Umat Islam wajib meyakini adanya hari kiamat dan rangkaian tahapan kehidupan setelah terjadinya kiamat. Hal ini telah dijelaskan dalam banyak dalil melalui Al-Qur'an dan hadits.
Dalam Al-Qur'an surah Thaha ayat 15, Allah SWT berfirman,
اِنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزٰى كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا تَسْعٰى ١٥
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
innas-sâ'ata âtiyatun akâdu ukhfîhâ litujzâ kullu nafsim bimâ tas'â
Artinya: Sesungguhnya hari Kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan.
Hari kiamat merupakan peristiwa besar yang pasti terjadi dan menjadi akhir kehidupan seluruh makhluk di dunia. Dalam ajaran Islam, kiamat menjadi awal dari rangkaian kehidupan akhirat, ketika manusia dibangkitkan dari kematian, dikumpulkan di Padang Mahsyar, hingga mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya selama hidup.
Urutan Peristiwa Kiamat
Dirangkum dari buku Hidup Sesudah Mati: Makna Hidup Yang Sebenarnya karya Syaikh Ibnu Taimiyah, berikut urutan peristiwa terjadinya kiamat sampai seluruh manusia dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar:
1. Tiupan Sangkakala Pertama
Peristiwa hari kiamat diawali dengan tiupan sangkakala oleh Malaikat Israfil. Tiupan pertama menjadi tanda berakhirnya kehidupan dunia.
Seluruh makhluk yang berada di langit dan bumi akan mengalami kematian, kecuali yang dikehendaki Allah SWT.
Peristiwa ini dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Az-Zumar ayat 68:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللّٰهُ
Artinya: "Dan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu), maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah)." (QS Az-Zumar: 68).
2. Kehancuran Alam Semesta
Setelah sangkakala ditiup, alam semesta mengalami kehancuran. Gunung-gunung yang kokoh dihancurkan, lautan meluap, bumi diguncangkan, dan langit terbelah.
Gambaran tersebut dijelaskan dalam sejumlah surah Al-Qur'an. Salah satunya surah Al-Qari'ah ayat 4-5:
يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ ۙ وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِ
Artinya: "Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan."
3. Tiupan Sangkakala Kedua
Setelah seluruh makhluk mengalami kematian, Allah SWT memerintahkan tiupan sangkakala berikutnya. Tiupan ini menjadi tanda kebangkitan seluruh manusia dari alam kubur.
Mereka yang telah meninggal sejak zaman Nabi Adam AS hingga manusia terakhir akan dihidupkan kembali. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindari kebangkitan tersebut.
Allah SWT berfirman dalam surah Yasin ayat 51:
وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَاِذَا هُمْ مِّنَ الْاَجْدَاثِ اِلٰى رَبِّهِمْ يَنْسِلُوْنَ
Wa nufikha fish-shuuri fa idzaa hum minal-ajdaatsi ilaa rabbihim yansiluun.
Artinya: "Sangkakala pun ditiup dan seketika itu mereka bergerak cepat dari kuburnya menuju kepada Tuhannya." (QS Yasin: 51).
4. Manusia Dibangkitkan dari Alam Kubur
Kebangkitan manusia dari alam kubur disebut yaumul ba'ats. Pada tahap ini, seluruh manusia dihidupkan kembali setelah mengalami kematian.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hajj ayat 7:
وَاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ
Artinya: "Sesungguhnya hari Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur."
5. Pergantian Bumi dan Langit
Setelah kebangkitan, manusia akan dikumpulkan di tempat yang telah Allah SWT tetapkan untuk berlangsungnya pengadilan akhirat. Al-Qur'an menjelaskan bahwa pada hari tersebut bumi dan langit akan mengalami perubahan.
Hal ini diterangkan dalam surah Ibrahim ayat 48:
يَوْمَ تُبَدَّلُ الْاَرْضُ غَيْرَ الْاَرْضِ وَالسَّمٰوٰتُ وَبَرَزُوْا لِلّٰهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ
Yauma tubaddalul-ardhu ghairal-ardhi was-samaawaatu wa barazuu lillaahil-waahidil-qahhaar.
Artinya: "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit. Mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa." (QS Ibrahim: 48).
6. Seluruh Manusia Dikumpulkan di Padang Mahsyar
Setelah dibangkitkan, seluruh manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar. Tempat ini menjadi lokasi berkumpulnya manusia dari generasi pertama hingga generasi terakhir untuk menunggu keputusan Allah SWT.
Tidak ada seorang pun yang tertinggal. Semua akan dikumpulkan tanpa terkecuali, sebagaimana dijelaskan dalam surah Al-Kahfi ayat 47:
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْاَرْضَ بَارِزَةً وَّحَشَرْنٰهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ اَحَدًا
Wa yauma nusayyirul-jibaala wa taral-ardha baarizatan wa hasyarnahum falam nughaadir minhum ahadaa.
Artinya: "(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung (untuk dihancurkan) dan engkau akan melihat bumi itu rata, lalu Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia) dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka." (QS Al-Kahfi: 47).
Di Padang Mahsyar, manusia akan berada dalam keadaan yang sangat berbeda dari kehidupan dunia. Rasulullah SAW menjelaskan keadaan tersebut melalui hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA.
Rasulullah SAW bersabda:
"Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, dan tidak dikhitan."
Aisyah RA kemudian bertanya, "Wahai Rasulullah, laki-laki dan perempuan semuanya, sebagian akan melihat (aurat) yang lain?"
Rasulullah SAW menjawab, "Wahai Aisyah, perkaranya lebih dahsyat daripada mereka akan saling lihat satu sama lain." (HR Bukhari dan Muslim).
Wallahu a'lam.




































































