Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap dua korban yang hanyut akibat tersapu longsor saat menginap di Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Dari dua korban yang dilaporkan hilang, satu di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) yang hingga saat ini identitasnya belum teridentifikasi.
"Pola pencarian dua pengunjung di Pelaga Eco Park terus dilanjutkan dengan evakuasi lanjutan yang dibagi ke dalam tiga lokasi," kata Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba di lokasi, Senin (2/11/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencarian melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur SAR gabungan yang dikerahkan sejak pagi hari. Tim memfokuskan penyisiran di tiga titik utama aliran sungai guna mempercepat penemuan para korban dengan total 145 orang personel gabungan.
Longsor menerjang area penginapan yang berlokasi di pinggir aliran sungai pada Minggu malam, (1/11/2026), sekitar pukul 23.00 Wita. Peristiwa tersebut dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang menguyur kawasan Kecamatan Petang sejak pukul 15.00 Wita.
Insiden tersebut menyebabkan satu bangunan glamping room 6 hanyut terbawa derasnya material longsor dari atas tebing sekitar 70 meter dan diduga hanyut terbawa arus sungai. Tiga bangunan glamping lainnya juga ikut tersapu namun tidak ada korban.
Informasi dihimpun, kejadian pertama kali diketahui saat salah satu staf penerima tamu yang berada sekitar 500 meter, mendengar teriakan pertolongan dari penghuni room 2 dan room 3 saat longsor terjadi. Begitu dicek ke lokasi bawah, bangunan room 6 sudah tidak ada dan diduga terbawa arus.
Pengelola bergegas mengevakuasi tamu yang selamat dan mengarahkan seluruh penghuni menuju area restoran untuk menyelamatkan diri dan mencegah longsor susulan.
Tidak lama berselang, longsor susulan kembali terjadi pada pukul 23.20 Wita yang merobohkan bangunan Glamping Room 3, Room 4, dan Room 5. Pihak pengelola kemudian menyiapkan tempat tidur alternatif di restoran bagi para tamu yang terdampak.
Informasi kejadian itu pun dilaporkan ke kepala dusun setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung. Sementara itu, pengelola menyebut total tamu yang menginap 23 orang. Sebanyak 21 orang tamu selamat namun dua orang hilang.
Mengenai data para korban hilang, polisi mengonfirmasi satu di antara korban adalah warga negara Indonesia (WNI) bernama Bangkit Mubarok (27). Sementara untuk korban warga negara asing (WNA), belum diketahui identitasnya namun diperkirakan usia 40 tahun.
"Sejauh ini korban hilang ada dua orang, satu warga negara Indonesia dan satu lagi warga negara asing. Untuk identitas WNA sampai saat ini masih kami cari dan dalami," jelas Joseph.

















































