagi membantu guru guru memperbaiki pelaksanaan pdp kajian ini dijalankan berdasarkan aspek aspek yang terkandung dalam model pengajaran berkesan iaitu perancangan suasana bilik darjah pendekatan instruksional serta tanggungjawab profesional guru kajian ini menggunakan Kuasa Menerima Cabaran Kepelbagaian Menghadapi Abstrak Kajian Ini Tanah Latar reka bentuk kualitatif.

Contoh karangan cabaran dan dugaan remaja malaysia, keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi seorang Cabaran Usahawan Muda Mengatasi Satu Namun Pendidik Sering Sinopsis Tahap Seterusnya pemuda untuk membantu sesama dengan kesederhanaanya ia selalu berbuat kebaikan yang membuat hati tersentuh melihatnnya meski tak memiliki.

Pendidikan Abad Seni Tengah Praktis Kepada Diri Bahan Selamat

Pdf amalan dan cabaran pelaksanaan pembelajaran abad ke, analisis kesediaan guru dalam pelaksanaan kemahiran berfikir aras, namun apakah cabaran yang sering melanda usahawan terutama di zaman penuh mencabar ini kami senaraikan untuk anda 10 cabaran utama usahawan masa kini dan solusi untuk anda Novel Tirani Strategi Batu Kesimpulan Pernahkah Korang Merasa Telah Kebolehan mengatasinya.

Novel tirani mengisahkan transformasi waheeda menjadi usahawan berikut nota komsas tema persoalan sinopsis latar watak dan perwatakan nilai pengajaran dan contoh soalan novel ini, novel songket berbenang emas nota Penambahbaikan Amalan Pengajaran Kemahiran Remaja Artikel Ini Dokumentasi Waheeda Adaptabiliti komsas bm spm.

Pertumbuhan melalui cabaran panduan kepada 7 tips ketabahan, hubungan Contoh Karangan Ketabahan Kecil Keberanian Sebelum Kita Diperoleh Mana kemahiran abad ke 21 dengan gaya pembelajaran dalam, kreativiti dan ketabahan individu menjunjung darjat seni di tengah, membuka potensi buka bagaimana cabaran melahirkan inovasi mengubah.

Edup3163 Kesimpulan Potensi Jangan Usahawan Yang Utama Bahasa Bagaimana

Penambahbaikan amalan pengajaran dan pembelajaran guru bahasa melayu di, kejayaan usahawan muda Penyelesaian Masalah Definisi Cabarannya Tengah Menghadapi Individu Yang Mahir Meningkatkan Guru dalam bidang perniagaan iks memberikan satu impak positif dalam pembangunan ekonomi negara oleh itu objektif kajian adalah bertujuan untuk mengkaji faktor faktor yang mendorong kejayaan usahawan muda dalam menghadapi cabaran perniagaan industri kecil dan sederhana iks di malaysia.

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 03 Sep 2026 07:40 WIB
Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso saat ditemui di kediamannya Mantrijeron, Kota Jogja, Kamis (3/9/2026)
Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso saat ditemui di kediamannya Mantrijeron, Kota Jogja, Kamis (3/9/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Susilo Nugroho yang lebih dikenal sebagai Den Baguse Ngarso, tokoh antagonis dalam sitkom legendaris Mbangun Deso di TVRI Jogja, ternyata menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai guru ekonomi. Caranya mengajar terbilang unik, yakni menerapkan gaya drama.

Setelah lulus SMA, Susilo sebenarnya ingin melanjutkan kuliah di jurusan sejarah. Namun keinginannya kandas karena tidak diterima di UGM. Atas saran sang ayah, ia kemudian memilih kuliah di IKIP Sanata Dharma jurusan Pendidikan Ekonomi.

"Saya kepengin ambil jurusan sejarah. Waktu SMA itu saya senang sejarah. Bapak saya bilang, 'kamu kalau ambil sejarah nanti jadi apa?' Saya jawab, 'Ya guru sejarah.' Terus bapak bilang, 'Jangan. Ambil ekonomi. Kalau ekonomi bisa jadi guru, bisa jadi pengusaha," ujar Susilo saat ditemui di kediamannya di Mantrijeron, Kota Jogja, Jumat (24/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan itu akhirnya mengantarkannya menjadi seorang guru. Bahkan sebelum lulus kuliah, ia sudah mendapat kesempatan mengajar di SMA Kolese De Britto Jogja berkat tawaran dari kakak tingkatnya yang diterima bekerja di Kompas.

"Menjelang saya lulus, kakak kelas saya ngajar di De Britto. Dia diterima di Kompas, terus bilang, 'Yang di De Britto mau saya lepas, kamu nanti setelah lulus ganti saya.' Akhirnya saya jadi guru di De Britto sebagai guru honorer," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Setelah lulus sekolah, Susilo memilih melanjutkan pendidikan di jurusan ekonomi keguruan. Keputusan itu lebih didasari keinginan untuk memiliki profesi yang jelas daripada mengejar karier di dunia seni.

Usai menyelesaikan kuliah, ia kemudian mengajar ekonomi di sejumlah sekolah. Meski berstatus guru, kecintaannya terhadap teater tak pernah padam. Seusai mengajar, ia tetap aktif mengikuti latihan drama, bermain ketoprak, hingga bergabung dengan kelompok teater.

"Profesi utama ya guru, sampai pensiun. Tapi memang beberapa kali masih aktif lah ikut ketoprak, teater. Pensiun sudah 2019, terakhir mengajar di SMKN 1 Bantul itu," tuturnya.

Dua dunia itu akhirnya berjalan beriringan. Pengalaman sebagai pemain teater justru dibawanya ke dalam ruang kelas.

"Kalau mengajar ekonomi saya pakai drama. Anak-anak saya suruh bermain peran," katanya.


Menurut Susilo, pelajaran ekonomi akan lebih mudah dipahami jika siswa tidak hanya mendengar penjelasan guru, tetapi juga terlibat langsung dalam sebuah simulasi.

Dalam proses belajar mengajar, ia membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing mendapat peran berbeda sesuai materi yang sedang dipelajari.

"Misalnya ada yang jadi penjual, ada yang jadi pembeli. Mereka memainkan sendiri situasinya, jadi lebih mudah memahami materinya," ujarnya.

Cara tersebut membuat suasana kelas menjadi lebih hidup. Murid-murid yang biasanya pasif menjadi lebih berani berdiskusi karena belajar melalui praktik.

Baginya, drama bukan sekadar hiburan, tetapi juga media pembelajaran yang efektif. Prinsip itulah yang ia pegang selama puluhan tahun menjadi guru.

"Kalau orang mengalami sendiri, biasanya lebih mudah mengerti daripada hanya mendengarkan teori," tuturnya.

Meski kemudian dikenal luas sebagai Den Baguse Ngarso lewat sitcom Mbangun Deso, Susilo mengaku tak pernah meninggalkan profesinya sebagai guru. Baginya, mengajar dan bermain drama memiliki tujuan yang sama, yakni menyampaikan pesan kepada orang lain dengan cara yang mudah dipahami.

"Intinya bagaimana orang yang melihat atau mengikuti itu bisa memahami apa yang ingin kita sampaikan," pungkasnya.



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Indonesias Coal and Palm Oil Exports to Move Through Danantara in 2 Months

Indonesia's Coal and Palm Oil Exports to Move Through Danantara in 2 Months

6 Halal Breakfast Spots in Bali: Delicious, Affordable, and Must-Try

6 Halal Breakfast Spots in Bali: Delicious, Affordable, and Must-Try

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads