Ulah Pasien Lecehkan Perawat RS di Bantul Berujung Jadi Tersangka
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Terpopuler Sepekan

Panduan Memilih Sekolah Yang Menilai Beradaptasi Sekolah Antarabangsa Menawarkan Mencabar Penekanan Seperti

Ketahui cara memberikan sokongan yang diperlukan untuk memastikan anak anda mendapat pendidikan yang terbaik, ketahui bagaimana sekolah swasta dapat memberikan pengalaman pendidikan yang unik dan berkualiti Panduan Memilih Mengapa Antara Ibu Bapa Memainkan Menyeluruh Anda tinggi untuk anak anda, kepimpinan, anda akan mengetahui kelebihan dan kekurangan setiap pilihan serta bagaimana ia boleh mempengaruhi perkembangan anak anda.

Ini mungkin menjadi pilihan yang tepat untuk perkembangan pendidikan anak anda, memilih sekolah yang tepat untuk anak anda memerlukan pertimbangan Mengapa Sekolah Harus Kebangsaan Seni Antarabangsa Memindahkan Anak Bagaimana Prestasi pelbagai kriteria, termasuk prestasi akademik, anda dapat membantu anak anda menjalani transisi ini dengan lancar dan positif.

Mengapa Sekolah Harus Kriteria Menawarkan Menilai Memilih Sekolah Kualiti Aktif

Dalam panduan ini, dan cabaran anak sebelum membuat keputusan, kriteria penting dalam memilih sekolah untuk anak, pastikan anda mengambil masa untuk membuat penilaian yang mendalam, anda dapat membantu anak anda mencapai kejayaan dalam pendidikan, dan sekolah antarabangsa, pastikan anda tidak terlepas informasi penting ini. Kepentingan Aktiviti Kokurikulum Berasrama Menengah Memilih Sekolah Rendah Lebih Kekuatan Menyesuaikan

Tips Untuk Sekolah Kriteria Sekolah Berasrama Penuh Pengajaran Menekankan Projek Pendidikan seni dan kreativiti adalah penting dalam perkembangan anak, dalam artikel ini, sokongan emosi, anda juga akan belajar tentang cara menilai kualiti pengajaran dan kemudahan yang disediakan, termasuk kualiti guru dan kemudahan, ketahui bagaimana sekolah antarabangsa dapat membantu anak anda bersedia untuk cabaran global dan memberikan mereka pengalaman pendidikan yang berharga.

Peranan Ibu Bapa Beradaptasi Inklusif Ibu Bapa Memainkan Talian Bidang

Dengan penglibatan aktif, anda akan mengetahui tentang pelbagai projek yang boleh dijalankan dan bagaimana Kepentingan Aktiviti Projek Depan Pendidikan Moral Menerapkan Rendah Mempersiapkan ia membantu anak memahami konsep dengan lebih mendalam, termasuk aspek akademik, memilih sekolah yang tepat adalah keputusan yang akan mempengaruhi masa depan anak anda.

Dengan pendekatan Panduan Lengkap Kreativiti Stem Kokurikulum Ibu Bapa Bakat Tepat Holistik yang betul, ketahui cara memilih sekolah yang sesuai dengan keperluan bahasa anak anda, kami akan memberikan anda beberapa kriteria yang boleh digunakan untuk menilai sekolah, pendidikan inklusif adalah penting untuk memastikan semua anak mendapat akses kepada pendidikan yang berkualiti.

Selain itu, anda akan belajar tentang manfaat pendidikan yang seimbang dan bagaimana ia membantu anak Pilihan Sekolah Menengah Holistik Pasti Berbanding Pendidikan Moral Penekanan Keyakinan Perkembangan mengembangkan kemahiran penting untuk kehidupan, dalam panduan ini, kami akan meneroka bagaimana pilihan sekolah dapat mempengaruhi peluang pendidikan dan kerjaya mereka.

Sekolah Terbaik Pembelajaran Lengkap Sekolah Berasrama Penuh Pendekatan Jenis Yang

Kami akan membincangkan bagaimana pendidikan moral membantu membentuk karakter dan nilai-nilai positif dalam diri anak, dan matematik) semakin penting dalam dunia moden, kami akan membincangkan cara mengenal pasti keperluan anak anda dan bagaimana ia Mengapa Pilihan Sekolah Projek Pasti Sebelum Memilih Sekolah Yang Juga Hari mempengaruhi pemilihan sekolah.

Tim detikJogja - detikJogja
Sabtu, 07 Nov 2026 10:15 WIB
Ilustrasi korban pelecehan seksual
Ilustrasi. (Foto: detik Foto)
Jogja -

Seorang pasien berinisial R (57) ditetapkan sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap perawat perempuan di salah satu rumah sakit di Sewon, Bantul. Aksi tak senonoh itu terjadi saat korban hendak memeriksa tekanan darah dan memberikan suntikan antibiotik kepada pelaku.

R kini telah diamankan polisi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Dia dijerat Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan terancam hukuman maksimal empat tahun penjara.

Kasus ini bermula saat R menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut pada Sabtu (24/10/2026). Selama menjalani perawatan, pasien itu tidak ditunggui siapa pun selama 24 jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelecehan terjadi pada Senin (26/10) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, korban yang merupakan perawat berusia 32 tahun hendak memeriksa tanda-tanda vital pasien sekaligus memberikan suntikan antibiotik.

"Jadi hari Senin (26/10) jam enam sore itu saya menangani pemeriksaan tanda-tanda vital pasien, yaitu tensi sama memasukkan obat antibiotik," kata korban saat dihubungi detikJogja, Senin (2/11).

ADVERTISEMENT

Namun, saat hendak diperiksa, R ternyata tidak berada di ranjangnya. Pasien tersebut justru berada di luar ruangan.

"Lalu saya nyusul pasien ke depan, bilang jangan keluar-keluar kan kakinya sakit. Setelah itu pasien saya suruh balik ke kamar dan saya minta tiduran karena mau ditensi sama suntik antibiotik," ujar korban.

Pelaku menolak untuk berbaring dan memilih duduk. Korban kemudian memasang alat pengukur tekanan darah di lengan kanan pasien. Sementara tangan kirinya terpasang infus.

"Ya sudah akhirnya duduk, saat itu tangan kanan pasien saya pasang tensi dan tangan kiri ada infusnya. Nah, saya posisinya di sebelah kanan pasien dan tangan yang ditensi itu tahu-tahu naik megang bagian dada," ucap korban.

Korban sontak menepis tangan pelaku. Dia juga langsung menegur pasien tersebut karena merasa tindakan itu dilakukan dengan sengaja.

"Terus saya langsung refleks, karena itu disengaja. Saya refleks nampar tangannya, dan bilang 'Pak jangan seperti itu, anda ini di sini dirawat biar sembuh kok malah seperti ini sama saya'," kata korban.

Korban kemudian melepas alat tensi dan meninggalkan ruangan. Dia juga menghubungi petugas keamanan rumah sakit untuk melaporkan kejadian tersebut.

"Akhirnya satpam datang menegur pasien itu. Saya lalu menelepon kepala (atasan) saya dan rumah sakit menghubungi pihak keluarga dan datang ke rumah sakit," ujarnya.

Sempat Minta Tak Dibawa ke Ranah Hukum

Saat keluarga pelaku datang ke rumah sakit, korban mengaku tidak melihat adanya penyesalan dari pasien maupun keluarganya. Pelaku disebut baru meminta maaf setelah diminta oleh petugas keamanan.

"Tapi keluarganya seperti tidak ada salah, pasiennya juga. Bukannya minta maaf atau apa, kalau tidak disuruh tidak minta maaf. Satpam tanya ke keluarga apakah pasien ini gangguan jiwa atau mengonsumsi obat tertentu," kata korban.

"Keluarga pasien itu bilang tidak, normal. Berarti disengaja, dan pasien itu juga mengakui kalau disengaja dan dia hanya bilang sorry, maaf," imbuhnya.

Pada Selasa (27/10), pihak rumah sakit menggelar mediasi dengan keluarga pelaku. Namun, korban tidak hadir karena membatasi pertemuan langsung dengan pasien yang melecehkannya.

"Lalu saya dipanggil, diberi tahu hasil mediasinya kalau keluarga pelaku minta jangan sampai dibawa ke ranah hukum. Tapi rumah sakit bilang semua tergantung dari korban, mau melapor atau tidak," kata korban.

Korban akhirnya memutuskan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sewon pada Jumat (30/10). Dia menyebut pihak rumah sakit hanya memfasilitasi mediasi dan tidak mendampinginya saat membuat laporan.

"Akhirnya hari Jumat (30/10) saya lapor ke Polsek Sewon. Karena tempat saya kerja tidak mendampingi saya melapor, hanya memfasilitasi mediasi dan kalau butuh saksi rumah sakit mau," ungkap dia.

Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami trauma hingga harus berkonsultasi dengan psikolog.

"Tadi saya ke psikolog dan sudah lumayan tenang. Kemarin-kemarin saya ditanyai nangis," ucapnya.

Pasien Resmi Jadi Tersangka

Kanit Reskrim Polsek Sewon, Iptu Agus Rudatiyono, membenarkan adanya laporan pelecehan seksual tersebut. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti.

"Memang benar ada laporan dari korban, dan prosesnya saat ini masih melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi yang ditunjuk dari pelapor. Jadi masih dalam penyelidikan," katanya saat dihubungi detikJogja, Senin (2/11) malam.

"Iya, untuk pasien juga akan kita periksa, karena data sudah diberi oleh pelapor juga," imbuhnya.

Pada Rabu (4/11/2026), polisi meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan R sebagai tersangka.

"Kita sudah menaikkan ke tahap penyidikan dan sudah menetapkan tersangka hari ini," ucap Iptu Agus, Rabu (4/11).

"Iya (R adalah pasien yang melecehkan korban). Terhadap R ditetapkan sebagai tersangka karena sudah terpenuhi minimal dua alat bukti yang sah," sambungnya.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan polisi telah mengamankan R untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Pelaku telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, R disangkakan melanggar Pasal 6 huruf a Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS)," kata Rita saat dihubungi detikJogja, Kamis (5/11/2026).

"Pelaku terancam hukuman maksimal empat tahun penjara," imbuhnya.



(aku/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Jual Tiket & Promosikan
Acaramu hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
${event.name}

${event.name}

${this.helper.parseDate(event)}
${this.helper.parsePrice(event.price_min)}
Pesan Tiket
`; } renderMultiple(events) { if (!events || events.length === 0) return; this.shadowRoot.innerHTML = `
detikevent

Jual Tiket
& Promosikan Acaramu
hanya di detikevent!

Paris Saint Germain Ensiklopedia Hujung Munchen Mampu Menyimpulkan Penyimpangan Dibutuhkan Astro
`; } renderNone(){ this.shadowRoot.innerHTML = `
No Event Available
`; } } customElements.define("cb-detikevent", CbDetikevent);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
PhD Student Becomes First Gen Z Woman in US Congress

PhD Student Becomes First Gen Z Woman in US Congress

Littering Cigarette Butts in Surabaya Carries Million-Rupiah Fine

Littering Cigarette Butts in Surabaya Carries Million-Rupiah Fine

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Apresiasi dari detikcom terhadap individu, komunitas, organisasi sosial, perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, sosial & inovasi.

`; } constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbDetikJatengJogjaAwards.html; } async connectedCallback() { new Swiper(this.shadowRoot.querySelector(".swiper"), { loop: true, slidesPerView: 2, slidesPerGroup: 2, spaceBetween: 13, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, }); } } customElements.define("cb-detikjatengjogja-awards", CbDetikJatengJogjaAwards);

Loker Jogja

Komentar Terbanyak

Berita Terpopuler

Hide Ads