Berita kemenangan Persia atas Romawi dalam perang pada 613 M menyebar di kalangan penduduk Makkah. Kaum musyrik merasa jemawa karena saudaranya, bangsa Persia penganut Majusi, mengalahkan bangsa Romawi yang menyembah Tuhan seperti kaum muslim.
Hingga akhirnya Allah SWT menurunkan wahyu-Nya melalui surat Ar-Rum yang menyebut bangsa Romawi akan menang atas kekalahannya kelak. Setelah itu, sahabat Rasulullah SAW, Abu Bakar RA bertaruh dengan salah satu tokoh kaum musyrik soal ramalan surat Ar-Rum mengenai kemenangan bangsa Romawi mengalahkan bangsa Persia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan Bangsa Romawi atas Persia
Suatu ketika, bangsa Romawi dikalahkan oleh bangsa Persia dalam peperangan. Dikisahkan dalam buku Kontekstualisasi Tafsir Surah Ar-Rum oleh Tim Pusat Studi Al-Qur'an, tatkala berita kekalahan bangsa Romawi sampai kepada Rasulullah SAW dan para sahabatnya di Makkah, mereka merasa sedih. Hal ini berarti bangsa Romawi yang menganut agama Nasrani yang termasuk agama Samawi dikalahkan oleh bangsa Persia yang beragama Majusi yang termasuk agama syirik.
Sementara itu, orang-orang musyrik di Makkah bergembira mendengar kabar kekalahan bangsa Romawi dan menemui para sahabat Rasulullah SAW.
Mereka berkata, "Sesungguhnya kamu adalah ahli kitab dan orang Nasrani juga ahli kitab, sesungguhnya saudara kami bangsa Persia yang sama-sama menyembah berhala dengan kami telah mengalahkan saudara kamu itu. Sesungguhnya jika kamu memerangi kami, tentu kami akan mengalahkan kamu juga."
Turunnya Wahyu Surat Ar-Rum
Maka turunlah ayat-ayat surat Ar-Rum berisi firman Allah SWT yang menjanjikan kemenangan bangsa Romawi setelah kekalahan mereka atas bangsa Persia.
الۤمّۤ ۚ غُلِبَتِ الرُّوْمُۙ فِيْٓ اَدْنَى الْاَرْضِ وَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُوْنَۙ فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ .....
Artinya: "Bangsa Romawi telah dikalahkan, di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi)...." (QS Ar-Rum: 1-4)
Abu Bakar Bertaruh dengan Ubay bin Khalaf
Setelah surat Ar-Rum turun, Abu Bakar RA menemui orang-orang musyrik, ia berkata, "Bergembirakah kamu karena kemenangan saudara-saudara kamu atas saudara-saudara kami? Janganlah kamu terlalu bergembira, demi Allah bangsa Romawi benar-benar akan mengalahkan bangsa Persia, sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Nabi kami."
Mendengar itu, Ubay bin Khalaf menghadap Abu Bakar RA dan berkata, "Engkau berdusta." Abu Bakar menjawab, "Engkaulah yang paling berdusta hai musuh Allah. Maukah kamu bertaruh denganku sepuluh ekor unta muda. Jika bangsa Romawi menang dalam waktu 3 tahun yang akan datang, engkau berutang kepadaku 10 ekor unta muda, sebaiknya jika bangsa Romawi kalah, maka aku berutang kepadamu sebanyak itu pula."
Abu Bakar RA kemudian menyampaikan taruhannya kepada Rasulullah SAW, beliau menjawab, "Tambahlah jumlah taruhan itu dan perpanjanglah waktu menunggu."
Maka Abu Bakar RA pergi menemui Ubay dan berkata, "Marilah kita tambah jumlahnya dan diperpanjang waktunya sehingga menjadi 100 ekor unta muda, dan waktunya sampai 9 tahun." Ubay pun menerima tantangan tersebut.
Kala itu, bertaruh semacam perbuatan judi belum diharamkan, karena hukum tersebut turun setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah.
Pembuktikan Janji Allah dalam Surat Ar-Rum
Mengutip buku Janji-janji Kemenangan dalam Al-Qur'an karya Shalah Abdul Fattah Al-Khalidi, sembilan tahun setelah turunnya ayat-ayat surat Ar-Rum, janji Allah SWT mengenai kemenangan Romawi atas Persia terbukti. Janji ini tertulis dalam surah Ar-Rum berikut:
وَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ ۙ فِي بِضْعِ سِنِينَ
Artinya: "....dan mereka (Romawi) setelah kekalahannya itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi)." (QS Ar-Rum: 3-4)
Janji Allah SWT terbukti ketika bangsa Romawi yang dipimpin Kaisar Heraklius melakukan pertempuran sengit dan berhasil mengalahkan Persia. Peristiwa ini terjadi pada 623 M, ketika pasukan Romawi berhasil memasuki ibu kota Persia, Al-Madain.
(kri/kri)




































































