Mantan pejabat Bank NTT, Paskalia Uun Kurnelawati Bria (66), menjadi salah satu korban kecelakaan bus yang terjun ke jurang di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam insiden tersebut, Paskalia bersama dua pensiunan lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan terjadi di Jalan Timor Raya, Desa Oenino, Kecamatan Oenino, tadi siang, sekitar pukul 11.00 Wita. Bus bernomor polisi DH 7192 AA itu mengangkut 30 penumpang dari arah Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), menuju Kota Kupang.
Selain Paskalia, dua korban lainnya adalah Marthina Gadibura (61) dan Petrus Pete (61). Paskalia diketahui merupakan mantan Kepala Divisi Pemasaran Kredit Bank NTT yang terjerat kasus korupsi kredit bermasalah pada 2016. Dia lolos dari hukuman karena tak terbukti bersalah di persidangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada tiga penumpang yang mengalami luka-luka ringan," ujar Kasat Lantas Polres TTS Iptu I Gusti Komang Astina kepada detikBali, Minggu (1/11/2026).
Astina menjelaskan kecelakaan bermula saat bus yang dikemudikan Adrianus Sittu (46) tiba di lokasi kejadian. Bus tersebut diduga mengalami rem blong sehingga sopir tidak mampu mengendalikan laju kendaraan.
Adrianus sempat berulang kali menginjak pedal rem. Namun, bus tetap melaju. Sopir kemudian mengarahkan kendaraan ke tumpukan material tanah bekas galian untuk menghentikan laju bus.
Upaya tersebut tidak berhasil. Bus terus melaju hingga menabrak pembatas jalan. Selanjutnya, bagian kanan bus menghantam tebing dan sejumlah pohon kelapa.
Akibat kejadian itu, tiga penumpang mengalami luka-luka di sekujur tubuh. Ketiganya kemudian dievakuasi ke Puskesmas Niki-niki untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, 27 penumpang lainnya selamat dan tidak mengalami luka. Mereka kemudian dievakuasi dan dipindahkan ke bus lain untuk melanjutkan perjalanan menuju Kota Kupang.
"27 penumpang lainnya tidak mengalami luka sehingga langsung dievakuasi dan menumpangi bus lain untuk melanjutkan perjalanan ke Kupang," tutur Astina.
Astina mengatakan bus tersebut hingga kini belum dievakuasi dari lokasi kejadian. Kendaraan itu mengalami kerusakan pada bagian depan, ban, serta as roda. Selain itu, per bus juga dilaporkan putus.
Saat ini, kecelakaan tersebut masih dalam proses penyelidikan Satlantas Polres TTS.
"Jadi memang ada kelalaian karena sopirnya tidak memperhatikan komponen pengereman mobil tersebut dengan baik sehingga terjadinya kecelakaan," pungkas Astina.
Judul dan sebagian isi artikel ini telah diubah karena kesalahan informasi dari lapangan. Redaksi meminta maaf atas kesalahan ini.
(dpw/dpw)

















































