- Cara Mengecek Legalitas Travel Umrah 1. Cek Legalitas Travel Melalui Aplikasi Satu Haji 2. Cocokkan Nama Travel dengan Badan Usaha yang Terdaftar 3. Periksa Status Izin dan Akreditasi Travel 4. Pastikan Travel Memiliki Kantor dan Alamat yang Jelas 5. Jangan Tergiur Harga Paket yang Terlalu Murah 6. Pastikan Jadwal Keberangkatan dan Fasilitas Tertulis dalam Kontrak
Memilih biro perjalanan atau travel umrah tidak boleh sembarangan. Calon jemaah wajib memastikan penyelenggara perjalanan memiliki izin resmi dari pemerintah agar terhindar dari penipuan.
Hal ini menjadi penting karena saat ini sangat banyak tawaran paket umrah dengan harga murah dan berbagai fasilitas menarik. Tidak sedikit masyarakat yang tergiur promosi tanpa memeriksa legalitas biro perjalanan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara aturan resmi, travel yang menyelenggarakan perjalanan ibadah umrah harus memiliki izin sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Izin ini menjadi salah satu bentuk perlindungan bagi jemaah dalam memperoleh layanan perjalanan ibadah.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga telah menyediakan layanan digital untuk membantu masyarakat memeriksa legalitas penyelenggara umrah. Salah satunya melalui aplikasi Satu Haji.
Cara Mengecek Legalitas Travel Umrah
1. Cek Legalitas Travel Melalui Aplikasi Satu Haji
Cara pertama yang dapat dilakukan calon jemaah adalah memeriksa status perizinan travel melalui aplikasi Satu Haji milik Kemenhaj.
Dalam aplikasi ini terdapat informasi mengenai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), termasuk identitas perusahaan, status perizinan, dan akreditasinya.
Mengutip informasi yang dirilis Kemenhaj, berikut langkah-langkah pengecekannya:
1. Unduh aplikasi Satu Haji melalui Google Play Store.
2. Buka aplikasi, kemudian masuk ke menu Layanan.
3. Pilih menu Umrah & Haji Khusus.
4. Klik bagian Penyelenggara Umrah (PPIU).
5. Cari nama travel melalui kolom pencarian atau gunakan filter berdasarkan provinsi.
6. Pilih nama perusahaan yang ingin diperiksa untuk melihat informasi perizinannya.
Melalui layanan tersebut, calon jemaah dapat mengetahui nama perusahaan, nomor dan tanggal Surat Keputusan (SK), nama direktur, nilai akreditasi, alamat kantor, nomor telepon, serta status penyelenggara.
Pastikan travel yang dipilih tercatat sebagai PPIU dengan status perizinan yang masih berlaku.
2. Cocokkan Nama Travel dengan Badan Usaha yang Terdaftar
Calon jemaah juga perlu memperhatikan kesesuaian identitas travel dengan data perusahaan yang tercatat di pemerintah. Sebab, nama merek yang digunakan untuk promosi belum tentu sama dengan nama badan usaha pemegang izin PPIU.
Misalnya, sebuah biro perjalanan menggunakan nama merek tertentu dalam iklan, tetapi izin operasionalnya tercatat atas nama perseroan terbatas (PT) yang berbeda. Karena itu, jangan hanya mencari nama merek travel. Mintalah pihak penyelenggara menunjukkan nama badan usaha, nomor izin PPIU, dan dokumen pendukung lainnya.
Setelah itu, cocokkan informasi tersebut dengan data yang muncul di aplikasi Satu Haji. Apabila terdapat perbedaan nama perusahaan, alamat, atau nomor izin, jangan terburu-buru melakukan pembayaran sebelum mendapatkan penjelasan dan konfirmasi resmi.
3. Periksa Status Izin dan Akreditasi Travel
Calon jemaah harus memeriksa apakah perusahaan tersebut benar-benar memiliki izin PPIU dan bagaimana status perizinannya.
Selain itu, perhatikan pula nilai akreditasi yang tercantum dalam aplikasi Satu Haji. Informasi tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk menilai kualitas penyelenggara.
Jangan mengabaikan status izin hanya karena travel memiliki kantor mewah, banyak pengikut media sosial, atau sering mengiklankan keberangkatan jemaah.
4. Pastikan Travel Memiliki Kantor dan Alamat yang Jelas
Calon jemaah sebaiknya mencari tahu alamat kantor operasional penyelenggara dan memastikan tempat tersebut benar-benar ada. Jika memungkinkan, kunjungi kantor untuk bertemu langsung dengan pengelola atau petugas yang bertanggung jawab.
5. Jangan Tergiur Harga Paket yang Terlalu Murah
Calon jemaah perlu berhati-hati jika menemukan penawaran dengan harga jauh di bawah harga pasaran. Karena harga yang tidak masuk akal dapat menjadi salah satu indikasi adanya masalah dalam penyelenggaraan perjalanan.
Sebelum mendaftar, mintalah rincian biaya secara tertulis. Periksa apakah harga paket sudah mencakup tiket pesawat, visa, hotel, konsumsi, transportasi, pembimbing ibadah, dan perlindungan jemaah.
Bandingkan pula harga dari beberapa travel yang telah memiliki izin resmi. Jangan langsung mentransfer uang hanya karena mendapatkan penawaran diskon dengan batas waktu tertentu.
6. Pastikan Jadwal Keberangkatan dan Fasilitas Tertulis dalam Kontrak
Sebelum membayar biaya umrah, calon jemaah sebaiknya meminta perjanjian tertulis yang menjelaskan seluruh layanan perjalanan.
Dokumen tersebut setidaknya memuat informasi mengenai:
- Nama penyelenggara dan identitas perusahaan.
- Harga paket dan rincian biaya.
- Jadwal keberangkatan serta kepulangan.
- Maskapai dan rute penerbangan.
- Nama serta lokasi hotel di Makkah dan Madinah.
- Fasilitas konsumsi dan transportasi.
- Layanan pembimbing ibadah.
- Ketentuan pembatalan dan pengembalian dana.
Jangan hanya mengandalkan janji yang disampaikan melalui percakapan lisan, pesan teks atau media sosial. Pastikan seluruh fasilitas yang ditawarkan tercantum dalam dokumen perjanjian.




































































