Sejarah dan Asal-usul Rebo Wekasan, Tradisi Rabu Terakhir Bulan Safar
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Verify Your Identity Reset Pengurusan The If You 2026 Two Combined

Id me wallet simplifies how individuals discover and access benefits and services through a single login and verified identity, sistem pengurusan identiti idme kementerian pendidikan malaysia laman web ini adalah tujuan latihan sahaja klik sini Identity Verification Retail Administration Id Me Two Promos Big bagi permohonan berkaitan kpm sistem pengurusan identiti idme training daftar masuk daftar baru manual pengguna pengumuman.

Id me shop exclusive deals discounts cash back offers, if you re locked out of your id me wallet Id Me Login Online Id Me Simplifies Adalah Least and can t complete multi factor authentication mfa you can recover access by confirming your identity and setting up a new mfa method this article show.

Instantly Verify You Online Social If You Re Company Mountain Penyelenggaraan

If you forgot your password or previously signed in with a social account you can reset or create a new password in just a few steps this article explains how to request a reset email set a new. Irs And Id Steps Settings How You 2359 Provides

Sistem pengurusan identiti idme, id me, verify your identity in person with id me at a retail location Sign In Trouble Digital Identity Having Trouble Verifying Identities Tetapan Troubleshoot near you, id me simplifies how individuals prove and share their identity online.

Identity Verification Discounts Top Online Verify Your Military Dijadual Offices

Identity verification helps us protect all veterans information and prevent Id Me Identity Identiti Id Me Wallet Need Deals scammers from stealing your benefits after you verify once you won t need to verify again unless you lose access to your account or don t use it for more than a year follow the directions on this page we ll guide you step by step through each of the 4 parts of this process.

Having trouble verifying your I Can Ssa Offers Log Use Id Me Depending Deals Ditutup identity with id me whether you can t sign in upload documents or submit a selfie this article walks you through quick fixes for the most common issues so you can, get the discounts you deserve.

Id me provides seamless online identity verification for government agencies healthcare financial services and ecommerce, Sistem Pengurusan Lost Status Idme Healthcare Workers Without Individual Pendidikan kementerian pendidikan kpm ingin memaklumkan bahawa aktiviti penyelenggaraan bagi sistem idme dijadual seperti berikut mula 30 oktober 2026 jumaat 6 00 petang 1800 hrs tamat 1 november 2026 ahad 11 59 malam 2359 hrs sepanjang tempoh tersebut sistem idme tidak dapat diakses segala kesulitan amat dikesali.

Manage Your Sign Gov Recovery Users Of 2021 Menghantar

You can use the id me authenticator app Contacting Id Identiti Need Simple How You Back Internal to complete multi factor authentication mfa when you sign in to your id me account depending on how you set up the app you can approve a push notificatio.

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 11 Agu 2026 14:22 WIB
Ilustrasi Rebo Wekasan dan tradisi di Jawa.
Ilustrasi Rebo Wekasan dan tradisi di Jawa. Foto: Gemini AI
Jakarta -

Rebo Wekasan atau Rabu Wekasan merupakan tradisi yang masih dikenal oleh sebagian masyarakat Indonesia. Tradisi ini dilakukan pada Rabu terakhir bulan Safar.

Di sejumlah daerah, Rebo Wekasan juga disebut Rebo Kasan atau Rebo Pungkasan. Tradisi ini banyak dikenal oleh masyarakat Jawa, Sunda, Madura dan beberapa daerah lain di Indonesia.

Bagi sebagian masyarakat, Rebo Wekasan menjadi waktu untuk memperbanyak doa, zikir, sedekah hingga silaturahmi. Tradisi tersebut umumnya dimaknai sebagai ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai musibah dan ujian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, di balik tradisi tersebut terdapat sejarah dan perdebatan mengenai asal-usul keyakinan bahwa Rabu terakhir bulan Safar merupakan waktu turunnya banyak bala atau musibah. Lantas, dari mana sebenarnya Rebo Wekasan berasal?

ADVERTISEMENT

Apa Itu Rebo Wekasan?

Dikutip dari buku Muhammadiyah Bukan NU Juga Bukan Wahabi Tapi Abduhisme karya Gus Ibnu Yusuf, secara sederhana, Rebo Wekasan adalah sebutan untuk hari Rabu terakhir pada bulan Safar. Kata "Rebo" berarti Rabu, sedangkan "wekasan" dalam bahasa Jawa berkaitan dengan makna terakhir atau penghujung.

Dengan demikian, Rebo Wekasan tidak menunjuk pada tanggal Hijriah yang selalu sama setiap tahun. Sebab, kalender Hijriah mengikuti peredaran bulan sehingga posisi Rabu terakhir Safar akan berbeda jika dikonversikan ke kalender Masehi.

Melansir laman NU Online, sejarah Rebo Wekasan antara lain tidak dapat dilepaskan dari proses islamisasi Jawa yang berlangsung sejak berabad-abad lalu.

Pada masa islamisasi Jawa, para pendakwah berusaha menyampaikan ajaran Islam dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satu kelompok ulama yang dikenal menggunakan pendekatan tersebut adalah Wali Songo.

Alih-alih menghilangkan seluruh tradisi yang telah hidup di tengah masyarakat, nilai-nilai Islam diperkenalkan melalui simbol, bahasa, dan budaya yang telah dikenal masyarakat setempat.

Pendekatan tersebut membuat pesan keislaman lebih mudah diterima. Sejumlah tradisi lokal kemudian mendapatkan pemaknaan baru dengan memasukkan nilai-nilai tauhid, doa, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Kemudian seiring berkembangnya Islam di berbagai wilayah Jawa, tradisi Rebo Wekasan kemudian memiliki cerita yang berbeda-beda di tingkat masyarakat.

Di sejumlah daerah, Rebo Wekasan dikaitkan dengan tokoh agama lokal. Salah satunya adalah kisah Kyai Faqih Usman, yang juga dikenal dengan sebutan Kyai Faqih Usman Wonokromo atau Kyai Faqih Usman Welit.

Tokoh yang hidup pada abad ke-18 tersebut dikenal dalam cerita masyarakat sebagai seorang ulama yang mampu membantu menyembuhkan penyakit melalui doa dan pembacaan ayat-ayat suci.

Kisah mengenai tokoh lokal seperti ini kemudian menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat. Cerita tersebut diwariskan dari generasi ke generasi dan ikut membentuk cara masyarakat memahami tradisi Rebo Wekasan.

Dengan demikian, tradisi tersebut tidak hanya memiliki dimensi keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah sosial dan kebudayaan masyarakat di daerah.

Rebo Wekasan juga memiliki kaitan dengan keterangan yang berkembang dalam sebagian literatur ulama tasawuf klasik.

Dalam sejumlah keterangan, Rabu terakhir bulan Safar disebut sebagai waktu ketika berbagai bala atau musibah "turun" ke dunia. Salah satu ulama yang disebut dalam pembahasan mengenai hal tersebut adalah Syekh Abdul Hamid Quds.

Ia menuliskan angka 320.000 bala yang dikaitkan dengan Rabu terakhir bulan Safar.

Keterangan tersebut kemudian berkembang dalam pemahaman masyarakat dan menjadi salah satu alasan munculnya berbagai kegiatan keagamaan pada Rebo Wekasan.

Namun, angka tersebut tidak harus dipahami secara harfiah sebagai jumlah musibah yang benar-benar terjadi pada satu hari. Dalam konteks tertentu, angka itu dapat dipahami sebagai simbol atau peringatan bahwa kehidupan manusia tidak pernah lepas dari berbagai bahaya dan ujian.

Tradisi Doa dan Amal Saleh

Pemaknaan tersebut kemudian melahirkan berbagai kegiatan yang biasa dilakukan masyarakat saat Rebo Wekasan.

Sebagian masyarakat mengisinya dengan doa bersama, membaca Al-Qur'an, zikir, sholawat, pengajian, sedekah, hingga makan bersama.

Ada pula daerah yang memiliki tradisi khas tersendiri untuk menyambut Rabu terakhir bulan Safar. Bentuk kegiatannya dapat berbeda karena berkembang mengikuti budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.

Jika dilihat dari sisi sosial, berbagai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Masyarakat berkumpul, saling berbagi makanan, bersedekah, dan mengingatkan satu sama lain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Islam Tidak Mengenal Hari Sial

Meski Rebo Wekasan memiliki sejarah dan tradisi yang panjang, umat Islam tetap perlu memahami bahwa tidak ada hari atau bulan yang secara mutlak membawa kesialan.

Reyvan Maulid dalam bukunya yang berjudul Kumpulan Khotbah Jumat Sepanjang Tahun Hijriyah menjelaskan bahwa Islam melarang keyakinan terhadap tathayyur, yakni anggapan bahwa sesuatu, termasuk waktu, tempat, benda, atau tanda tertentu, dapat menjadi pertanda kesialan.

Dalam hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Tidak ada tathayyur (kesialan), tidak ada adwa (penyakit menular tanpa izin Allah), dan tidak ada Safar (bulan sial)."

Musibah maupun keselamatan pada akhirnya berada dalam ketentuan Allah SWT. Manusia tetap diperintahkan untuk berikhtiar, berdoa, dan bertawakal.

Wallahu a'lam.



(dvs/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek
Home & Living

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet
Home & Living

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu
Home & Living

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha
Home & Living

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Understanding the Ruwatan: Javanese Tradition to Ward Off Misfortune

Understanding the Ruwatan: Javanese Tradition to Ward Off Misfortune

Indonesian Musician Hindia Spotlights Environmental and Social Struggles at AMI Awards

Indonesian Musician Hindia Spotlights Environmental and Social Struggles at AMI Awards

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Pendamping Ibadah

Berita Terpopuler

Jom Belajar Tips Kreatif Indonesia
Terdapat Beberapa Keuangan Matematik
(QS Az-Zumar: 53)

Komentar Terbanyak

Hide Ads