Anak gajah sumatra Nona Seroja di Taman Nasional Tesso Nilo, Pelawan, Riau sedang menjadi pusat perhatian. Lahir pada 10 Juni, tingkahnya yang menggemaskan berhasil menaklukkan hati warganet.
Tingkah polah Nona Seroja direkam dan dibagikan melalui akun Instagram TN Tesso Nilo. Tentang kondisi dia yang baru bisa menyusu dan belum bisa makan rumput, hingga kemudian coba-coba makan rumput setelah memasuki usia delapan hari.
"Bayi gajah kecil yang baru berusia 8 hari ini mulai penasaran nyobain makan rumput. Comel banget lihat tingkahnya yang masih meraba-raba. Belalainya masih belajar, jadi rumputnya belum berhasil keambil," keterangan dalam video yang diunggah IG TN Tesso Nilo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momen lain menunjukkan Nona Seroja berjumpa dengan kakaknya Domang. "Nona Seroja pagi-pagi ketemu abangnya, si Domang. Kelihatannya Domang sudah enggak sabar banget mau nyapa dan toel-toel adiknya," keterangan dalam akun tersebut.
Warganet menunjukkan antusiasme menyaksikan tingkah Seroja dari dari itu.
"Aduuuuh udah mulai bisa lari2 bakal calon beramtem sama bg Domang..bakal pusing nii opung Erwin... btw pak @atazuhri kemana kk min.....," kata warganet.
"Udah pandai lari ya sekarang...," yang lain menimpali.
Anak gajah Nona Seroja bersama induknya Ria di Flying Squad Camp, TN Tesso Nilo, Riau. (Wahyudi/AFP |
Ya, Seroja yang baru berusia 15 hari itu begitu lincah dan menggemaskan. Waktu itu kelahirannya diumumkan oleh pengelola TN Tesso Nilo melalui Instagram dan situs resmi Kemenhut.
"Kabar gembira datang dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau. Seekor anak gajah lahir dari induk bernama Ria. Anak gajah berkelamin betina itu dalam kondisi sehat, aktif bergerak, serta sudah menyusu secara normal. Tidak ditemukan cacat fisik pada anak gajah itu," begitulah pengumuman dari situs Kemenhut yang dirilis pada 10 Juni dan dikutip pada Kamis (25/6/2026).
Kepala Balai Tesso Nilo, Heru Sutmatoro mengatakan Nona Seroja lahir sekitar pukul 07.30 WIB ketika Mahout (Pawang gajah) Erwin Daulay memindahkan gajah dari ikatan ke lokasi angonan.
Sekitar 1 km dari Pos Jaga/Kantor Resort Konservasi Gajah Sumatera, Mahout Erwin menemukan bayi gajah yang baru lahir, lengkap dengan ari-arinya. Observasi awal dilakukan langsung oleh Mahout, kemudian diteruskan tim dokter hewan yang memastikan bayi gajah aktif, berdiri, dan menyusu secara berulang.
Gajah sumatra Nona Seroja di TN Tesso Nilo (Instagram TN Tesso Nilo) |
Anak gajah itu merupakan anak kelima dari Gajah Ria yang lahir di Camp Elephants Flying Squad TN Tesso Nilo, sebagai hasil breeding dengan gajah liar. Sebelumnya, gajah Ria melahirkan empat ekor anak gajah yang diberi nama Tesso, Tino, Harmoni, dan Domang.
Dengan kelahiran Nona Seroja berarti dalam rentang waktu delapan tahun terakhir, Elephant Flying Squad TN Tesso Nilo telah mengalami 4 kali kelahiran anak gajah dari dua induk gajah jinak, yaitu Lisa dan Ria.
Pada tahun 2011 IUCN telah menetapkan status konservasi gajah sumatera ke dalam kategori Critically Endangered (CR) atau berada di ambang kepunahan. Satwa eksotis ini juga merupakan mamalia yang dilindungi undang-undang berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.
Dengan lahirnya bayi gajah sehat ini, jumlah total gajah yang berada di Camp Elephants Flying Squad TNTN kini bertambah menjadi 8 ekor, yang terdiri dari 3 ekor gajah dewasa, 2 ekor gajah remaja, dan 3 ekor anak gajah.
Kementerian Kehutanan menegaskan kelahiran bayi gajah ini menjadi motivasi lebih bagi pihaknya untuk terus menjaga populasi gajah sumatara dan melindungi ekosistem hutan yang menjadi rumah merek




























































