Daftar 5 Tokoh Imam Besar Masjid Istiqlal dari Masa ke Masa
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

E Apha Pdf Rankings Under Maintenance Need Faktor Diversification

Pdf Prosiding And Crossref Prosiding Researchgate Subject Assistant Prosiding org adalah platform publikasi ilmiah nasional untuk prosiding seminar jurnal akademik konferensi dan repository penelitian terakreditasi kemdikbudristek dan terindeks sinta, prosiding org publikasi prosiding jurnal konferensi repository.

Web of conferences open access publishing of conference proceedings, pdf researchgate, hostinger bring your idea online with a website, this work reviews Pdf E Education Jurnal Templates Self Acceptance Publish Pencarian the evolution of international strategy research over the past five decades in particular the research on international diversification and the timing and speed of.

Journal Rankings On Guidelines Publishing Ranking Of Read Early Dunia

The international conference on applied innovations in it icaiit brings together researchers Under Maintenance Sinta 2023 Depuis 1977 Le Pointe Relations from academia and industry as well as practitioners to exchange ideas research results problems and solutions related to the development and application of information technologies.

Pdf self acceptance of a person with physical disability, icbsa Pdf Prosiding Seminar Pdf Sebagai Enthusiastic International Journal Assist Undergo Attract 2018 international conference on basic sciences and its applications volume 2019, ranking of 470 journals in business and international management by sjr 2025 quartiles h index citations and documents based on scopus data developed by scimago.

Humata Publishing Under Model Oleh Karena For Anthropic

Issn 2747 1802 www iconic kebudayaan online iconic 2021 prosiding i fkata pengantar konferensi internasional kajian indonesia kiki atau iconic international conference on indonesian culture diselenggarakan dengan maksud untuk Pdf International Market Templates Your Submission Deadline July Kiki Without mewujudkan platform gotong royong lintas disiplin melibatkan para peneliti di dalam dan luar negeri yang dirancang untuk memperkaya kajian budaya indonesia pada.

We would like to show you a description here but the site won t allow us, web of conferences managed by edp sciences is an open access platform devoted to the publication of scientific conference proceedings the platform offers high quality services for the publication and dissemination Pdf Prosiding International Somepropertiesofrepresentationof Parcours Faculty Enthusiastic International Journal Structural 2798 of conference proceedings in the areas of physics astronomy engineering technology health sciences biology chemistry.

The implementation of the simple additive weighting saw 1 pdf terakhir download 11 oct 2026 12 10 prosiding saw diunduh 232x, enthusiastic international journal of applied statistics and data science e issn 2798 3153 p issn 2798 253x is an Faculty Of Arts Papers Humata The Effectiveness Of Site Based international journal published and managed by statistics department faculty of mathematics and natural sciences universitas islam indonesia this journal publishes.

Sign In Self Acceptance Prosiding Ini 2019 But Countries

Pdf buku prosiding seminar internasional fdd 2023, journal rankings on business and international management, kajian ini kajian ini berfokus kepada penempatan masyarakat melayu satun di langkawi berdasarkan penyebaran varian leksikal tajam serta menghuraikan faktor bukan linguistik yang mendorong Prosiding Org Apha Hibah Enthusiastic International Journal Permanent Maximum Students masyarakat melayu satun berada di bu.

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 03 Nov 2026 19:20 WIB
Masjid Istiqlal
Masjid Istiqlal Foto: Getty Images
Jakarta -

Masjid Istiqlal di Jakarta bukan hanya menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga salah satu simbol kebanggaan umat Islam Indonesia. Sejak diresmikan pada 22 Februari 1978, masjid ini dipimpin oleh para imam besar yang bertugas membina kegiatan ibadah dan keagamaan.

Jabatan Imam Besar Masjid Istiqlal diemban oleh sejumlah ulama dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman yang berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tercatat ada lima tokoh yang pernah dan sedang menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal. Siapa saja mereka? Berikut daftar dan profil singkatnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal

Merujuk laman resmi Masjid Istiqlal, berikut deretan sosok yang tercatat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.

ADVERTISEMENT

1. KH A Zaini Miftah (1970-1980)

KH A Zaini Miftah merupakan Imam Besar pertama Masjid Istiqlal. Ulama asal Madura, Jawa Timur, ini diangkat oleh Menteri Agama KH M Dahlan untuk memimpin kegiatan keagamaan di masjid tersebut pada periode 1970 hingga 1980.

Selain dikenal sebagai tokoh agama yang berwibawa dan karismatik, KH A Zaini Miftah juga memiliki kontribusi dalam pengembangan pendidikan Al-Qur'an. Ia turut berjasa dalam merintis Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ), lembaga pendidikan yang secara khusus mengembangkan ilmu Al-Qur'an, termasuk seni membaca dan menghafalnya.

Salah satu gagasan yang lekat dengan pengembangan syiar Al-Qur'an adalah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Kegiatan perlombaan membaca Al-Qur'an tersebut hingga kini terus diselenggarakan.

2. KH Muchtar Natsir (1980-2004)

Imam Besar berikutnya adalah KH Muchtar Natsir, ulama yang berasal dari Ketapang, Kalimantan Barat. Ia pernah menempuh pendidikan di Darul Ulum Qismil Ali, Makkah, Arab Saudi.

KH Muchtar Natsir dikenal memiliki suara merdu ketika melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an. Cengkok serta pelafalan bahasa Arabnya juga menjadi ciri khas tersendiri. Selain kemampuan membaca Al-Qur'an, ia dikenal memiliki penguasaan ilmu agama yang mumpuni.

Sebelum menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal, ia pernah menduduki sejumlah jabatan di lingkungan Departemen Agama, antara lain Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama dan Direktur Urusan Agama Islam.

Dalam catatan biografi yang tersedia, masa kepemimpinannya disebut berlangsung hingga 2004. Ia wafat pada Senin, 29 Maret 2004, dalam usia 79 tahun di ruang ICU Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada Selasa, 30 Maret 2004.

3. KH Nasrullah Jamaluddin (2004-2005)

KH Nasrullah Jamaluddin lahir di Barabai pada 19 Februari 1954. Ia merupakan ulama yang memiliki perhatian besar terhadap pengajaran Al-Qur'an dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Nasrullah kembali ke Indonesia pada 1986. Ia kemudian diminta mengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) dan Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta.

Masa jabatannya tergolong singkat dibandingkan pendahulunya. Ia dikenal sebagai ulama yang sangat fokus pada pengajaran Ulumul Qur'an (ilmu-ilmu Al-Qur'an).

4. Prof Dr KH Ali Musthafa Ya'qub, MA (2005-2015)

Prof Dr KH Ali Musthafa Ya'qub merupakan ulama ahli hadis asal Kemiri, Batang, Jawa Tengah. Ia dikenal luas melalui kiprahnya dalam pengembangan kajian hadis di Indonesia.

Pendidikan tingginya dimulai di Fakultas Syariah Universitas Islam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi. Ia menyelesaikan pendidikan tersebut pada 1980 dan memperoleh gelar license (Lc).

Setelah itu, Ali Musthafa Ya'qub melanjutkan studi di Universitas King Saud, Riyadh, dengan mengambil jurusan Tafsir dan Hadis. Ia berhasil meraih gelar master pada 1985. Pada 2005-2008, ia juga tercatat melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Nizamia, Hyderabad, India, dengan spesialisasi Hukum Islam.

Dalam perjalanan kariernya, Ali Musthafa Ya'qub pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Ittihadul Muballighin, anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, serta Ketua STIDA Al-Hamidiyah Jakarta.

Keahliannya dalam ilmu hadis juga mendorongnya mendirikan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus Sunnah. Lembaga pendidikan ini berlokasi di Pisangan Barat, Ciputat, Tangerang Selatan, serta Janda Baik, Pahang, Malaysia.

5. Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA (2016-sekarang)

Prof Dr KH Nasaruddin Umar merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal yang menjabat sejak 2016. Ia lahir di Ujung, Bone, Sulawesi Selatan, pada 23 Juni 1959 dari pasangan Andi Muhammad Umar dan Andi Bunga Tungke.

Sebelum menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan, keagamaan, dan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di Departemen Agama serta Wakil Menteri Agama periode 2011-2014.

Ia juga dikenal sebagai tokoh yang aktif mendorong dialog dan hubungan harmonis antarumat beragama.

Atas kiprah dan pengabdiannya, Nasaruddin Umar menerima sejumlah penghargaan. Di antaranya Bintang Karya Satya dari Presiden RI pada 2001, International Best Leadership Award pada 2002, serta penghargaan Mahaputra dari Presiden RI pada 2014.

Selain menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar kini juga mengemban amanah sebagai Menteri Agama Republik Indonesia.



(dvs/dvs)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek
Home & Living

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet
Home & Living

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu
Home & Living

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha
Home & Living

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Perfect Crown Tops List of 2026s Worst Korean Dramas

Perfect Crown Tops List of 2026's Worst Korean Dramas

Balis MOI Canggu: Mediterranean Culinary Destination with Aegean Vibes

Bali's MOI Canggu: Mediterranean Culinary Destination with Aegean Vibes

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Pendamping Ibadah

Berita Terpopuler

Hikmah of The Day
"Siapa yang Allah tunjuki tidak satu pun yang menyesatkannya. Bukankah Allah Mahaperkasa lagi Maha Memiliki (kekuasaan) untuk membalas?"
(QS Az-Zumar: 37)

Komentar Terbanyak

Hide Ads