Unggahan kabar soal pemotor berjaket ojek online (ojol) disebut melempar batu ke mobil ambulans di ring road wilayah Gamping, Sleman, jadi viral di media sosial. Polisi kini tengah memburu pemotor tersebut.
Kabar tersebut salah satunya diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa pemotor itu melempar batu setelah ditegur pengemudi ambulans lantaran dia melaju di jalur cepat. Kejadian tersebut juga telah dilaporkan ke Polsek Gamping.
"Ambulance dari RSA UGM evakuasi laka hendak balik ke garasi. Sampai di ringroad barat kami menemui motor berjaket ojol berkendara di jalur cepat dengan membahayakan, sampai depan UNISA kita peringatkan untuk masuk ke jalur lambat karena berbahaya motor di jalur cepat," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Kamis (5/11/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah masuk jalur lambat ojol tersebut mengambil batu dan mengejar ambulance lalu melemparkan batu yang mengenai pintu depan kiri ambulance. Untung batu tidak mengenai crew ambulance yg bertugas. Kami lalu melakukan pengejaran dengan sirine namun pelaku berbalik arah melawan arus di jalur lambat dan masuk ke gang daerah nogotirto. Pengejaran sempat di bantu warga namun pelaku berhasil kabur," sambungnya.
Dimintai konfirmasi, Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro membenarkan adanya kabar tersebut. Menurutnya, pelemparan batu ke mobil ambulans milik Yayasan Lazia Pioner LHI ini terjadi di Jalan Siliwangi, tepatnya di depan Kampus UNISA, Nogotirto, Gamping, Sleman, pukul 19.58 WIB tadi.
"Peristiwa bermula saat mobil ambulans selesai mengantarkan pasien ke RSA UGM dan dalam perjalanan kembali menuju garasi tanpa membawa pasien," kata Argo saat dihubungi wartawan, Kamis (5/11/2026) malam.
"Di tengah perjalanan, seorang pengendara sepeda motor laki-laki yang diduga mengenakan jaket ojek online sempat mengejar ambulans dan diduga melemparkan benda ke arah kendaraan tersebut," sambungnya.
Akibat lemparan itu, pintu depan sebelah kiri mobil ambulans jenis Suzuki APV itu mengalami penyok. Kerugian materiil ditaksir Rp 600.000. Polsek Gamping kini tengah memburu pemotor tersebut atas dugaan tindak pidana perusakan.
"Identitas terduga pelaku masih dalam penyelidikan. Terduga pelaku diketahui mengendarai sepeda motor, namun jenis dan identitas kendaraannya belum diketahui," ujar Argo.
"Polsek Gamping telah menerima pengaduan, meminta keterangan pengadu dan saksi, serta melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas terduga pelaku," pungkasnya.

































































