- Gambaran Keadaan Manusia di Padang Mahsyar 1. Manusia Dikumpulkan Tanpa Alas Kaki dan Pakaian 2. Matahari Didekatkan kepada Manusia 3. Manusia Berkeringat 4. Sibuk Memikirkan Nasibnya Sendiri 5. Dikumpulkan di Tanah yang Rata 6. Penantian yang Sangat Panjang 7. Golongan yang Mendapat Naungan Allah SWT
Padang Mahsyar merupakan tempat berkumpulnya seluruh manusia setelah dibangkitkan dari alam kubur. Di tempat inilah manusia dari generasi pertama hingga generasi terakhir dikumpulkan untuk menanti keputusan Allah SWT sebelum menjalani proses pengadilan amal perbuatan.
Keberadaan Padang Mahsyar disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 48,
يَوْمَ تُبَدَّلُ ٱلْأَرْضُ غَيْرَ ٱلْأَرْضِ وَٱلسَّمَٰوَٰتُ ۖ وَبَرَزُوا۟ لِلَّهِ ٱلْوَٰحِدِ ٱلْقَهَّارِ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
Mengutip buku Mukasyafatul Qulub, Menyingkap Tabir Hati untuk Mendekati Allah karya Imam al-Ghazali, disebutkan Padang Mahsyar adalah tanah putih, tanahnya datar, tiada cekung, dan tiada bukit yang bisa dijadikan tempat sembunyi di belakangnya oleh manusia, tiada jurang yang dalam untuk bisa dilihat ke-dalamannya.
Padang mahsyar adalah satu padang luas terhampar yang tiada bagian yang berbeda di daerah itu. Manusia digiring ke sana dengan berkelompok-kelompok. Al-Qur'an dan hadits Rasulullah SAW menjelaskan sejumlah gambaran keadaan manusia ketika berada di Padang Mahsyar.
Gambaran Keadaan Manusia di Padang Mahsyar
1. Manusia Dikumpulkan Tanpa Alas Kaki dan Pakaian
Di Padang Mahsyar, manusia dikumpulkan tanpa alas kaki, tanpa pakaian, dan dalam keadaan belum dikhitan. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA Rasulullah SAW bersabda:
"Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, dan tidak dikhitan."
Aisyah RA kemudian bertanya, "Wahai Rasulullah, laki-laki dan perempuan semuanya, sebagian akan melihat (aurat) yang lain?"
Rasulullah SAW menjawab, "Wahai Aisyah, perkaranya lebih dahsyat daripada mereka akan saling lihat satu sama lain." (HR Bukhari dan Muslim).
2. Matahari Didekatkan kepada Manusia
Rasulullah SAW menjelaskan hal ini dalam hadits riwayat Muslim dari Al-Miqdad bin Al-Aswad RA:
"Matahari akan didekatkan kepada makhluk pada hari Kiamat hingga jaraknya hanya satu mil."
3. Manusia Berkeringat
Rasulullah SAW dalam haditsnya mengatakan, keringat tersebut didasarkan dari kadar amalan manusia di dunia. Kemudian Rasulullah SAW juga bercerita, ada yang kucuran banjir dari keringatnya mencapai hingga telinga mereka sendiri. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda,
"Pada hari kiamat kelak manusia akan berkeringat sehingga keringatnya meresap ke dalam bumi sedalam tujuh puluh hasta dan keringatnya menenggelamkan mereka hingga mencapai telinga mereka." (HR Bukhari dan Muslim).
Sebagian manusia mengalami keringat sebatas mata kaki. Sebagian lainnya mencapai lutut dan pinggang. Ada pula yang keringatnya sampai menutupi mulut.
4. Sibuk Memikirkan Nasibnya Sendiri
Di Padang Mahsyar, manusia akan mengalami ketakutan yang luar biasa. Mereka tidak lagi sempat memikirkan urusan orang lain, termasuk keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Allah SWT menggambarkan keadaan tersebut dalam surah Abasa ayat 34-37:
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِ ۙ وَأُمِّهٖ وَأَبِيْهِ ۙ وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِ ۗ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِ
Artinya: "Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya." (QS Abasa: 34-37).
5. Dikumpulkan di Tanah yang Rata
Padang Mahsyar digambarkan sebagai tempat yang berbeda dari bumi yang dihuni manusia selama hidup di dunia. Bumi pada hari itu mengalami perubahan dan menjadi tempat berkumpulnya seluruh makhluk.
Rasulullah SAW menjelaskan keadaan bumi tersebut dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa'ad RA. Beliau bersabda bahwa manusia akan dikumpulkan di atas tanah berwarna putih kemerahan seperti roti yang terbuat dari tepung murni.
Tanah tersebut tidak memiliki tanda atau bangunan yang dapat dijadikan penunjuk bagi siapa pun.
Gambaran ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam surah Ibrahim ayat 48:
يَوْمَ تُبَدَّلُ الْاَرْضُ غَيْرَ الْاَرْضِ وَالسَّمٰوٰتُ وَبَرَزُوْا لِلّٰهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ
Artinya: "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit. Mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa." (QS Ibrahim: 48).
6. Penantian yang Sangat Panjang
Hari Kiamat menjadi hari yang sangat berat bagi manusia. Mereka harus menunggu keputusan Allah SWT dalam keadaan penuh ketakutan dan kecemasan.
Dalam hadits tentang syafaat yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menceritakan bahwa manusia akan mendatangi para nabi untuk meminta pertolongan agar Allah SWT segera memberikan keputusan kepada mereka.
Mereka mendatangi Nabi Adam AS, Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, hingga Nabi Isa AS. Namun, masing-masing nabi menyampaikan alasan untuk tidak mengambil tugas tersebut.
Pada akhirnya, manusia mendatangi Nabi Muhammad SAW. Beliau kemudian memohon kepada Allah SWT agar pengadilan terhadap manusia dimulai.
Peristiwa ini dikenal sebagai syafaat kubra atau syafaat agung. Hadis tersebut menggambarkan beratnya penantian manusia di Padang Mahsyar hingga mereka mengharapkan pertolongan dari para nabi.
7. Golongan yang Mendapat Naungan Allah SWT
Ada golongan manusia yang mendapatkan keistimewaan berupa naungan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, "Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya." (HR Bukhari dan Muslim).
Ketujuh golongan tersebut adalah:
1. Pemimpin yang adil.
2. Pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah SWT.
3. Seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid.
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul dan berpisah karena-Nya.
5. Laki-laki yang diajak berzina oleh perempuan berkedudukan dan cantik, tetapi menolaknya dengan mengatakan, "Sesungguhnya aku takut kepada Allah."
6. Seseorang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya.
7. Seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian hingga kedua matanya berlinang air mata.
Wallahu a'lam.




































































