Perguruan tinggi di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan untuk bersaing di tingkat global. Berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings per 18 Juli 2026, hanya Universitas Indonesia (UI) yang berhasil menembus 200 besar dunia.
UI menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan peringkat tertinggi, yakni posisi 191. Selanjutnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) berada di peringkat 206, Universitas Airlangga (Unair) di posisi 276, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) di posisi 287.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Regional Partnerships Director QS Quacquarelli Symonds, E Way Chong, membeberkan salah satu tantangan utama yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia adalah aspek penelitian. Menurutnya, jumlah penelitian dan sitasi akademik di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan Asia Pasifik.
"Penelitian dan masalah sitasi terus berkembang dari tahun ke tahun, tetapi jumlahnya masih rendah dibandingkan dengan banyak negara lain di kawasan ini," ujarnya di acara QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan ukuran institusi pendidikan tinggi di Indonesia yang relatif besar juga menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan kinerja penelitian. Selain penelitian, internasionalisasi juga menjadi tantangan kedua yang perlu diperhatikan. Internasionalisasi mencakup kehadiran mahasiswa dan tenaga pengajar internasional, serta kolaborasi dalam kegiatan pendidikan dan penelitian lintas negara.
"Kedua, ini tentang internasionalisasi. Internasionalisasi mahasiswa internasional yang belajar di Indonesia dan fakultas internasional yang bekerja serta mengajar dan meneliti di Indonesia," katanya.
Menurut Chong, internasionalisasi merupakan salah satu indikator penting bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing global. Ia mencontohkan universitas-universitas terbaik dunia yang umumnya memiliki banyak mahasiswa dan tenaga pengajar internasional, sekaligus aktif menjalin kolaborasi penelitian lintas negara.
"Jika Anda melihat universitas-universitas top di dunia, selalu ada banyak mahasiswa internasional, fakultas internasional yang bekerja dan meneliti bersama mereka. Ini adalah sesuatu di mana internasionalisasi di Indonesia dapat terus ditingkatkan," jelasnya.
Untuk mendorong peningkatan kolaborasi internasional, QS bersama BINUS University menggelar pertemuan yang mempertemukan perguruan tinggi dari berbagai negara. Forum tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama antara universitas di Indonesia dengan institusi pendidikan tinggi global.
"Oleh karena itu, kami mengadakan pertemuan puncak yang menghimpun lebih dari hampir 200 lebih universitas dengan 130 di antaranya berpameran dari seluruh dunia di bidang ini untuk mendiskusikan potensi kolaborasi dengan universitas-universitas di Indonesia dan juga antarnegara," ucapnya.
Dalam penyelenggaraan ke-22, forum bertema "Advancing Education for Purpose and Impact" tersebut mempertemukan lebih dari 1.500 pimpinan universitas, akademisi, pembuat kebijakan, dan pakar pendidikan dari berbagai negara.
Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan dalam forum tersebut, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan, pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan masa depan, hingga inovasi pendidikan tinggi.

















































