- Kesalahan yang Sering Terjadi saat Berdoa 1. Mendoakan Keburukan 2. Mengeraskan Suara 3. Meminta Hal yang Bertentangan dengan Takdir Alam 4. Menggunakan Kalimat Bersyarat 5. Berdoa Secara Berlebihan
- 10 Adab Berdoa agar Diijabah 1. Memilih Waktu Mustajab 2. Memanfaatkan Kondisi Istimewa 3. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Tangan 4. Mengatur Volume Suara 5. Hindari Memaksakan Rangkaian Sajak 6. Hati yang Khusyuk dan Penuh Harap 7. Yakin dan Optimis Dikabulkan 8. Bersungguh-sungguh dan Tidak Tergesa-gesa 9. Mengawali dengan Hamdalah dan Shalawat 10. Bertaubat dan Memperbaiki Diri
Berdoa merupakan bagian utama dari ibadah seorang muslim. Selain bentuk ketundukan kepada Sang Pencipta, doa menjadi sarana menyampaikan harapan, keinginan, dan cita-cita hidup. Allah SWT secara tegas memerintahkan hamba-Nya untuk memanjatkan doa sebagaimana termaktub dalam Surat Al-Mu'min ayat 60:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa doa yang mereka panjatkan terkadang memuat kekeliruan atau bahkan mengabaikan tata cara yang diajarkan Islam. Agar permohonan tidak terhalang dan dapat diijabah oleh Allah SWT, penting bagi setiap muslim memahami kesalahan yang wajib dihindari serta adab-adab utama saat berdoa.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Berdoa
Mengutip buku 1001 Kesalahan Dalam Ibadah dan Muamalah karya DR Musthofa Murod hingga buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah karya Muhammad Syafie el-Bantanie, terdapat beberapa tindakan yang melanggar etika dan tata cara memohon kepada Allah SWT:
1. Mendoakan Keburukan
Rasulullah SAW melarang keras umatnya mendoakan keburukan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun orang lain.
2. Mengeraskan Suara
Mengangkat suara terlalu tinggi saat berdoa bertentangan dengan firman Allah SWT dalam Surat Al-A'raf ayat 55.
ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ
Artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Hal tersebut diperkuat dengan hadits Nabi SAW. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada yang tuli dan yang tidak ada."
3. Meminta Hal yang Bertentangan dengan Takdir Alam
Berdoa meminta perkara yang mustahil seperti memohon agar bisa terbang atau minta ditiadakan kewajiban menikah termasuk larangan dalam berdoa.
4. Menggunakan Kalimat Bersyarat
Mengucapkan permohonan seperti "Ya Allah ampunilah dosaku jika Engkau berkenan" mencerminkan keengganan dan kepasrahan yang keliru. Doa harus dipanjatkan dengan keyakinan penuh tanpa syarat.
5. Berdoa Secara Berlebihan
Dalam hadits riwayat Abu Daud dari Saad bin Abu Waqqash, Rasulullah SAW melarang sikap I'tida' atau berlebih-lebihan dalam menyusun kata-kata permohonan hingga mendikte rincian kenikmatan atau siksaan secara ekstrem.
Ia berkata: ayahku mendengar saat aku berkata, "Ya Allah, aku memohon kepadaMu surga beserta kenikmatan dan kesenangannya dan begini begitu. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari azab neraka beserta rantai dan rasa hausya serta begini dan begitu." Lalu ayahku berkata, "Wahai anakku, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Akan datang suatu kaum yang berlebihan dalam berdoa, dan semoga kalian bukan bagian dari mereka. Sesungguhnya jika kalian diberikan surga, maka kalian akan diberikan surga beserta kebaikan yang ada di dalamnya, dan jika kalian diazab di neraka, maka akan diazab di dalamnya dengan keburukan yang ada di dalamnya pula." (HR Abu Daud)
10 Adab Berdoa agar Diijabah
Maka dari itu, penting sekali adab dalam berdoa. Karena hal tersebut bisa menjadi wujud doa seseorang diterima.
Menukil laman Kementerian Agama (Kemenag) yang mengutip kitab Ihya Ulumiddin karya Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali, terdapat 10 tata cara dan adab agar doa berpeluang besar dikabulkan:
1. Memilih Waktu Mustajab
Manfaatkan waktu khusus seperti hari Arafah, bulan Ramadan, hari Jumat, serta sepertiga malam terakhir saat sahur sebagaimana ditegaskan dalam HR Bukhari dan Muslim.
يَنْزِلُ اللَّهُ تَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَخِيرِ، فَيَقُولُ عَزَّ وَجَلَّ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: "Allah SWT turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni."
2. Memanfaatkan Kondisi Istimewa
Berdoa pada saat-saat berharga, seperti ketika turun hujan, sedang berpuasa, seusai salat fardhu, dan jeda antara azan serta iqamah. Rasulullah bersabda:
الدُّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ لَا يُرَدُّ
Artinya: "Doa antara azan dan iqamat tidak akan ditolak." (HR. at-Tirmidzi)
3. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Tangan
Disunnahkan menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, serta mengusap wajah seusai memanjatkan doa.
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ إِذَا مَدَّ يَدَيْهِ فِي الدُّعَاءِ لَمْ يَرُدَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ
Artinya: "Apabila Rasulullah mengangkat kedua tangannya dalam doa, beliau tidak menurunkannya hingga mengusap wajahnya dengan keduanya." (HR. Muslim)
4. Mengatur Volume Suara
Bersuara lirih sebagai wujud rasa takut, rendah hati, dan penuh ketundukan (tadharru'). Hal ini sebagaimana firman Allah Swt dalam Surat Al-A'raf ayat 55:
ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًۭا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ
Artinya: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."
5. Hindari Memaksakan Rangkaian Sajak
Tidak perlu memaksakan susunan kata bersajak secara berlebihan yang berisiko merusak kekhusyukan batin. Rasulullah SAW bersabda:
قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِي الدُّعَاءِ
Artinya: "Akan ada kaum yang melampaui batas dalam berdoa." (HR. Abu Dawud)
6. Hati yang Khusyuk dan Penuh Harap
Menghadirkan ketenangan batin, rasa hormat, serta rasa haru kepada Allah SWT saat berdoa.
إِذَا أَحَبَّ اللّٰهُ عَبْدًا ابْتَلَاهُ حَتَّى يَسْمَعَ تَضَرُّعَهُ
Artinya: "Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mengujinya hingga Dia mendengar doa permohonannya dengan penuh kerendahan." (HR. Ad-Dailami)
7. Yakin dan Optimis Dikabulkan
Rasulullah SAW menegaskan dalam HR At-Tirmidzi bahwa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan ragu. Rasulullah bersabda:
ادْعُوا اللّٰهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ
Artinya: "Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah Azza wa Jalla tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai." (HR. at-Tirmidzi)
8. Bersungguh-sungguh dan Tidak Tergesa-gesa
Rasulullah SAW bersabda:
لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، فَيَقُولَ: قَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي. فَإِذَا دَعَوْتَ فَاسْأَلِ اللّٰهَ كَثِيرًا، فَإِنَّكَ تَدْعُو كَرِيمًا
Artinya: "Doa seseorang akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata: 'Aku telah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan.' Maka apabila engkau berdoa, mintalah kepada Allah dengan banyak, karena sesungguhnya engkau memohon kepada Dzat Yang Maha Pemurah." (HR. Bukhari Muslim)
9. Mengawali dengan Hamdalah dan Shalawat
Membuka doa dengan memuji keagungan Allah SWT serta membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebelum menyampaikan hajat utama. Salamah bin Al-Akwa berkata:
مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللّٰهِ ﷺ يَسْتَفْتِحُ الدُّعَاءَ إِلَّا اسْتَفْتَحَهُ بِقَوْلِ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَلِيِّ الْأَعْلَى الْوَهَّابِ
Artinya: "Aku tidak pernah mendengar Rasulullah membuka doa kecuali beliau memulainya dengan ucapan: 'Subhana rabbiyal 'aliyyil a'lal Wahhab (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi lagi Maha Pemberi)." (HR. Ahmad)
10. Bertaubat dan Memperbaiki Diri
Ini merupakan fondasi utama terkabulnya doa. Menjauhi perbuatan maksiat, memohon ampunan, serta mengembalikan hak-hak orang lain yang pernah dizalimi menjadi penentu utama terbukanya pintu langit.




































































