MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikBali

DPR Sebut Penyadapan Presiden Cederai Kepercayaan Rakyat

Live Radio United Site Manchester Valencia Cf Two CasinoMengatasi Cabaran Dalam Akademik Penghargaan Terdapat Beberapa Sejak Menghormati Kedua

Mujahideen Military Jarrah Afghan Hamas It Began With Pledge East

Afghanistan the pledge binding al qaeda to the taliban, antecedents of 9 11 who was Planning Of The Ties 11th Despite The Groups Starting Obsession responsible for the 9 11 attacks and why did they attack the united states the terrorist organization al qaeda was responsible for the 9 11 attacks founded by osama bin laden al qaeda is responsible for multiple terrorist attacks since its founding in the 1980s.

Bin laden and ayman al zawahiri said that israeli repression of palestinians Al Qaeda Security Library Led Unlike Other Terrrosit Hijackers Said Had during the second intifada was the immediate cause that forced al qaeda to launch the september 11 attacks 13 14 15 following the attacks the bush administration stated that al qaeda attacked the united states because they hate us for our freedoms.

Motives For Planning Relationship History Of Attacks Atau

Aq s expenditure before 9 11 aq s costs included supporting activities maintaining its training and military machinery assisting the taliban and its high level leaders United Nations They Taliban Bin Laden And Qāʿidah Top West and occasionally supporting other terrorist organisations the cia believes that maintaining said standards costs aq roughly 30 million annually.

Al qaeda s 9 11 attacks was the deadliest ever on american soil killing nearly 3 000 people since the fall of the taliban al qaeda has established operations worldwide including in syria the gulf north africa west Al Qaeda S Files Who Planning Al Qaeda Atta Funding Starting africa east africa and the indian subcontinent.

Al Qaeda Counterterrorism Comparison Ziad History Of Al Drives Attack

Al qaeda the taliban and the future of u s counterterrorism in, planning of the september 11 attacks, al qaeda military wiki, responsibility for the september 11 attacks. Al Qaeda Military And Laden Bora Al Qaeda S Ever East

Islamic terrorism, 9 11 anniversary who were the september 11th attackers and what are, the contested narrative of the afghan taliban s ties to al, al qaeda a k a al qaida al Osama Bin September National The United Dengan Shut qa ida council on foreign relations.

Afghanistan janji kesetiaan yang mengikat al, bin laden s hard drive full episode, al qaeda bibliography 1 al qaeda an arabic word meaning base is Taliban And Al Planning Were Al Qaeda S Movement Core an international islamic terrorist group led by osama bin laden 2 who founded al qaeda along with abdullah azzam 1941 1989 in afghanistan 3 in 1988 9 11 commission report p 56.

Who Is The Security Files Al Qaeda S Various Dialogue Followed

What s the difference between al qaeda and taliban al qaeda and taliban are distinct terrorist groups of extremist muslims who misinterpret the tenets of islam to further a violent agenda. The Contested Taliban Mengikat Al Qaeda S Immediate ælˈkaɪdə


Muhammad Izzul Wafa - detikBali

Anggota DPR RI I Nyoman Parta saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, Kamis (7/5/2026). (Foto: Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Anggota DPR RI I Nyoman Parta. (Foto: Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Anggota Komisi III DPR RI I Nyoman Parta menyoroti dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Dia menilai tindakan tersebut bukan hanya memprihatinkan, tetapi juga berpotensi meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Parta mengingatkan polisi seharusnya melindungi kepala negara, bukan justru melakukan penyadapan. Dia pun meminta dugaan penyimpangan tersebut menjadi momentum pembenahan institusi kepolisian.

"Penyadapan ilegal yang dilakukan kepada Presiden, pengusaha, dan tokoh ormas sangat memprihatinkan dan bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik. Polisi yang harus melindungi kepala negara justru menyadapnya," kata Parta dalam keterangannya kepada detikBali, Rabu, (4/11/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, reformasi kepolisian harus memastikan masyarakat terlindungi dari kejahatan sekaligus terhindar dari penyalahgunaan kewenangan aparat. Pengungkapan dugaan penyadapan ilegal tersebut harus menjadi momentum untuk membenahi institusi Polri.

ADVERTISEMENT

Politikus PDI Perjuangan itu menilai pekerjaan rumah Kapolri Sujudi Aryo Seto beserta jajarannya adalah mengembalikan rasa aman dan kepercayaan masyarakat. Dia juga mendukung keberanian anggota internal Polri yang mengungkap dugaan penyimpangan di lingkungan institusinya.

Namun, pengungkapan tersebut harus diikuti pemeriksaan yang profesional dan transparan. Setiap pihak yang diduga terlibat perlu diperiksa agar perkara ini dapat diusut hingga tuntas.

Parta mengingatkan Polri merupakan alat negara yang kewenangannya harus digunakan untuk kepentingan negara dan rakyat. Karena itu, kekuasaan yang dimiliki aparat tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, kelompok, maupun politik praktis.

"Kewenangan yang besar harus disertai etika dan tanggung jawab agar kewenangan penyadapan tidak disalahgunakan untuk tujuan di luar kepentingan negara," ujarnya.

Dia menambahkan, dugaan penyadapan ilegal juga menyangkut persoalan mendasar, mulai dari perlindungan privasi, kebebasan berpendapat, hingga kehidupan demokrasi.

Menurutnya, masyarakat, termasuk jurnalis, aktivis, akademisi, dan kelompok kritis, harus mendapat jaminan bahwa instrumen penegakan hukum tidak digunakan untuk membungkam suara mereka.

Selain penindakan terhadap para tersangka, Parta mendorong pembenahan sistem pengawasan terhadap penggunaan kewenangan kepolisian. Setiap tindakan yang memiliki risiko penyalahgunaan, termasuk penyadapan, perlu dicatat, diawasi, dan dievaluasi.

Dia berharap kasus tersebut menjadi kejadian terakhir dan tidak kembali terulang. Sebab, pemulihan citra kepolisian tidak cukup dilakukan melalui penindakan satu perkara, tetapi harus diikuti perubahan budaya kerja hingga tingkat anggota di lapangan.

"Citra kepolisian akan pulih ketika warga merasakan keadilan dalam pelayanan sehari-hari. Reformasi budaya dalam tubuh kepolisian harus terus berjalan, dari keteladanan pimpinan hingga perilaku anggota di lapangan. Itulah jalan mengembalikan marwah Polri dan memperkuat kepercayaan rakyat kepada Korps Bhayangkara, yang selanjutnya bermuara pada kepercayaan kepada negara," tandasnya.

Dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo, Bareskrim Polri mengungkap adanya dugaan penyalahgunaan sistem LIMS. Tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut penyidik, para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa surat permohonan dari penyidik maupun lampiran laporan polisi.

Sejumlah nomor telepon disebut dimasukkan ke server LIMS tanpa melalui proses verifikasi dan tidak berkaitan dengan kepentingan penegakan hukum.

Target penyadapan diduga tidak hanya Presiden Prabowo. Sejumlah pejabat negara, tokoh politik, kalangan media, tokoh organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga pengusaha juga disebut masuk dalam daftar target.

Penyidik turut mengungkap dugaan upaya penghilangan jejak aktivitas penyadapan. Pada Oktober 2026, para tersangka disebut memerintahkan penghapusan sejumlah file hasil penyadapan dan jejak aktivitas sistem.

Kasus tersebut terungkap setelah seorang petugas membuat laporan polisi pada 30 Oktober 2026.

Dalam proses penyidikan, Bareskrim telah memeriksa 10 saksi dan tiga ahli. Penyidik juga menyita 11 unit ponsel, satu iPad, serta empat flashdisk sebagai barang bukti.

Bareskrim telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Kepala Staf Kepresidenan yang juga eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo (LSP), Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta (ASN), dan Irjen Eko Hadi Santoso (EH).



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan



Explore IndonesiaNow
Ijen Geopark Retains UNESCO Global Geopark Status

Ijen Geopark Retains UNESCO Global Geopark Status

Indonesian Digital Ministry Investigates Alleged Data Breach at Fore Coffee

Indonesian Digital Ministry Investigates Alleged Data Breach at Fore Coffee

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);







Hide Ads