Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan lima agenda untuk memeriahkan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026. Berbagai kegiatan tersebut akan melibatkan seluruh guru di lingkungan satuan pendidikan binaan Kemenag.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, mengatakan peringatan HGN tahun ini dirancang untuk mengikutsertakan seluruh tenaga pendidik di bawah naungan kementerian, baik guru madrasah maupun guru pendidikan agama di sekolah.
"Hari Guru Nasional tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Agama yang tentu saja di dalamnya mengikutsertakan semua guru yang ada di bawah binaan Kemenag," ujar Amien Suyitno di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, jumlah guru yang berada di bawah pembinaan Kemenag berasal dari berbagai satuan pendidikan dan direktorat. Di antaranya, lebih dari 800 ribu guru di bawah Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), lebih dari 300 ribu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah, serta guru-guru dari direktorat bimbingan masyarakat agama lainnya.
Menurut Suyitno, keberagaman latar belakang tersebut menjadikan peringatan HGN di lingkungan Kemenag sebagai momentum untuk memberikan apresiasi kepada seluruh guru tanpa membedakan satuan pendidikan maupun latar belakangnya.
Adapun lima agenda yang disiapkan Kemenag meliputi aksi ekoteologi, kegiatan olahraga dan kebersamaan guru, sarasehan guru nasional, upacara peringatan HGN, serta malam tasyakuran dan Anugerah GTK Madrasah.
Rangkaian Agenda Hari Guru Nasional 2026
Rangkaian peringatan HGN 2026 akan diawali dengan berbagai kegiatan yang melibatkan para guru. Salah satunya adalah aksi ekoteologi serta kegiatan olahraga yang bertujuan mempererat kebersamaan di antara tenaga pendidik.
Selanjutnya, Kemenag akan menggelar upacara peringatan HGN pada 25 November 2026. Upacara tersebut dijadwalkan berlangsung di seluruh satuan kerja Kemenag dan satuan pendidikan di bawah naungannya.
Tak berhenti di situ, Kemenag juga akan mengadakan sarasehan guru nasional pada 27 November 2026. Sarasehan tersebut mengangkat tema "Transformasi Pendidikan STEM dan Coding AI untuk Indonesia Emas".
Kegiatan ini akan diselenggarakan secara hybrid yakni melalui pertemuan tatap muka dan siaran langsung di YouTube. Kemenag menargetkan sarasehan tersebut dapat menjangkau hingga satu juta guru di seluruh Indonesia.
Sejumlah pihak juga dijadwalkan terlibat dalam sarasehan ini, mulai dari perguruan tinggi di Australia, Google Indonesia, pakar STEM, hingga praktisi kecerdasan buatan (AI) dan coding.
Melalui lima agenda tersebut, Kemenag berharap peringatan HGN 2026 tidak sekadar menjadi ajang penghormatan terhadap profesi guru. Momentum ini juga diharapkan dapat memperkuat solidaritas antarguru sekaligus mendorong peningkatan kompetensi dan kualitas pendidikan di Indonesia.




































































