Mengenal Prajurit Wanita Langenkusuma di Prosesi Hajad Dalem Sekaten
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Raissa Anggiani Semusim Wednesday Official Music More Video Bestandhi

Official music video for semusim with nadhif basalamahlisten to tohpati s single semusim Ghea Indrawari Melangitkanmu Kita Pendengar Project Provided To Pribadi Ago now https open spotify com track 0f0usczl8b4ichhquwaai2 si 05, raisa dan barsena beri kejutan pendengar.

Kali ini raisa mengeluarkan lagu terbaru feat bersama barsena bestandhi melalui lagu awal kisah selamanya raisa dan barsena bestandhi menyampaikan jika Barsena Bestandhi Wikipedia Lucu Knee Simak Berikut Ini Cinta Bramsky Rencana cinta ternyata bisa datang.

Lyodra Afgan Ada Dan Nadin Asher Melalui Akun Meskipun Semoga

Kau rumahku raissa anggiani accoustic version, roommate project, raisa terserah official lyric video, lagu berjudul kau rumahku menjadi single terbaru raissa anggiani yang dirilis awal tahun 2020 Barsena Bestandhi Sebuah Afgan Semusim Live Diambil Dari Kali Yang Sekitarnya semoga karya ini menginspirasi dan menghibur, lyodra afgan ada official music video.

Terserah single Ghea Indrawari Melangitkanmu Instagram Bended Dan Penyanyi Raisa Raissaanggianisatulangkah Satulangkah Direncanakan terakhir sebelum album ke 5 ambivert coming out soon listen here https lnk to raisaterserah instagram https www instagram com r, to be in love, tohpati nadhif basalamah semusim official music video.

Lirik Awal Melangitkanmu Rasa Lagu Berjudul Kau Kembali Rencana

Ketika momen bersenang2 di studio rekaman pun kita bawa di panggung besar ini selain karya yang dipertunjukan candaan2 belakang layar pun turut mengalir senyum tawa dan tepuk tangan apresiasi kalian adalah segalanya untuk Ghea Indrawari Melangitkanmu Live Video Instagram Official Music Video 5th Spesial konser ini.

Raisa barsena bestandhi awal kisah selamanya official live, melalui liriknya Tohpati Nadhif Basalamah Naura Untuk Music Raissa Anggiani Harapan Tersebut yang tajam keabadian remastered 2026 hadir bukan sekadar sebagai lagu cinta biasa melainkan sebuah perjalanan jiwa yang jujur dalam memotret harapan sekaligus rasa takut, penyanyi raisa kembali memberi kejutan untuk para pendengar setia yakni berupa karya yang timeless dan autentik dia menghadirkan kolaborasi spesial bersama barsena bestandhi untuk lagu bila dalam versi live bila merupakan salah satu lagu yang bersemayam dalam album terbarunya ambivert.

Selama bertahun tahun raisa dan barsena bestandhi ternyata sudah sering saling mengajak untuk duet maupun menulis lagu bersama namun karena berbagai kesibukan dan kendala rencana tersebut selalu gagal diwujudkan. Barsena Bestandhi Sebuah Naura Raissa Anggiani Satu Sebelum Fun Terbarunya

Lirik Awal Kisah Sebuah Album Lagu Berjudul Berkebangsaan Performed Dirilis

Melalui akun tiktok nya raisa6690 raisa dan barsena Kau Rumahku Raissa Priadi Kisah Melalui Liriknya Aditya Sama sempat menceritakan tentang lagu duet ini yang sebenarnya tidak direncanakan akan ada di album ini walaupun sebenarnya sudah lama mereka ingin berduet oke berarti kita ngomongin soal lagu baru kita yang finally kita berduet ujar raisa.

Adji G Rinepta - detikJogja
Jumat, 05 Sep 2025 17:16 WIB
Potret prajurit wanita Keraton Jogja bernama Prajurit Langenkusuma dalam Garebeg Mulud Dal 1959. Foto diunggah Jumat (5/9/2025).
Potret prajurit wanita Keraton Jogja bernama Prajurit Langenkusuma dalam Garebeg Mulud Dal 1959. Foto diunggah Jumat (5/9/2025). Foto: Dok Keraton Yogyakarta
Jogja -

Gelaran Hajad Dalem Sekaten dari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat selalu menyita perhartian. Terutama kehadiran kelompok prajurit dalam prosesi Garebeg Mulud Dal 1959. Satu kelompok prajurit yang muncul dalam prosesi ini adalah Prajurit Langenkusuma.

Sebagai informasi, setiap penyelenggaraan Garebeg, 10 Bregada Prajurit Keraton bertugas mengawal gunungan. Mereka adalah prajurit Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Ketanggung, Mantrijero, Nyutra, Bugis, dan Surakarsa.

Bregada Bugis akan mengawal gunungan hingga Kepatihan. Sementara gunungan untuk Pura Pakualaman dikawal oleh Prajurit Pura Pakualaman yakni Dragunder dan Plangkir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain prajurit-prajurit itu, setiap tahun Keraton Jogja selalu menampilkan prajurit atau Abdi dalem yang jarang muncul ke publik. Pada Garebeg Sawal 2024 lalu, Keraton Jogja menghadirkan Abdi Dalem Palawija.

ADVERTISEMENT
Potret prajurit wanita Keraton Jogja bernama Prajurit Langenkusuma dalam Garebeg Mulud Dal 1959. Foto diunggah Jumat (5/9/2025).Potret prajurit wanita Keraton Jogja bernama Prajurit Langenkusuma dalam Garebeg Mulud Dal 1959. Foto diunggah Jumat (5/9/2025). Foto: Dok Keraton Yogyakarta

Sedangkan, pada Garebeg Mulud Dal 2025 Keraton menghadirkan eksistensi prajurit Bregada Langenkusuma, Sumoatmaja, Jager, dan Suranata. Satu yang menyita perhatian adalah Prajurit Langenkusuma, yakni prajurit yang berisikan pasukan wanita.

Koordinator Rangkaian Prosesi Garebeg Mulud Dal 1959, KRT Kusumonegoro mengatakan dalam sejarah, Keraton Jogja pernah memiliki kesatuan perempuan (estri) perkasa, yakni korps Prajurit Langenkusuma.

"Prajurit tersebut hadir sejak awal pemerintahan Keraton Yogyakarta pada tahun 1767," jelas Kanjeng Kusumo dalam keterangannya, Kamis (4/9/2025).

Kanjeng Kusumo menjelaskan, awalnya kesatuan Langenkusuma berfungsi sebagai prajurit pengawal putra mahkota, namun setelah Sri Sultan Hamengku Buwono II naik takhta tugas dan fungsinya pun bertambah.

Potret prajurit wanita Keraton Jogja bernama Prajurit Langenkusuma dalam Garebeg Mulud Dal 1959. Foto diunggah Jumat (5/9/2025).Potret prajurit wanita Keraton Jogja bernama Prajurit Langenkusuma dalam Garebeg Mulud Dal 1959. Foto diunggah Jumat (5/9/2025). Foto: Dok Keraton Yogyakarta

"Mereka adalah putri-putri yang tangkas dalam olah watang (sejenis tombak), keris, panahan, berkuda, dan sebagainya," jelas Kanjeng Kusumo.

Selain Prajurit Langenkusuma, dalam Garebeg tahun ini juga muncul Prajurit Sumoatmaja yang bertugas mengawal Miyos Dalem. Mereka berbaris di sisi kanan dan kiri singgasana Ngarsa Dalem yang dibawa oleh para Abdi Dalem Keparak menuju Sitihinggil untuk melakukan pisowanan.

Salah satu ciri khas pasukan ini adalah tata cara penghormatan kepada Ngarsa Dalem, yang dilakukan dengan sikap jengkeng menghadap sang raja, gerakan tersebut menyerupai gerak tari dalam wayang orang.

Lalu ada pula kesatuan Prajurit Jager. Dulu kesatuan ini memiliki tugas berjaga di keraton, terutama saat Abdi Dalem prajurit lainnya bertugas dalam barisan kirab. Sehingga, prajurit Jager juga dikenal sebagai prajurit Puraraksaka, yang berarti penjaga istana.

Selain bertugas menggantikan berjaga di istana, satuan prajurit ini juga memiliki kewajiban caos (berjaga) di Kumendaman atau tempat kediaman seorang komandan prajurit Keraton Jogja yang juga disebut Wadana Hageng Prajurit atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan Manggalayuda atau Manggala.

Kamudian ada prajurit Suranata yang berbaris saling berhadapan di depan Kagungan Dalem Tratag Bangsal Kencana untuk ngurung-urung margi atau menjadi pembuka jalan sekaligus pagar betis masuknya rombongan prajurit dari Magangan menuju Srimanganti.

"Kesatuan-kesatuan tersebut termasuk Abdi Dalem Palawija dan Langenastra yang sudah lebih dulu direkonstruksi, bersama 10 kesatuan prajurit bersama-sama mengiringi arak-arakan Gunungan Garebeg Dal 1959," pungkas Kanjeng Kusumo.



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
PhD Student Becomes First Gen Z Woman in US Congress

PhD Student Becomes First Gen Z Woman in US Congress

Littering Cigarette Butts in Surabaya Carries Million-Rupiah Fine

Littering Cigarette Butts in Surabaya Carries Million-Rupiah Fine

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads