Seorang penumpang British Airways dibuat kesal saat mendapati kursi dalam penerbangan menuju London basah oleh urine. Sudah begitu, respons pramugari membuatnya makin dongkol.
Dikutip dari View From The Wing, Kamis (5/11/2026), kejadian itu dialami seorang penumpang perempuan tanpa disebut namanya dalam penerbangan British Airways (BA) dari Miami, Amerika Serikat (AS), menuju London. Perjalanan tersebut berlangsung sekitar delapan jam.
Ia baru menyadari kursinya basah setelah duduk. Celananya terlanjur basah oleh urine sehingga berbau pesing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kenyamanan, penumpang itu kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada awak kabin. Dia berharap mendapatkan tempat duduk pengganti.
Namun, menurut pengakuannya, pramugari mengatakan tidak ada kursi kosong yang tersedia. Pramugari itu juga tidak memanggil staf kebersihan.
Pramugari itu hanya memberikan tisu dan sebotol kecil cairan pembersih antibakteri. Rupanya, pramugari itu meminta agar si penumpang tersebut membersihkan kursinya sendiri.
Saat itu, dia menerima botol pembersih berukuran hanya 15 mililiter.
Penumpang itu juga mengaku tidak mendapat selimut tambahan. Akhirnya, ia berinisiatif melapisi kursi menggunakan tisu, tas miliknya, dan selimut pribadi agar tidak bersentuhan langsung dengan bagian yang basah.
Dalam video itu, dia menyebut bau pesing itu bukan dari kursinya. Setelah menyadari kursinya terkena urine, ia khawatir penumpang lain mengira dirinya yang mengompol.
Pengalaman tidak menyenangkan itu dibagikan melalui media sosial pada 1 November. Video kejadian tersebut ditonton lebih dari 1,6 juta kali.
British Airways baru merespons unggahan tersebut sekitar lima jam 23 menit setelah video itu viral. Maskapai menyampaikan permintaan maaf dan meminta penumpang mengajukan keluhan resmi melalui situs web.
Sehari berselang, perwakilan BA lainnya meminta detail pemesanan dan mengarahkannya mengikuti menu percakapan untuk terhubung dengan petugas layanan pelanggan.
Insiden kursi pesawat basah oleh urine ternyata bukan pertama kali dilaporkan penumpang British Airways. Pada 2017, seorang penumpang dalam penerbangan dari London menuju Cape Town juga mengaku mendapati kursinya basah oleh urine.
Saat melaporkan kejadian itu, awak kabin disebut hanya memberikan tisu pembersih agar ia membersihkan kursinya sendiri.
Penumpang tersebut akhirnya menutupi kursi dengan kantong plastik dan selimut selama penerbangan yang berlangsung sekitar 11,5 jam.
Setelah mengajukan keluhan, BA awalnya menawarkan 5.000 point reward. Tawaran itu kemudian berubah menjadi voucher senilai 435 pound sterling atau peningkatan kelas penerbangan pada perjalanan berikutnya.
Kasus serupa kembali terjadi pada 2018. Seorang penumpang kelas bisnis dalam penerbangan menuju Jamaika mengaku mendapati bantal, kursi, hingga celananya basah oleh urine. Ia kemudian dipindahkan dari tempat duduk semula sehingga harus terpisah dari istrinya. Sebagai kompensasi, maskapai menawarkan 40.000 poin.
View From The Wing juga memberitakan pengalaman seorang penumpang dalam penerbangan Boston-London Heathrow. Perempuan tersebut mengaku ada penumpang lain yang mengompol di kursi kelas ekonomi premium.


























































