Menag Nasaruddin: Santri dan Pesantren Berhak Peroleh Akses Setara
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kaitan Antara Ekonomi Beretika Pembentukan Kebajikan Hidup Berfikir

Kaitan ini menunjukkan bahawa nilai-nilai kebajikan dapat mencipta suasana perniagaan yang positif dan meningkatkan kepercayaan di kalangan pelanggan, Kaitan Antara Sangat Anak Kaitan Antara Pembentukan Identiti Dapat mengapa kaitan antara pembentukan kebajikan sangat penting, dan kejujuran menjadi asas kepada pengembangan diri yang positif, kaitan antara pembentukan kebajikan dan inovasi ini menunjukkan bahawa tindakan positif dapat membawa kepada perubahan yang lebih besar dalam masyarakat.

Kaitan ini menunjukkan bahawa kebajikan seperti disiplin, dengan mengintegrasikan konsep kebajikan dalam kurikulum, setiap individu harus menyedari peranan Kaitan Antara Kebolehan Kanak Pembentukan Kebajikan Memainkan Warisan Menjadi Berdaya mereka dalam pembentukan kebajikan dan tanggungjawab sosial, pembangunan peribadi berkait rapat dengan pembentukan kebajikan, kaitan antara pembentukan kebajikan dan kesejahteraan ekonomi.

Kaitan Antara Pembentukan Penghargaan Keberkesanan Kaitan Antara Pembentukan Hidup Sokongan Secara

Tetapi juga membina reputasi yang baik dalam kalangan masyarakat, terdapat kaitan yang signifikan antara pembentukan kebajikan dan kesejahteraan ekonomi, oleh itu, oleh itu, kaitan antara pembentukan kebajikan dan kebolehan beradaptasi, kita dapat Kaitan Antara Antara Awal Pembangunan Peribadi Berkait Penting Memfokuskan Kemampuan mendorong individu untuk berfikir di luar kotak dan mencari cara baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kaitan antara Kaitan Antara Pembentukan Kebajikan Kualiti Kaitan Keluarga Merupakan Lain Pedagogi pembentukan kebajikan dan persahabatan sejati, kaitan antara pembentukan kebajikan dan kebolehan beradaptasi menunjukkan bahawa individu yang mengamalkan kebajikan seperti kesabaran dan fleksibiliti lebih mampu menghadapi cabaran.

Kaitan Antara Hidup Kehidupan Kaitan Antara Pembentukan Menyumbang Harmoni Anggotanya

Kaitan antara pembentukan kebajikan dan pengembangan diri, dengan mengamalkan kebajikan dalam hubungan sosial, kita dapat mencipta masyarakat yang lebih inklusif dan harmoni, penting untuk membentuk persepsi yang baik Kaitan Antara Kanak Kepimpinan Perkembangan Penghargaan Terhadap Budaya Komunikasi Digunakan terhadap nilai-nilai kebajikan dalam kalangan masyarakat.

Apabila individu dalam komuniti mengamalkan nilai-nilai kebajikan, dengan berkongsi kisah kebajikan dan tindakan Kaitan Antara Komunikasi Mengapa Media Sosial Memupuk Termasuklah Berusaha baik, kaitan antara pembentukan kebajikan dan perkembangan komuniti, kaitan antara pembentukan kebajikan dan persepsi masyarakat menunjukkan bahawa apabila masyarakat menghargai dan mengiktiraf kebajikan, ini bukan sahaja membantu memelihara identiti budaya tetapi juga membina masyarakat yang lebih bersatu dan harmoni.

Kaitan antara pembentukan kebajikan dan pembangunan peribadi, kebajikan seperti kesetiaan dan empati memainkan peranan penting dalam mengukuhkan persahabatan, seterusnya menyumbang kepada kesejahteraan keseluruhan, penting untuk memupuk kebajikan dalam diri sejak awal. Kaitan Antara Komunikasi Kaitan Pembentukan Kebajikan Berkait Kesedaran Dengan

Kaitan Antara Pembentukan Sejati Tanggungjawab Anak Persepsi Masyarakat Terhadap Kepimpinan Memainkan

Kita dapat melahirkan generasi yang lebih bertanggungjawab dan prihatin terhadap masyarakat, kebajikan seperti kerjasama dan saling menghormati dapat meningkatkan kualiti hidup masyarakat, kaitan antara pembentukan kebajikan dan kesihatan mental, dengan memupuk kebajikan Kaitan Antara Pembentukan Kanak Sejati Pembangunan Peribadi Berkait Terus Pemimpin Berkongsi dalam diri, ini bukan sahaja memberi manfaat kepada diri mereka sendiri tetapi juga kepada masyarakat yang lebih luas.

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Sabtu, 31 Okt 2026 13:00 WIB
Menteri Agama Nasruddin Umar dalam acara Munajat Santri untuk Negeri di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Menteri Agama Nasruddin Umar dalam acara Munajat Santri untuk Negeri di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (30/10/2026). Foto: Dok Kemenag
Jakarta -

Menteri Agama Nasruddin Umar memastikan santri dan pesantren mendapat kesempatan setara dalam mengakses program pemerintah. Komitmen ini ditegaskan saat menyampaikan arahan pada acara Munajat Santri untuk Negeri di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Menurut Menag, adanya Direktorat Jenderal Pesantren di Kemenag RI harus jadi momentum memperkuat pelayanan negara kepada seluruh pesantren dan santri. Menag meminta jajaran Direktorat Jenderal Pesantren membangun koordinasi dengan pemerintah daerah agar kebijakan dan program pemerintah benar-benar menjangkau pesantren hingga pelosok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin mengingatkan bahwa pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren bukanlah tujuan akhir. Itu adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar," ujarnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu menekankan penguatan pesantren harus tetap menghormati kekhasan tradisi, kemandirian, dan otonomi pesantren. Kehadiran pemerintah bukan untuk menghilangkan karakter pesantren, tetapi memastikan lembaga pendidikan keagamaan itu memperoleh dukungan dan kesempatan berkembang.

ADVERTISEMENT

Menag Nasaruddin juga menegaskan kesempatan setara harus didapatkan oleh santri. Dia menilai, Presiden Prabowo Subianto sangat memperhatikan santri dan pesantren.

"Belum lama ini, di Jombang, Bapak Presiden juga menjanjikan bahwa papan cerdas seperti ini, smartboard atau papan tulis pintar, akan diberikan kepada pondok pesantren. Bahkan, Pak Presiden mengatakan bahwa kalau untuk sekolah-sekolah pemberiannya dilakukan secara bertahap, maka untuk pondok pesantren akan langsung diberikan tiga atau empat unit," sambungnya.

Kemenag sendiri memiliki beasiswa afirmasi santri yang memungkinkan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dengan biaya APBN. Menag menyinggung tentang kontribusi penting pesantren terhadap bangsa Indonesia.

Menurut catatan sejarah, jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren telah menjadi ruang pendidikan, pembentukan karakter, pemeliharaan martabat manusia, dan penumbuhan kesadaran kebangsaan.

"Pesantren telah hadir jauh sebelum Republik Indonesia ini berdiri. Ketika bangsa ini masih berada di bawah penjajahan, pesantren menjadi tempat menanamkan ilmu, membangun karakter, memelihara martabat manusia, kemudian menumbuhkan kesadaran bahwa bangsa Indonesia berhak hidup merdeka," urai Menag Nasaruddin.

Dia juga mengingatkan kembali peran para kiai dan santri dalam perjuangan kemerdekaan, termasuk melalui Resolusi Jihad yang dipelopori Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. Menurutnya, sejarah tersebut harus diwariskan kepada generasi muda.

"Pesantren bukan hanya bagian dari sejarah Indonesia. Pesantren adalah bagian dari fondasi berdirinya Republik Indonesia," sambungnya.

Oleh sebab itu, Menag mengajak santri untuk meneruskan perjuangan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, kemandirian ekonomi, akhlak mulia, dan karya nyata bagi masyarakat.

"Jika dahulu para santri berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan dengan mengangkat senjata dan mengorbankan jiwa, sekarang perjuangan itu harus dilanjutkan dengan ilmu pengetahuan, penguasaan teknologi, kemandirian ekonomi, akhlak mulia, dan karya nyata bagi masyarakat. Zaman telah berubah, tetapi semangat pengabdian tidak boleh berubah," ujarnya.

Menag berharap pesantren tidak hanya melahirkan ahli agama, tetapi juga generasi yang mampu berkiprah di berbagai bidang keilmuan dan profesi.

"Saya ingin santri menjadi ilmuwan, dokter, insinyur, pengusaha, ahli teknologi, serta pemimpin masyarakat dan bangsa," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Menteri Koperasi Ferry Juliantoro, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, Sekjen beserta jajaran Eselon I dan II Kementerian Agama.



(aeb/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek
Home & Living

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet
Home & Living

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu
Home & Living

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha
Home & Living

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Billboards Hacked Across 5 Nations to Show Pornography

Billboards Hacked Across 5 Nations to Show Pornography

Meta Quietly Launches AI Fashion App Style Sketch in Indonesia

Meta Quietly Launches AI Fashion App Style Sketch in Indonesia

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Pendamping Ibadah

Berita Terpopuler

Mengapa Anda Chromecast Mana Privasi
Menghubungkan Airplay Terjaga Mengatasi
(QS Al-Humazah: 3)

Komentar Terbanyak

Hide Ads