Hari Guru Nasional (HGN) diperingati setiap 25 November sebagai bentuk penghargaan atas jasa para pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di Indonesia. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi dedikasi guru dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Penetapan tanggal tersebut tidak terlepas dari sejarah perjuangan guru sejak masa kolonial hingga terbentuknya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945.
Dalam rangka memperingati HGN 2026, Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Fesal Musaad, menyampaikan hal tersebut dalam acara Media Gathering Hari Guru Nasional di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tema HGN tahun ini adalah Guru Menginspirasi, Anak Negeri Berprestasi," ujar Fesal.
Menurutnya, tema tersebut memiliki makna penting karena guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi sosok yang mampu memberikan inspirasi dan mendorong peserta didik meraih prestasi.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Fesal Musaad. Foto: Lusiana Mustinda |
Penyelenggaraan HGN 2026 juga memiliki sejumlah landasan hukum. Di antaranya Asta Cita Presiden poin keempat yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan sains dan teknologi, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
Selain itu, pelaksanaan HGN mengacu pada Keputusan Menteri Agama Nomor 25 Tahun 2025 tentang Asta Protas dan Asta Program Prioritas Kementerian Agama. Landasan lainnya adalah surat edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI mengenai pedoman peringatan HGN 2026 serta surat dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Peringatan HGN 2026 yang diselenggarakan Kemenag melibatkan para guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Kementerian Agama, termasuk guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengajar di sekolah umum.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menyebut jumlah guru yang berada dalam pembinaan Kemenag mencapai ratusan ribu orang.
"Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang paling banyak ada lebih dari 800.000, ada juga guru PAI di sekolah lebih dari 300.000," ujar Suyitno.
Selain memberikan apresiasi, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru, baik yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN.
"Sekarang pemerintah sedang menggandeng dengan serius bagaimana kesejahteraan guru terus dilakukan tidak hanya PPPK, meskipun masih sangat panjang perjalanannya harus kita lakukan. Tetapi melalui arahan Presiden kita sedang memikirkan bagaimana skema guru bukan hanya ASN tetapi juga non-ASN," jelas Suyitno.
Suyitno mengatakan pemberian penghargaan menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional 2026. Penghargaan akan diberikan dalam sejumlah kategori, antara lain inovasi, prestasi, serta dedikasi guru dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Apresiasi juga ditujukan kepada para guru yang menunjukkan komitmen pengabdian di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) serta daerah yang terdampak bencana.





































































