Keluarga mengungkap terdapat banyak luka tusuk pada tubuh Daeng Siti Zainab (54), korban pembunuhan oleh suami yang merupakan anggota TNI Angkatan Laut (AL) berinisial NW di Mataram pada Jumat (23/10) lalu.
Perwakilan keluarga, Lalu Hapiz, menerangkan, salah satu luka tusuk fatal terdapat pada leher. Namun, belum bisa dipastikan apa yang digunakan oleh NW untuk menusuk istrinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau jumlah pastinya, kami juga belum tahu karena hasil visum belum keluar. Tetapi di bagian leher korban ada 2 tusukan, kami menduga pelaku menggunakan benda tajam, apakah pisau atau apa jenisnya kami juga belum tahu pasti karena hasil visum belum keluar," terang Lalu Hapiz, Selasa (27/10/2026).
Ia mengungkapkan sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, Zainab dan suaminya sempat didengar bertengkar oleh para tetangga. Namun, beberapa jam kemudian tidak ada lagi terdengar suara pertengkaran di antara keduanya.
"Keributan pagi, berkisar jam 8.00 sampai jam 10.00, itu menurut tetangga yang mendengarnya. Setelah itu sepi. Sampai jumatan, sampai sorenya juga sudah sepi," ungkap Lalu Hapiz.
Hingga kini, penyebab pertengkaran keduanya masih menjadi misteri. Lalu Hapiz mengatakan pihak keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan.
Peristiwa pembunuhan itu diketahui setelah NW menyerahkan diri ke kantor polisi. Setelahnya, pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Lanal Mataram hingga saat ini kasus tersebut masih ditangani oleh Lanal Mataram.
"Habis Jumatan itulah dia (tersangka) lapor diri. Artinya, dari yang tahu pertama dari polisi kayaknya, polisi atau pomal. Dia yang langsung ke rumah, seperti itu. Kalau dari tetangga atau kita keluarga belum ada, malamnya baru kita tahu," terang Lalu Hapiz.
Kini, NW telah ditahan. Pembunuhan diduga dipicu cekcok masalah rumah tangga. Danlanal Mataram Letkol Laut (P) Eko Darmawan menegaskan kasus tersebut merupakan persoalan pribadi dan tidak berkaitan dengan institusi TNI AL.
"Ini murni kejadian keluarga murni, bukan institusi," kata Eko, Senin (26/10/2026).
Pembunuhan itu terjadi pada Jumat (23/10) di salah satu perumahan di Mataram. Sebelum kejadian, pelaku dan korban diketahui terlibat percekcokan. Namun, penyebab pasti pertengkaran tersebut masih didalami.

















































