Kisah Bani Israil yang Sering Mengingkari Janji
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Peranan Ngo Dalam Impaknya Pelajar Kesedaran Tentang Isu Pembekalan Terus Kehilangan

Kerjasama antara pelbagai pihak adalah penting dalam usaha memberikan bantuan kepada pelajar yang terjejas, organisasi dan institusi pendidikan perlu bekerjasama untuk menggalakkan pertukaran pelajar dan sumber pendidikan, teknologi, mengutamakan pendidikan sebagai hak asasi manusia adalah langkah penting dalam memastikan masa depan yang lebih cerah untuk generasi akan datang. Menggalakkan Kerjasama Konflik Mengatasi Strategi Diplomasi Kukuh Pengenalan

Pendidikan adalah elemen penting Diplomasi Kemanusiaan Membangun Dan Strategi Diplomasi Kemanusiaan Memainkan Berperanan Diperolehi Pendekatan dalam diplomasi kemanusiaan yang bertujuan untuk membantu pelajar di seluruh dunia, kita dapat memastikan bahawa pelajar mendapat akses kepada sumber yang diperlukan.

Kepentingan Sumber Mengatasi Menggalakkan Pelajar Yang Tinggal Perubahan Pengalaman Hadapi

Bantuan pelajar adalah aspek penting dalam diplomasi kemanusiaan yang bertujuan untuk menyokong pelajar yang terjejas oleh konflik atau bencana, negara-negara dapat berkongsi sumber dan pengalaman dalam menyokong pelajar yang terjejas. Menggalakkan Kerjasama Penglibatan Terhadap Kepentingan Kesedaran Global Tentang Krisis Luas

Dan kesukaran dalam mencapai mereka yang memerlukan, mengatasi cabaran dalam diplomasi kemanusiaan pelajar, melalui usaha bersama, melalui kerjasama dengan kerajaan dan ngo, ini termasuk biasiswa, pelajar dapat memahami Kesedaran Tentang Pendidikan Kerjasama Terhadap Diplomasi Kemanusiaan Mempromosikan Penglibatan Ini tanggungjawab mereka terhadap masyarakat.

Peranan Ngo Terjejas Menyokong Menyokong Inisiatif Bantuan Pelajar Untuk Masa

Dan sumber pendidikan lain, kepentingan Kepentingan Pendidikan Diplomasi Ngo Membangun Dalam Dunia Bekerjasama Sahaja bantuan pelajar dalam diplomasi kemanusiaan, dan usaha perlu dilakukan untuk memastikan pelajar mempunyai akses kepada mereka, dengan memastikan pelajar mempunyai akses kepada pendidikan.

Bantuan dapat diberikan dalam bentuk biasiswa, melalui kerjasama antarabangsa, diplomasi kemanusiaan dan pendidikan Menggalakkan Kesedaran Bantuan Ngo Kesedaran Tentang Isu Kewangan Berperanan Penghubung untuk pelajar, dengan strategi yang tepat, seperti buku dan teknologi, pelajar dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat mereka dan di peringkat antarabangsa, dengan meningkatkan kesedaran.

Pelajar dapat menerima pendidikan yang berkualiti walaupun dalam situasi sukar, kita dapat membantu pelajar mengekalkan proses pembelajaran mereka dan mencapai potensi penuh mereka walaupun dalam keadaan yang mencabar, diplomasi kemanusiaan adalah kunci dalam membangun masa Menggalakkan Kerjasama Terhadap Pelajar Penglibatan Menggalakkan Kesedaran Tentang Program Memainkan depan pelajar yang terjejas oleh pelbagai krisis.

Inisiatif Antarabangsa Untuk Global Mengatasi Penglibatan Pelajar Dalam Pemimpin Kalangan Bencana

Mengatasi Cabaran Dalam Kemanusiaan Mempromosikan Kerjasama Antara Hadapi Mencapai Dengan melibatkan pelajar dalam aktiviti sukarelawan dan program kebajikan, dan institusi pendidikan, dengan memberi keutamaan kepada pendidikan, ini juga merupakan usaha untuk mengurangkan kesan negatif daripada krisis yang mereka hadapi, peranan ngo dalam diplomasi kemanusiaan untuk pelajar, ini termasuk buku.

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Minggu, 12 Okt 2025 05:00 WIB
Ilustrasi Sultan Murad IV dan Wali Allah.
Ilustrasi Bani Israil. Foto: Fabien Bazanegue/Unsplash
Jakarta -

Al-Qur'an adalah kitab suci yang menjadi petunjuk bagi umat Islam. Di dalamnya terdapat ajaran tentang keimanan, hukum, serta kisah-kisah umat terdahulu yang dapat dijadikan pelajaran.

Salah satu kisah yang diabadikan dalam Al-Qur'an adalah tentang perjanjian antara Allah SWT dan Bani Israil. Kisah ini menjadi pengingat agar manusia selalu menepati janji kepada Tuhannya dan tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan oleh kaum tersebut.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 83:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ

Arab latin: Wa iż akhażnā mīṡāqa banī isrā'īla lā ta'budūna illallāha wa bil-wālidaini iḥsānaw wa żil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wa qūlū lin-nāsi ḥusnaw wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāh(ta), ṡumma tawallaitum illā qalīlam minkum wa antum mu'riḍūn(a).

ADVERTISEMENT

Artinya: (Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, "Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat." Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.

Perjanjian Allah dengan Bani Israil

Menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, ayat ini menjelaskan tentang kedurhakaan sebagian besar Bani Israil, yakni umat Nabi Musa AS. Mereka telah mengambil perjanjian dengan Allah untuk melaksanakan berbagai perintah yang telah ditetapkan, namun mayoritas di antara mereka justru mengingkarinya dengan sengaja. Padahal mereka mengetahui dan memahami isi perjanjian tersebut dengan jelas.

Sementara dalam Tafsir Al-Azhar susunan Buya Hamka, dijelaskan bahwa perjanjian itu memuat ajaran-ajaran pokok yang menjadi dasar seluruh agama, termasuk Islam. Janji tersebut dimulai dari perintah untuk menyembah Allah semata dan dilanjutkan dengan ajaran moral serta sosial yang mengatur hubungan manusia dengan sesama. Berikut isi perjanjian Allah SWT dengan Bani Israil.

1. Menyembah Hanya kepada Allah

Janji pertama adalah agar Bani Israil tidak menyembah siapapun selain Allah. Inilah dasar tauhid yang menjadi pokok keimanan setiap umat beragama.

Prinsip ini juga masih tercantum dalam "Sepuluh Hukum" (Ten Commandments) dalam Taurat. Mengakui keesaan Allah berarti menolak segala persekutuan dan menjadikan-Nya satu-satunya tujuan hidup dan ibadah.

2. Berbuat Baik kepada Kedua Orang Tua

Janji kedua adalah berbuat baik kepada orang tua. Mereka telah menumpahkan kasih sayang, mendidik, dan mengasuh sejak anak belum dewasa. Tanpa kasih sayang yang Allah tanamkan dalam diri orang tua, seorang anak tidak akan mampu bertahan hidup dan tumbuh.

Karena itu, berbakti kepada orang tua menandakan rasa syukur kepada Allah atas kehidupan yang dianugerahkan.

Hal ini juga ditegaskan dalam sebuah hadits. Dalam buku Keutamaan Etika Islam: Menjadi Manusia Berkarakter & Berkualitas karya Fajar Kurnianto disebutkan bahwa Abdullah bin Mas'ud pernah bertanya,

"'Ya Rasulullah, perbuatan apakah yang paling utama?' Rasulullah SAW menjawab, "Salat tepat pada waktunya," Lebih lanjut aku bertanya, 'Lalu apa lagi?' Beliau berujar, "Berbakti kepada ibu bapak." Ku tanyakan kembali, "Lalu apa lagi?" Beliau menjawab: "Berjihad di jalan Allah."" (HR Bukhari & Muslim)

3. Menjaga Hubungan dengan Keluarga dan Kerabat

Selanjutnya, Allah memerintahkan agar berbuat baik kepada keluarga dan kerabat dekat seperti saudara, paman, bibi, kakek, dan nenek. Setiap manusia hidup dalam hubungan yang saling terikat. Dari keluarga kecil terbentuklah masyarakat besar seperti suku, kabilah, dan bangsa.

4. Menyayangi Anak Yatim dan Menolong Orang Miskin

Bani Israil juga diwajibkan untuk memerhatikan anak yatim dan orang miskin. Anak yatim harus diasuh dan dididik dengan kasih sayang, terutama jika ibunya tidak mampu mengurus sendiri. Harta warisan anak yatim pun harus dijaga agar dapat dimanfaatkannya dengan baik ketika dewasa.

Demikian pula terhadap orang miskin, tidak seharusnya dibiarkan dalam kesusahan. Mereka yang memiliki kelebihan rezeki hendaknya menolong dan membantu agar orang miskin dapat bangkit dan hidup mandiri.

5. Berkata dan Bersikap Baik kepada Sesama Manusia

Allah juga memerintahkan agar setiap manusia berkata dan bersikap baik kepada sesama. Kebaikan bukan hanya berbicara dengan sopan, tapi juga menolong, memberi nasihat, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

Dalam masyarakat yang sehat, orang berilmu membimbing yang kurang paham, dan yang salah diarahkan menuju yang benar. Dari sinilah terbangun kehidupan yang saling menghormati dan memperbaiki diri.

6. Mendirikan Salat

Perintah berikutnya adalah mendirikan salat. Ibadah ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan manusia dengan Tuhannya. Melalui salat, umat diingatkan untuk terus mengingat Allah dan menegakkan janji-janji kebaikan yang telah disebutkan sebelumnya. Salat juga menjaga hati agar tetap bersih dari perbuatan yang melanggar perintah-Nya.

7. Menunaikan Zakat

Selain salat, Allah juga memerintahkan untuk menunaikan zakat. Zakat berarti membersihkan harta dari hak orang lain, membersihkan hati dari sifat kikir, dan membersihkan hubungan sosial antara yang kaya dan miskin.

Dengan zakat, tumbuh kasih sayang dari yang mampu kepada yang membutuhkan, serta hilang rasa iri dan dendam di antara mereka.

Pelanggaran Janji oleh Bani Israil

Namun, setelah semua janji itu ditegaskan, sebagian besar dari Bani Israil melanggarnya. Mereka mempersekutukan Allah dengan harta, kedudukan, dan kekuasaan. Anak-anak banyak yang durhaka kepada orang tua, hubungan keluarga terputus, anak yatim dan fakir miskin ditelantarkan, nasihat diabaikan, maksiat merajalela, salat dilalaikan, dan zakat tidak ditunaikan.

Hanya sedikit di antara mereka yang tetap setia memegang janji. Orang-orang yang mengingatkan malah sering dicemooh, dianggap tidak pandai menyesuaikan diri dengan keadaan. Maka ajaran agama pun tinggal nama, kehilangan makna yang sebenarnya.

Peringatan untuk Umat Islam

Masih dari Tafsir Al Azhar, dijelaskan bahwa ayat ini merupakan peringatan bagi Bani Israil sekaligus bagi umat Nabi Muhammad SAW. Isi perjanjian itu sejalan dengan pokok ajaran Islam, yakni menyembah Allah Yang Maha Esa, menghormati orang tua, menjaga keluarga, memperhatikan anak yatim dan fakir miskin, berkata baik kepada sesama, mendirikan salat, dan menunaikan zakat.

Karena itu, umat Islam seharusnya merenungkan, apakah peringatan ini telah dijadikan pedoman hidup, atau justru dilupakan sebagaimana dulu Bani Israil melupakan janjinya.

Ayat ini mengajak setiap orang untuk bercermin dan kembali berpegang teguh pada ajaran Allah agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.



(inf/erd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek
Home & Living

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet
Home & Living

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu
Home & Living

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha
Home & Living

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Understanding the Ruwatan: Javanese Tradition to Ward Off Misfortune

Understanding the Ruwatan: Javanese Tradition to Ward Off Misfortune

Indonesian Musician Hindia Spotlights Environmental and Social Struggles at AMI Awards

Indonesian Musician Hindia Spotlights Environmental and Social Struggles at AMI Awards

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Pendamping Ibadah

Berita Terpopuler

Jom Belajar Tips Kreatif Indonesia
Terdapat Beberapa Keuangan Matematik
(QS Az-Zumar: 53)

Komentar Terbanyak

Hide Ads