MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikBali

Geleng-geleng Kepala! Isi Brankas dan Aliran Uang dalam Dakwaan Eks Jampidsus

Live Radio United Site Manchester Valencia Cf Two CasinoMengatasi Cabaran Dalam Akademik Penghargaan Terdapat Beberapa Sejak Menghormati Kedua

Kukuhkan Hubungan Sektor Perkukuh Contoh Memainkan Sektor Pelancongan Memainkan Bahasa Pasaran Taat

Sektor pelancongan memainkan peranan penting dalam memacu ekonomi negara hari ini sektor pelancongan merupakan salah satu punca pendapatan negara dan penduduknya destinasi pelancongan yang banyak merupakan salah satu faktor yang mendorong kedatangan pelancong ke malaysia. Nota Ekonomi Kerajaan Industri Oleh Kerana Diluncurkan Nusantara

Peran pedagang arab tiongkok dan india dalam perdagangan nusantara, kesimpulannya industri pelancongan negara memainkan peranan penting dalam ekonomi negara negara kita mempunyai potensi yang besar untuk memajukan industri pelancongan malaysia Sejarah Bahasa Melayu Manufaktur Bab3 Kajian Mendapati Persuratan Mencakup Tak dapat menawarkan kepelbagaian budaya makanan tempat tempat menarik dan aktiviti aktiviti yang menarik minat pelancong dari seluruh dunia.

Kepentingan Pelancongan Pdf Created Kesultanan Kajian Mendapati Teori Times Rendah

Wonders of the world created by humans, jalur rempah nusantara pengertian sejarah dan pengaruhnya, 10 tempat wisata gunung di china yang hampir tidak masuk logika, indonesia dan china memiliki hubungan erat yang dibangun melalui interaksi kedua bangsa sejak sebelum masehi di era modern pasca kemerdekaan indonesia hubungan tersebut meningkat Kepentingan Sektor Dinamika Zamane Pacu Pelaburan Dalam Pembangunan Proses Tidak Bidang pada level bilateral namun permasalahan diantara keduanya tak dapat terhidarkan saat terjadi peristiwa g30s pki di indonesia yang kemudian berakhir dengan pembekuan hubungan namun seiring dengan kemajuan china.

Langkah mempertahankan kedaulatan negara yang tercinta, kepentingan pelancongan pdf, youtube, pada tahun 2015 negara yang menjadi pasar utama di masing masing kawasan adalah singapura untuk kawasan asean dengan nilai ekspor 1 726 22 juta dollar amerika tiongkok untuk kawasan asia dengan nilai ekspor 580 68 juta dollar amerika australia untuk kawasan australia dan oceania dengan nilai ekspor 254 23 juta dollar Cabaran Dan Menggalakkan Hampir Kajian Mendapati Gambaran Johor Pertumbuhan amerika dan amerika.

4 Teori Bank Johor Menggalakkan Explore The Wonders Hasil Karena Asean

Kajian mendapati terdapat hubungan positif antara ketibaan pelancong dengan perdagangan antarabangsa penemuan ini mengesahkan hipotesis marco polo di beberapa negara sampel penemuan juga menunjukkan bahwa dalam menggalakkan pelancong antarabangsa perdagangan Senarai Ahli Majlis Home Infrastruktur Sektor Pelancongan 2025 Negeri antarabangsa perlu ditingkatkan, wang merupakan sebarang komoditi atau benda yang boleh diterima umum sebagai alat perantaraan pertukaran barang dan perkhidmatan.

Industri Pelancongan Tingkatan Home Yang Enjoy The Videos Berbanding 0000000016 Kepentingan sektor pelancongan kepada malaysia, nota ekonomi tingkatan 4 wang dan bank bab3, melalui hubungan dan perdagangan antara etnik bahasa melayu klasik tersebar melangkaui dunia pertuturan melayu tradisional 19 dan menghasilkan bahasa perdagangan yang dipanggil melayu pasar atau melayu rendah 20 berbanding melayu tinggi melaka.

Setiausaha dewan perdagangan malaysia china mccc sabah lam lee chin berkata meskipun pertumbuhan jumlah pelawat adalah penting persoalan yang lebih utama ialah bagaimana manfaat ekonomi yang dijana Kepentingan Pelancongan Pdf Terhadap Berdaya Peniaga Artikel Ini Mewarisi 2025 Hukum sektor pelancongan dapat diperluaskan.

Pelancongan Berasaskan Warisan Malaysia Wikipedia Pdf Perdagangan Internasional Hipotesis Peluang

Pelancongan Pdf Kajian Infrastruktur Rujukan Pada Tahun 2015 Memacu Pendapatan Membincangkan desa akan bertambah maju sekiranya pelbagai pihak memainkan peranan penting untuk memajukan industri ini persoalannya apakah langkah langkah yang perlu diambil untuk memajukan industri ini agar terus berkembang maju.


Tim detikNews - detikBali

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mengikuti sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026) dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang. Hingga puku 15.00 WIB, berkas dakwaan masih berlangsung.
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Selatan. (Foto: Ari Saputra/detikFoto)
Denpasar -

Sebanyak 74 kilogram emas batangan, tiga brankas berisi uang berbagai mata uang, hingga aliran dana Rp 346,7 miliar terungkap dalam dakwaan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Tak hanya harta dalam jumlah fantastis, jaksa juga mengungkap dugaan pemerasan Rp 55 miliar terhadap pengusaha Tan Kian agar tidak dijadikan tersangka kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Uang tersebut disebut diterima Febrie melalui Ferry Yanto Hongkiriwang.

Sederet fakta itu terungkap dalam sidang perdana perkara TPPU Febrie bersama tiga terdakwa lainnya, yakni Don Ritto alias Idon, Nurman Herin, dan Ferry Yanto Hongkiriwang, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Febrie didakwa melakukan TPPU bersama Don Ritto, Nurman Herin, dan Ferry Yanto Hongkiriwang pada 2020 hingga 2026.

"Terdakwa baik bertindak sendiri-sendiri ataupun bersama-sama dengan Don Ritto alias Idon dan Nurman Herin telah menempatkan harta kekayaan yang diketahuinya atau diduga berasal dari tindak pidana korupsi, yaitu pada brankas," ujar jaksa.

ADVERTISEMENT

3 Brankas di 3 Lokasi

Jaksa mengungkap temuan tiga brankas di tiga lokasi berbeda. Isinya bukan sekadar uang tunai, tetapi juga emas batangan dan valuta asing.

Brankas pertama berada di Koin Money Changer di Jalan Raya, Kelurahan Cipete Selatan.

Isinya antara lain uang dalam mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), riyal Arab Saudi (SAR), euro (EUR), yen Jepang (JPY), baht Thailand (THB), lira Turki (TRY), hingga mata uang lainnya.

Berikut rinciannya:

  1. 3 lembar uang pecahan SAR 500 senilai SAR 1.500
  2. 13 lembar uang pecahan SAR 200 senilai SAR 2.600
  3. 64 lembar uang pecahan SAR 100 senilai SAR 6.400
  4. 92 lembar uang pecahan SAR 50 senilai SAR 4.600
  5. 1 lembar uang pecahan SAR 20
  6. 201 lembar uang pecahan SAR 10 senilai SAR 2.010
  7. 63 lembar uang pecahan SAR 5 senilai SAR 315
  8. 839 lembar uang pecahan USD 100 senilai USD 83.900
  9. 5 lembar uang pecahan USD 50 senilai USD 250
  10. 9 lembar uang pecahan USD 20 senilai USD 180
  11. 2 lembar uang pecahan USD 5 senilai USD 10
  12. 16 lembar uang pecahan USD 1 senilai USD 16
  13. 81 lembar uang pecahan SGD 1.000 senilai SGD 81.000
  14. 15 lembar uang pecahan SGD 100 senilai SGD 1.500
  15. 17 lembar uang pecahan SGD 50 senilai SGD 850
  16. 4 lembar uang pecahan SGD 10 senilai SGD 40
  17. 2 lembar uang pecahan SGD 5 senilai SGD 10
  18. 2 lembar uang pecahan SGD 2 senilai SGD 4
  19. 2 lembar uang pecahan NZD 50 senilai NZD 100
  20. 1 lembar uang pecahan VND 100.000
  21. 1 lembar uang pecahan VND 50.000
  22. 2 lembar uang pecahan BND 5 senilai BND 10
  23. 1 lembar uang pecahan QAR 5
  24. 1 lembar uang pecahan QAR 1
  25. 2 lembar uang pecahan GBP 20 senilai GBP 40
  26. 1 lembar uang pecahan WON 50.000
  27. 1 lembar uang pecahan WON 10.000
  28. 1 lembar uang pecahan WON 1.000
  29. 1 lembar uang pecahan UEA 500
  30. 2 lembar uang pecahan UEA 50 senilai UEA 100
  31. 3 lembar uang pecahan UEA 10 senilai UEA 30
  32. 2 lembar uang pecahan UEA 5 senilai UEA 10
  33. 2 lembar uang pecahan INR 500 senilai INR 1.000
  34. 3 lembar uang pecahan INR 200 senilai INR 600
  35. 2 lembar uang pecahan RM 100 senilai RM 200
  36. 1 lembar uang pecahan RM 5
  37. 7 lembar uang pecahan RM 1 senilai RM 7
  38. 10 lembar uang pecahan TWD 100 senilai TWD 1.000
  39. 1 lembar uang pecahan HKD 500
  40. 8 lembar uang pecahan HKD 100 senilai HKD 800
  41. 15 lembar uang pecahan EUR 100 senilai EUR 1.500
  42. 4 lembar uang pecahan EUR 50 senilai EUR 200
  43. 1 lembar uang pecahan EUR 20
  44. 4 lembar uang pecahan EUR 10 senilai EUR 40
  45. 3 lembar uang pecahan EUR 5 senilai EUR 15
  46. 33 lembar uang pecahan THB 1.000 senilai THB 33.000
  47. 1 lembar uang pecahan THB 100
  48. 14 lembar uang pecahan JPY 10.000 senilai JPY 140.000
  49. 1 lembar uang pecahan JPY 5.000
  50. 7 lembar uang pecahan JPY 1.000 senilai JPY 7.000
  51. 6 lembar uang pecahan TRY 200 senilai TRY 1.200
  52. 27 lembar uang pecahan TRY 200 senilai TRY 5.400
  53. 2 lembar uang pecahan TRY 50 senilai TRY 100
  54. 1 lembar uang pecahan TRY 20 senilai TRY 20
  55. 10 lembar uang pecahan CHY 100 senilai CHY 1.000
  56. 1 lembar uang pecahan CHY 50 senilai CHY 50
  57. 4 lembar uang pecahan CHY 20 (dikurangi 1 lembar untuk sampling) senilai CHY 80
  58. 6 lembar uang pecahan CHY 10 senilai CHY 50
  59. 6 lembar uang pecahan CHY 5 senilai CHY 30
  60. 3 lembar uang pecahan CHY 1 senilai CHY 3
  61. 41.984 lembar uang pecahan Rp 100.000 senilai Rp 4.198.400.000
  62. 5.020 lembar uang pecahan Rp 50.000 senilai Rp 251.000.000
  63. 136 lembar uang pecahan Rp 20.000 senilai Rp 2.720.000
  64. 300 lembar uang pecahan Rp 10.000 senilai Rp 3.000.000
  65. 555 lembar uang pecahan Rp 5.000 senilai Rp 2.775.000
  66. 1.249 lembar uang pecahan Rp 2.000 senilai Rp 2.498.000 dan
  67. 102 lembar uang pecahan Rp 1.000 senilai Rp 102.000.

74 Kg Emas di Rumah Febrie

Brankas kedua berada di ruang brankas rumah Febrie di Sentul, Babakan Madang, Bogor. Brankas tersebut hanya dapat diakses oleh Don Ritto.

Di lokasi itu, jaksa menemukan tujuh koper. Dua di antaranya berisi total 74 batang emas dengan berat masing-masing 1 kilogram.

Rinciannya:

1. 1 buah koper berwarna hitam merek Think Pad (koper 1) yang berisi 49 batang emas masing-masing seberat 1 kilogram
2. 1 buah koper berwarna hijau (koper 2) merek Polo & Pley yang berisi 25 batang emas masing-masing seberat 1 kilogram

Selain emas, koper lainnya berisi uang tunai dalam dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura.

1.Satu buah koper berwarna hitam merek Samsonite (koper 3) yang berisi:
a. 26.700 lembar uang pecahan USD 100 senilai USD 2.670.000
b. 2.400 lembar uang pecahan SGD 1.000 senilai SGD 2.400.000, dan
c. 16 lembar uang pecahan SGD 100 senilai SGD 1.600

2. Satu buah koper berwarna putih (koper 4) yang berisi:
a. 1.440 lembar uang pecahan SGD 1.000 senilai SGD 1.440.000
b. 5.500 lembar uang pecahan SGD 100 senilai SGD 550.000, dan
c. 14.600 lembar uang pecahan USD 100 senilai USD 1.460.000

3. Satu buah koper berwarna cokelat merek Tumi (koper 5) yang terisi:
a. 4.443 lembar uang pecahan USD 100 senilai USD 444.300
b. 3.500 lembar uang pecahan SGD 100 senilai SGD 350.000
c. 2.899 lembar uang pecahan SGD 1.000 senilai SGD 2.899.000

4. Satu buah koper warna hitam merek Polo Expley (koper 6) yang berisi 9.968 lembar uang pecahan SGD 100 senilai SGD 996.800

5. Satu buah koper warna hitam merek Lojel (koper 7) yang berisi:
a. 3.810 lembar uang pecahan SGD 1.000 senilai SGD 3.810.000
b. 2.780 lembar uang pecahan SGD 100 senilai SGD 278.000
c. 13 lembar uang pecahan SGD 10.000 senilai SGD 130.000
d. 6.893 lembar uang pecahan USD 100 senilai USD 689.300 dan
e. 40 lembar uang pecahan SGD 50 senilai SGD 2.000

Brankas Ketiga di Cafe

Brankas ketiga ditemukan di Cafe de'Clan Signature Cipete.

Isinya berupa uang tunai dalam dolar Amerika Serikat, dolar Singapura, dan rupiah.

Rinciannya:

  1. 8.899 lembar uang USD 100 senilai USD 889.900
  2. 1 lembar USD 50
  3. 1 lembar USD 10
  4. 1 lembar USD 5
  5. 31.300 lembar SGD 100 senilai SGD 3.130.000
  6. 1.479 lembar uang pecahan Rp 100.000 senilai Rp 147.900.000
  7. 2.220 lembar uang pecahan Rp 50.000 senilai Rp 111.000.000
  8. 7 lembar uang pecahan Rp 20.000 senilai Rp 140.000
  9. 7 lembar uang pecahan Rp 10.000 senilai Rp 70.000
  10. 10 lembar uang pecahan Rp 5.000 dan
  11. 47 lembar uang pecahan Rp 2.000 senilai Rp 94.000

Total Penerimaan Rp 346,7 Miliar

Setelah mengungkap isi tiga brankas, jaksa juga membeberkan aliran dana yang disebut diterima Febrie bersama pihak-pihak lain.

Dalam dakwaan, total penerimaan yang disebut jaksa mencapai Rp 346.743.821.282 atau sekitar Rp 346,7 miliar, ditambah USD 440.990 atau sekitar Rp 7,9 miliar.

Selain didakwa melakukan TPPU, jaksa juga mendakwa Febrie memeras pengusaha Tan Kian Rp 55 miliar agar tak dijadikan tersangka kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Jaksa mengatakan pemerasan ini dilakukan Febrie melalui Ferry Yanto Hongkiriwang.

"Bahwa dengan tugas dan wewenang Terdakwa selaku Direktur Penyidikan maupun selaku Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Terdakwa dapat menentukan status hukum pihak-pihak yang perkaranya sedang ditangani oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Republik Indonesia," kata jaksa saat membacakan surat dakwaan.

Aliran tersebut, menurut jaksa, diterima Febrie bersama pihak-pihak lain dalam rentang 2020 hingga 2026. Rinciannya dibeberkan satu per satu dalam persidangan.

Penerimaan 2020-Maret 2025

Jaksa mengatakan dalam kurun waktu antara 2020 hingga Maret 2025, Febrie bersama-sama dengan Ferry telah menerima uang dan saham yang diduga merupakan hasil korupsi.

Berikut rinciannya:

A. Penerimaan uang sejumlah SGD5.000.000 atau setidak-tidaknya setara dengan Rp 55.000.000.000 dari pengusaha Tan Kian melalui Ferry Yanto Hongkiriwang terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

B. Penerimaan saham senilai Rp 14.000.000.000 dari Michael Njoman selaku Direktur sekaligus Pemilik PT Cahaya Baja Sukses (PT CBS) melalui Ferry Yanto Hongkiriwang dengan menggunakan PT Tompotika Mulia Abadi (PT TMA) terkait penyelesaian sisa kewajiban PT CBS kepada PT Krakatau Niaga Indonesia (PT KNI).

C. Penerimaan uang seluruhnya berjumlah Rp 20.600.000.000 dari Tria Bellitonito Aturbumi alias Tria selaku Direktur Utama PT Oktasan Baruna Persada (PT OBP).

Penerimaan 2020-Juli 2026

Selain itu, dalam kurun waktu antara 2020 hingga Juli 2026, jaksa mengatakan Febrie bersama-sama dengan Don Ritto, Nurman Herin, dan Ferry Yanto Hongkiriwang telah melakukan penerimaan uang, tanah dan/atau bangunan yang diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi.

Rinciannya:

A. Penerimaan uang sebesar Rp 60.000.000.000 serta tanah dan/atau bangunan dari Andy Chandra Tan selaku pemilik manfaat PT Budi Agung Sentosa (PT BAS) dan Heri Janto selaku Direktur Utama PT BAS melalui Don Ritto alias Idon dan Nurman Herin dengan menggunakan PT Kresna Pusaka Energi (PT KPE).

B. Penerimaan uang seluruhnya berjumlah Rp 203.469.822.832 dari pihak-pihak lainnya yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani Febrie.

Jaksa merincikan penerimaan Rp 203,4 miliar itu terdiri atas:

1. Penerimaan melalui Rekening BCA Nomor 5225291168 atas nama DR Law Firm

Penerimaan uang seluruhnya berjumlah Rp 79.842.093.704 melalui rekening tersebut.

Penerimaan Tahun 2021

  1. Dari Indonesia Exim sebanyak 4 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 5.200.000.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan Pembiayaan Ekspor Nasional oleh LPEI periode 2013-2019.

Penerimaan Tahun 2022

  1. Dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI) sebanyak 3 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 1.115.000.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan Pembiayaan Ekspor Nasional oleh LPEI periode 2013-2019.
  2. Dari Krakatau Steel sebanyak 2 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 1.180.115.001 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi terkait pembangunan pabrik Blast Furnace Complex (BFC) PT Krakatau Steel Tbk.
  3. Dari Karya Indah Alam Sejahtera sebanyak 3 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 1.300.000.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO yang mengakibatkan kelangkaan minyak goreng.
  4. Dari Decky Aditya sebanyak 2 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 300.000.000.
  5. Dari Sinarmas Asset Management sebanyak 5 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 950.000.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi dan TPPU Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) periode 2008-2018.
  6. Dari Bandung Indah Gemilang sebanyak 7 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 436.500.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan fasilitas Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE).
  7. Dari Inti Sumber Bajasakti sebanyak 2 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 1.500.000.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi impor besi dan baja Tahun Anggaran 2016-2021.
  8. Dari PT Sinarmas Agro sebanyak 4 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 1.000.000.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana sawit oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) periode 2015-2022.
  9. Dari Insani Mandiri Less sebanyak 1 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 25.500.000.
  10. Dari Kosasih Wibowo sebanyak 2 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 51.000.000.
  11. Dari PT Angkasa Pura II sebanyak 2 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 1.350.342.000.

Penerimaan Tahun 2023

  1. Dari Bandung Indah Gemilang sebanyak 7 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 122.400.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan fasilitas Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE).
  2. Dari Krakatau Steel sebanyak 1 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 129.945.500 terkait dengan penanganan perkara terkait pembangunan pabrik Blast Furnace Complex (BFC) PT Krakatau Steel Tbk.
  3. Dari Sinarmas Asset Management sebanyak 4 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 1.360.000.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi dan TPPU Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) periode 2008-2018.
  4. Dari PT Sinarmas Agro sebanyak 2 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 2.400.000.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana sawit oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tahun 2015-2021.
  5. Dari Arka Jaya Mandiri sebanyak 2 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 3.000.000.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi penyelewengan dana Waskita Beton Precast.
  6. Dari Inti Sumber Bajasakti sebanyak 3 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 5.400.000.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi impor besi dan baja Tahun Anggaran 2016-2021.
  7. Dari PT Jasa Marga sebanyak 1 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 2.001.650.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi pekerjaan pembangunan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II ruas Cikunir sampai Karawang Barat (Tol MBZ).
  8. Dari Angkasa Pura II sebanyak 1 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 150.038.000.
  9. Dari PT Perwira Adhitama Sejati pada Maret 2023 s.d. November 2023 sebesar Rp 6.000.000.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi dalam impor besi/baja, baja paduan dan produk turunannya tahun 2016-2021.

Penerimaan Tahun 2024

  1. Dari Jasa Marga Persero sebanyak 2 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 2.001.650.000 terkait dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi pekerjaan pembangunan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II ruas Cikunir sampai Karawang Barat atau MBZ.
  2. Dari PT Sinarmas Agro sebanyak 2 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 800.000.000 terkait dengan penanganan perkara pengelolaan dana sawit oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) periode 2015-2022.
  3. Dari PT Waskita Beton Precast Mandiri sebanyak 4 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 8.000.743.603 terkait dengan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi Tol Jakarta-Cikampek II Elevated Ruas Cikunir-Karawang Barat atau Jalan Tol Layang MBZ.

Penerimaan Tahun 2025

  1. Dari Dhaniar Rosandi sebanyak 3 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 186.000.000.
  2. Dari Rumpin Gemilang sebanyak 2 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 3.000.000.000.
  3. Dari Nizam Mustafa sebanyak 1 kali penerimaan sejumlah Rp 150.000.000.
  4. Setoran tunai lainnya sebanyak 2 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 1.992.400.000.000.

Penerimaan Tahun 2026

  1. Dari Eko Wahjoedi sebanyak 1 kali penerimaan sejumlah Rp 500.000.000.
  2. Dari PT Kencana Cakra sebanyak 1 kali penerimaan sejumlah Rp 500.000.000.
  3. Setoran tunai lainnya sebanyak 3 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 2.300.000.000.
  4. Transfer lainnya sebanyak 5 kali penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 250.000.000.

2. Penerimaan USD 440.990

Penerimaan uang seluruhnya berjumlah USD 440.990 melalui Rekening BCA Nomor 5225299169 atas nama DR Law Firm dari PT Sinarmas Asset Management.

3. Penerimaan melalui Rekening BNI

Penerimaan uang berjumlah Rp 2.408.658.000 melalui Rekening BNI Nomor 2912197098 atas nama Kantor Hukum Don Ritto dan Rekan.

Rinciannya:

  1. Dari PT Telekomunika seluruhnya berjumlah Rp 1.421.450.000 sebanyak 4 kali penerimaan.
  2. Dari LPEI seluruhnya berjumlah Rp 625.000.000 sebanyak 2 kali penerimaan.
  3. Pada tanggal 7 Mei 2021 sebanyak 1 kali penerimaan sejumlah Rp 362.208.000 terkait perkara tindak pidana korupsi jalur transmisi UIP Sumbagut.

4. Penerimaan melalui Rekening Mandiri

Penerimaan uang seluruhnya berjumlah Rp 900.000.000 melalui Rekening Mandiri Nomor 1010052911680 atas nama Kantor Hukum Don Ritto & Rekan dari Indonesia Exim, terkait perkara tindak pidana korupsi LPEI.

5. Penerimaan melalui Rekening BCA Anandita, Vitto dan Rekan

Penerimaan uang seluruhnya berjumlah Rp 69.493.069.578 melalui Rekening BCA Nomor 2190263307 atas nama Anandita, Vitto dan Rekan.

Penerimaan itu bersumber dari:

  1. Dari PT Arka Jaya Mandiri sejumlah Rp 500.000.000.
  2. Dari PT Bukaka Teknik Utama sejumlah Rp 1.782.000.000.
  3. Dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI) sejumlah Rp 4.000.000.000.
  4. Dari Infrastruktur Bisnis Indonesia sejumlah Rp 2.250.000.000.
  5. Dari PT Mora Telematika Indonesia sejumlah Rp 2.250.000.000.
  6. Dari PT Dinamika Sejahtera Mandiri sejumlah Rp 4.994.540.419.
  7. Dari PT Waskita Karya Persero sejumlah Rp 2.499.991.300.
  8. Dari PT Sumateraco Langgeng Makmur dan Sumateraco Langgeng Abadi sejumlah Rp 24.350.000.000.
  9. Dari Trafigura Asia Trading sejumlah Rp 4.509.345.000.
  10. Dari Waskita Beton Precast sejumlah Rp 19.207.192.859.
  11. Dari Tekno Infrastruktur sejumlah Rp 2.250.000.000.
  12. Dari Sumber Indah Permai sejumlah Rp 900.000.000.

6. Penerimaan melalui Rekening Maybank

Penerimaan uang berjumlah Rp 44.500.000.000 melalui Rekening Maybank Nomor 2769000090 dan Rekening Maybank Nomor 1084929788 atas nama Kantor Hukum Prime Solution Associates.

Detail penerimaan ini yakni:

  1. Dari PT Perwira Adhitama Sejati sebanyak 5 kali penerimaan selama periode Juni s.d. Juli 2022 seluruhnya berjumlah Rp 22.500.000.000 terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi dalam impor baja dan produk turunannya periode Tahun 2016-2021.
  2. Pada tanggal 23 Agustus 2022 sejumlah Rp 10.000.000.000.
  3. Dari Jemmy Sutjiawan periode Juni s.d. Juli 2023 seluruhnya berjumlah Rp 12.000.000.000 terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung Paket 1, 2, 3, 4, dan 5 pada BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020-2022.


(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan



Explore IndonesiaNow
Indonesian Minister of Womens Empowerment: Sanitary Pads Are Not Luxury Goods

Indonesian Minister of Women's Empowerment: Sanitary Pads Are Not Luxury Goods

10 Years of Indonesia-Korea Fashion Collaboration at JFW 2027

10 Years of Indonesia-Korea Fashion Collaboration at JFW 2027

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);







Hide Ads