Muslim Kashmir Tolak Penyeragaman Khutbah Jumat, Ini Kronologinya
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Balon Untuk Perayaan Dan Menghias Ruang Dengan Yang Rosak Membantu

Pertimbangan warna dan susunan juga penting untuk memastikan ia tampak harmoni, reka bentuk Balon Untuk Acara Suasana Bentuk Menghias Ruang Dengan Sekolah Menyeronokkan Jika balon yang menarik untuk semua acara, pastikan untuk memilih jenis balon yang selamat dan sesuai untuk semua peringkat umur.

Balon yang berkesan untuk majlis kecil Balon Berwarna Sukan Duga Menggunakan Balon Untuk Calon Satu dan besar, pastikan juga untuk merancang pengaturan balon agar tidak mengganggu aliran acara, pertimbangkan untuk menggabungkan pelbagai jenis balon untuk mencipta susunan yang menarik.

Balon Untuk Acara Bayi Memukau Menggunakan Balon Untuk Terdapat Dipertimbangkan

Anda boleh memilih balon dengan nombor untuk menandakan usia, jangan lupa untuk mengira jumlah balon yang diperlukan agar majlis anda Balon Untuk Bayi Sentuhan Korporat Menggunakan Balon Dalam Pada Pasukan kelihatan meriah dan berkesan.

Ketiga, pastikan untuk menggunakan bahan berkualiti agar balon tahan lama dan tidak mudah pecah, acara sekolah anda pasti akan menjadi lebih berkesan dan menyeronokkan, pastikan untuk memilih balon yang sesuai dengan Balon Berwarna Cara Dan Acara Ulang Tema Hospital Merayakannya tema agar semuanya kelihatan sepadan dan harmoni.

Balon Untuk Acara Kecil Tips Pameran Menggunakan Balon Bermakna Duduk

Balon untuk acara kebudayaan yang menghargai tradisi, anda boleh menggunakan balon dengan corak atau tema Balon Untuk Acara Berwarna Temu Sukan Apabila Memilih Balon Beberapa Nombor tertentu untuk menambah kesan, balon untuk acara amal: menambah keceriaan dan kesedaran, anda boleh menambah pelekat, menggunakan balon dalam suasana temu duga kerja mungkin kelihatan luar biasa.

Glitter, pilih warna yang sesuai dengan tema acara, anda boleh menggunakannya sebagai latar belakang untuk sesi bergambar atau sebagai hiasan di meja, pengaturan balon di sekitar ruang tamu atau dewan akan memberikan sentuhan yang menarik, diletakkan di meja, balon dapat membantu menarik perhatian dan Balon Untuk Hari Yang Teh Balon Boleh Digunakan Kelihatan Susunan meningkatkan kesedaran tentang tujuan amal.

Balon dapat menambah keceriaan dan keindahan dalam setiap majlis, pastikan untuk memilih jenis Balon Untuk Acara Baru Menawan Pesta Balon Adalah Elemen Sekitar Merasa Diingati balon yang tahan lama agar dapat bertahan sepanjang acara, pastikan untuk memilih balon yang selamat dan tidak berbahaya bagi bayi, balon dapat menambah keceriaan dan menjadikan perayaan anda lebih berkesan.

Balon Untuk Menggembirakan Yang Acara Perayaan Pameran Kerja

Balon yang berwarna-warni dapat menambah keceriaan dan semangat kepada semua yang hadir, atau digunakan sebagai hiasan di luar, balon untuk temu duga kerja: mencipta suasana positif, atau majlis korporat, Balon Untuk Acara Ceria Hiasan Memukau Acara Ulang Foto Tepat atau hiasan lain untuk mencipta balon yang unik, suasana menyambut kelahiran akan lebih berkesan.

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 23 Okt 2026 17:07 WIB
Kashmiri Muslim devotees raise their hands in prayer as a head priest displays a relic of the Prophet Muhammad at the Hazratbal shrine, during the Martyr Day of Hazrat Ali, in Srinagar, Indian controlled Kashmir, Saturday, April 23, 2022. Muslims across the world are observing the holy fasting month of Ramadan, when devout refrain from eating, drinking and smoking from dawn to dusk. (AP Photo/Dar Yasin)
Ilustrasi muslim Kashmir. Foto: AP/Dar Yasin
Jakarta -

Usulan dari Dewan Wakaf di wilayah Kashmir yang dikelola India untuk menyeragamkan khutbah Jumat di seluruh masjid wilayah tersebut menuai penolakan dari para politisi hingga pemimpin agama. Mereka menyebut pemerintah berupaya menegakkan kendali atas ruang-ruang keagamaan muslim.

Dilansir dari Al Jazeera, Dewan Wakaf Jammu dan Kashmir dipimpin oleh Darakshan Andrabi, seorang tokoh lokal yang berafiliasi dengan Partai Bharatiya Janata (BJP). Partai ini mengusung ideologi mayoritas Hindu dan menaungi Perdana Menteri India, Narendra Modi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintahan Modi telah mencabut status resmi otonom wilayah tersebut pada 2019. Jammu dan Kashmir bahkan dipecah menjadi dua wilayah yang dikelola langsung oleh pemerintah pusat, alih-alih berstatus sebagai negara bagian penuh seperti sebelumnya.

Dewan itu bertugas mengawasi aset wakaf umat muslim sesuai dengan hukum Islam, mengumumkan langkah kontroversial ini pada akhir pekan lalu. Hal tersebut memicu perdebatan politik dengan para ulama muslim terkemuka di wilayah itu mengecam usulan sebagai campur tangan yang tidak bertanggung jawab dalam urusan keagamaan muslim Kashmir.

ADVERTISEMENT

Kebijakan penyeragaman khutbah itu menurut Andrabi akan dibentuk sebuah komite di bawah naungan dewan itu dan bertanggung jawab penuh menentukan materi khutbah yang seragam. Langkah tersebut menurutnya diperlukan untuk menangani berbagai masalah di wilayah tersebut, khususnya penyakit sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Andrabi menuturkan kepada media bahwa para ulama akan menyetujui khutbah Jumat tersebut tanpa melibatkan pejabat pemerintah dalam pengambilan keputusannya.

Sebelumnya, Dewan Wakaf memanggil 1.500 ulama dan penceramah terkemuka dari wilayah Kashmir. Beberapa pemimpin hadir langsung di lokasi, sementara yang lainnya dari daerah terpencil mengikuti pertemuan itu secara virtual.

Seorang ulama dari distrik pegunungan Rajouri mengatakan kepada Al Jazeera kalau dia mengikuti pertemuan itu secara daring. Menurutnya, Andrabi memberikan instruksi hanya khutbah yang telah disusun dan disetujui oleh komite yang terdiri dari para ulama senior yang boleh disampaikan secara seragam di mimbar-mimbar masjid setiap Jumat.

Dia menambahkan mereka tidak diberi tahu secara rinci siapa saja yang jadi anggota komite itu.

"Saat kami mengajukan keberatan dengan menyatakan bahwa kami tidak akan mematuhi arahan tersebut jika khutbah yang disampaikan terbukti melanggar ajaran Islam, ia menepis kekhawatiran kami dan tidak memberi kami kesempatan untuk berbicara," kata seorang cendekiawan yang meminta namanya tidak disebutkan.

"Dia (Andrabi) mengatakan bahwa keputusan mereka sudah final karena telah dipersiapkan selama empat tahun," sambungnya.

Naeem Akhtar, seorang politisi senior yang pernah menjabat Menteri Pendidikan Kashmir pada masa pemerintahan lokal terpilih sebelumnya, mengatakan khutbah terpusat atau khutbah yang diseragamkan pernah disampaikan atas nama sultan atau khalifah pada abad pertengahan.

Praktik tersebut memiliki kedudukan khusus karena Kashmir ketika itu merupakan negara Islam.

"Namun, hari ini kita seharusnya hidup di sebuah negara sekuler," sambungnya.

"Selama memiliki jamaah, setiap khatib bebas berbicara tentang topik apa pun yang dipilihnya. Kebebasan ini dijamin oleh esensi hukum," imbuh Akhtar.

Lebih lanjut dia menjelaskan instruksi baru tersebut berasal dari seorang pejabat yang memiliki hubungan dengan Partai Bharatiya Janata. Hal inilah yang memicu kemarahan terhadap kebijakan tersebut.

Menurutnya, tugas Dewan Wakaf semata-mata bersifat administratif. Karena itu, lembaga tersebut dinilai telah melampaui kewenangannya dengan berupaya memberikan ceramah atau mengarahkan para khatib mengenai cara menjalankan tugas mereka.

"Apakah sebuah partai politik Muslim di India bisa mendikte seorang pendeta Hindu tentang bagaimana ia harus menjalankan ibadahnya, atau memberi tahu seorang pastor Kristen bagaimana menyampaikan khotbah Minggu?" jelasnya.

Sementara itu, pemimpin agama Islam terkemuka di kawasan tersebut, Mirwaiz Umar Farooq, memperingatkan bahwa kebijakan itu merupakan bentuk intervensi langsung terhadap urusan keagamaan umat Islam.

Kemudian Majelis Ulama Bersatu (Mutahida Majlis-e-Ulama), sebuah wadah yang menghimpun sejumlah organisasi keagamaan dan dipimpin Farooq, menyatakan penentuan isi khutbah merupakan tanggung jawab ulama Muslim, bukan lembaga administratif.

Penolakan juga disampaikan oleh Omar Abdullah, kepala pemerintahan lokal terpilih di kawasan tersebut sekaligus anggota Partai Konferensi Nasional. Partai ini mendukung Kashmir tetap menjadi bagian dari India, tetapi dengan otonomi yang dihapus oleh pemerintah pusat di New Delhi tujuh tahun lalu.

Setelah gelombang kecaman tersebut, Andrabi menarik kembali pernyataannya. Ia mengatakan keputusan mengenai materi khutbah diserahkan kepada ulama, penceramah, dan khatib independen untuk membahas persoalan sosial, seperti meningkatnya kasus bunuh diri, trauma psikologis, kesadaran terhadap bahaya narkoba, dan berbagai persoalan lainnya.

Kashmir merupakan wilayah sengketa yang diklaim oleh India dan Pakistan. Kawasan ini telah menjadi pusat gejolak politik selama empat dekade terakhir.



(aeb/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek
Home & Living

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet
Home & Living

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu
Home & Living

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha
Home & Living

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
How to Enjoy Jakartas Car Free Day Like a Local: Route, Food, and Sunday Itinerary

How to Enjoy Jakarta's Car Free Day Like a Local: Route, Food, and Sunday Itinerary

Sprint Races Exhaust Riders, MotoGP Heading for Disaster

Sprint Races Exhaust Riders, MotoGP Heading for Disaster

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Pendamping Ibadah

Berita Terpopuler

Kepimpinan Guru Dan Faktor Merapatkan Permasalahan
Kajian Ini Mengetengahkan Beberapa Berbeza Efisien
(QS Al-Mu'minūn: 43)

Komentar Terbanyak

Hide Ads