Beredar unggahan di media sosial (medsos) yang menunjukkan spanduk tarif parkir Rp 10 ribu dan menurunkan penumpang bertarif Rp 5.000 di Gang Drupadi, Jalan Penestanan, Desa Sayan, Kecamatan Ubud. Tarif parkir itu hanya untuk mobil dan truk material bangunan.
"Parkir Rp 10 ribu itu untuk mobil dan truk yang menurunkan material. Untuk mobil menurunkan tamu 5000. Tarif parkir menginap (mobil dan truk) Rp 25 ribu. Sepeda motor, gratis," kata Kelian adat Banjar Penestanan Kelod Wayan Darmika kepada detikBali, Jumat (30/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmika mengatakan areal parkir itu adalah tanah pelaba pura dalem alias lahan milik warga Desa Adat Penestanan Kelod. Karena lahan adat, maka sejak 2022, diterbitkan pararem atau aturan adat yang mengatur tarif parkir.
Tidak seperti lahan lain di sekitar area parkir. Lahan itu sengaja disisakan untuk menampung kendaraan terutama mobil dan truk.
"Areal parkir itu tanah milik pelaba pura. Kami sisakan, tidak dikontrakkan, untuk mengurangi kemacetan akibat banyak mobil menurunkan penumpang di pinggir jalan dan sudah ada pararemnya," kata Darmika.
Pantauan detikBali, ada tiga mobil yang terparkir di sana sejak pukul 16.00 Wita. Ada juga beberapa yang berhenti di area parkir itu hanya untuk menurunkan penumpang turis asing.
Areal parkir itu adalah akses keluar dan masuk gang gajah biru. Ada spanduk kuning bertuliskan tarif parkir Rp 10 ribu dan tarif menurunkan penumpang Rp 5.000.
Sementara itu, suasana di gang memang mirip di Jalan Goutama, Ubud. Deretan restoran, kafe, vila, membentang di kiri dan di kanan jalan gang buntu sepanjang lebih dari 1 kilometer (km).
Vila, restoran, dan kafe adalah bangunan yang mendominasi di sepanjang jalan gang itu. Ada juga swalayan kecil, tempat jasa cuci alias laundry, dan kios agen perjalanan di gang itu.
Terlihat lalu lalang warga yang berjalan kaki atau berkendara sepeda motor, pukul 16.00 Wita. Selain pengendara motor, warga sekitar yang terlihat adalah pegawai restoran, kafe, tempat pijat, dan pegawai tempat jasa cuci pakaian.
"Nama aslinya gang Drupadi. Dahulu, itu hamparan sawah. Vila gajah biru adalah bungalow pertama di sana. Jadi, banyak dikenal orang sebagai gang gajah biru," katanya.

















































