Buku Minor Detail karya Adania Shibli jadi salah satu buku yang laris dibeli para pengunjung Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2026. Buku itu bercerita tentang kekejaman tentara Israel warga Palestina keturunan Arab pada 1949.
"Karena cerita soal Palestina hingga sekarang masih relevan," kata Sadia Chaudry, pengunjung UWRF 2026 asal London, Inggris, ditemui detikBali di Ubud, Gianyar, Kamis (22/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sadia mempelajari tentang kesusastraan Israel dan Palestina sejak di bangku kuliah 20 tahun lalu. Baginya, topik tentang penderitaan Palestina selalu menarik untuk diketahui
Kini, saat bertemu langsung dengan Adania, membuatnya ingin membeli buku itu. Selain itu, baginya konflik Palestina-Israel masih menjadi topik menarik untuk menggugah banyak orang tentang kekejaman satu etnis terhadap etnis lain.
"Saat masih kuliah, saya ambil jurusan Sastra Palestina Israel. Sekarang, penulisnya hadir di sini dan saya penasaran ingin membaca buku Minor Detail itu," kata Sadia.
"Adania itu penulis Palestina dan kita perlu mendengar langsung dari orang Palestina," imbuhnya.
Ardy Rinaldy setali tiga uang. Pengunjung asal Seminyak, Kabupaten Badung, itu tertarik dengan konflik Palestina-Israel dari sudut pandang seorang Palestina melalui buku itu.
"Mendengar langsung dari penulisnya bagaimana membangkitkan kesadaran, menggugah empati, dan aksi nyata," kata Ardy.
Dia mengatakan cerita sejarah tentang warga Palestina yang terpaksa menyebut diri mereka The Sad Orange selama dominasi Israel sejak 1948, adalah satu hal menarik. Karenanya, dirinya mengaku ingin membaca buku itu untuk mengenal cara Adania menyikapi penderitaan bangsanya di bawah dominasi Israel.
"Saya tidak begitu mengenal penulisnya. Karenanya saya membeli bukunya untuk mengetahui cara berpikir dia," katanya.
detikBali sempat menemui Adania. Namun, penulis itu enggan berkomentar tentang isi bukunya. "Saya tidak bisa bicara banyak. Baca dahulu buku saya, besok kita bertemu dan bicara soal itu," kata Adania.
Adapun, sinopsis buku Minor Detail menceritakan tentang peristiwa pengusiran 700 ribu warga Palestina beretnis Arab di wilayah Gurun Negev atau Gurun Neqeb dalam bahasa Arab pada 1949. Buku dapat dibeli di UWRF 2026 yang digelar di Taman Baca Ubud yang dibanderol seharga Rp 364 ribu.
Tak hanya Minor Detail. Sejumlah buku karya penulis Indonesia juga laris di UWRF 2026. Dua di antaranya adalah buku Kembang karya Oka Rusmini dan buku Creepy Case Club karya Rizal Iwan.

















































