Padang Mahsyar adalah tempat dikumpulkannya manusia setelah dibangkitkan dari alam kubur. Menurut hadits, matahari pada hari itu didekatkan ke kepala manusia, sehingga keringat yang keluar akan menyiksa tubuh mereka sesuai dosa-dosa ketika hidup di dunia.
Gambaran peristiwa hari kebangkitan ini dijelaskan langsung oleh Rasulullah SAW, melalui sabda beliau berikut:
"Manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal masing-masing (dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai di kedua mata kakinya. Ada yang sampai di kedua betisnya. Ada pula yang sampai pinggangnya. Ada juga yang keringatnya sungguh-sungguh menyiksanya." (HR Muslim)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Panas matahari ini akan menyiksa seluruh makhluk, kecuali orang-orang yang berada dalam naungan Allah SWT. Mereka terdiri dari tujuh golongan berdasarkan amalannya semasa hidup di dunia.
Dalil Golongan yang Dinaungi Allah di Padang Mahsyar
Sejumlah amalan, atas izin Allah SWT, kelak membawa seseorang berada dalam naungan-Nya di Padang Mahsyar. Hal ini bersandar pada sebuah hadits shahih, sebagaimana disebutkan dalam kitab Riyadhus Shalihin Imam an-Nawawi, Mukhtashar Sya'bul Iman Imam Baihaqi, dan Bulughul Maram Ibn Hajar Al-Asqalani, dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلَّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابًا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عيناه
Artinya: "Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, 'Sesungguhnya aku takut kepada Allah. Dan (6) seseorang yang bersedekah dengan satu sedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya." (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi, dan Nasa'i)
Amalan yang Menjadi Penolong Ketika di Padang Mahsyar
Hadits di atas mengandung hikmah luar biasa bagi orang-orang yang mengerjakan salah satunya, atau lebih. Menurut penjelasan dalam Ensiklopedia Kiamat susunan Tim Gema Insani, tujuh amalan yang dapat membuat seseorang mendapat naungan dari Allah SWT di Padang Mahsyar adalah menjadi pemimpin yang adil, menjaga kebersihan diri sejak dini, mencintai masjid, mencintai seseorang karena Allah SWT, mengingat Allah SWT dalam keadaan sendirian, menjaga diri dari perbuatan zina, dan bersedekah tanpa mengharap pujian atau balasan.
Mengenai naungan yang dimaksud dalam hadits, seorang imam ahli hadits, al-Hafiz bin Abdil Bar dalam kitabnya al-Tahmid dan al-Istizkar, menjelaskan artinya merujuk pada rahmat Allah SWT.
Ia menyatakan, "Barang siapa yang berada di bawah naungan Allah, maka ia selamat dari kengerian hari kebangkitan dan segala sesuatu yang tengah menimpa manusia lain pada saat itu, seperti rasa khawatir, stress, dan (siksaan) keringat."
Selain tujuh amalan yang telah diuraikan di atas, terdapat amalan lain yang dapat membuat seseorang mendapat naungan Allah SWT di Padang Mahsyar. Amalan ini adalah meringankan kesulitan orang lain dengan membebaskan utang-utangnya.
Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa memberikan kelonggaran kepada orang yang sedang kesulitan (membayar utang) atau membebaskan (utang tersebut) darinya niscaya Allah akan menaunginya dalam Arasy-Nya." (HR Muslim)
Orang-orang yang Diabaikan Allah Ketika Hari Kiamat
Sementara itu, terdapat hadits yang menyebutkan golongan yang tidak dihiraukan Allah SWT kelak di hari kiamat. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Ada tiga macam orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat dan tidak pula menganggap mereka sebagai orang bersih (dari dosa), juga tidak bersedia melihat mereka itu, bahkan mereka akan memperoleh siksa yang pedih sekali: (1) orang tua yang berzina, (2) raja (pemimpin negara) yang suka membohong, dan (3) orang miskin yang sombong." (HR Muslim)
Dalam riwayat lainnya, disebutkan pula tiga orang yang diabaikan oleh Allah SWT pada hari kiamat.
Rasulullah SAW bersabda, "Ada tiga orang yang nanti pada hari kiamat tidak akan diajak bicara oleh Allah dan mereka mendapatkan siksa yang pedih: (1) orang yang mempunyai kelebihan air di gurun pasir, tetapi tidak mau memberikannya kepada musafir, (2) orang yang membuat perjanjian dengan orang lain untuk menjual barang dagangan sesudah asar; ia bersumpah demi Allah bahwa telah membeli barang itu dengan harga sekian dan orang lain itu mempercayainya, padahal sebenarnya tidak begitu, (3) orang yang berbaiat kepada pemimpin untuk kepentingan dunia. Jika sang pemimpin memberikan keuntungan duniawi kepadanya, ia penuhi janjinya; jika tidak, ia tidak memenuhi janjinya." (HR Muslim, Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Wallahu a'lam.




































































