Warga Jogja yang ingin ke Semarang kini bisa menumpang KA Pandawa mulai 1 Desember 2026. Ada dua kali jadwal keberangkatan setiap hari dari Jogja maupun Semarang. Simak jadwalnya.
"Salah satu layanan yang hadir dalam GAPEKA (Grafik Perjalanan Kereta Api) 2026 adalah KA Pandawa dengan relasi Semarang-Solo-Yogyakarta pulang pergi. Pada Gapeka 2026, terdapat dua perjalanan dari Semarang menuju Yogyakarta dan dua perjalanan dari Yogyakarta menuju Semarang," kata Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikJogja, Jumat (6/11/2026).
KA Pandawa bisa dipesan lewat KAI Access per 1 Desember 2026. Dilihat detikJogja di KAI Access, harga tiket KA tersebut dibanderol Rp 110 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadwal KA Pandawa
Rute Jogja-Semarang
Perjalanan pertama dari Stasiun Kota Jogja yakni pada pukul 10.50 WIB. KA Pandawa memakan waktu perjalanan sekitar 2 jam 46 menit hingga sampai di Stasiun Tawang, Kota Semarang, pada pukul 13.36 WIB.
Adapun perjalanan kedua yakni di Stasiun Kota Jogja pada pukul 18.35 WIB. Waktu perjalanan sedikit panjang sekitar 2 jam 50 menit hingga sampai di Stasiun Tawang pada pukul 21.25 WIB.
Rute Semarang-Jogja
Sementara dari Stasiun Tawang, KA Pandawa dijadwalkan berangkat pertama pada pukul 05.35 WIB. Waktu perjalanannya berkisar 2 jam 59 menit hingga sampai di Stasiun Kota Jogja pada 08.34 WIB.
Untuk perjalanan kedua dari Stasiun Tawang, KA Pandawa berangkat pada pukul 14.45 WIB. Perjalanannya memakan waktu 2 jam 37 menit hingga sampai di Stasiun Kota Jogja pada pukul 17.22 WIB.
Mengacu KAI Access, KA Pandawa berangkat setiap hari dari Jogja menuju Semarang atau sebaliknya.
Lebih lanjut, Luqman mengatakan, GAPEKA 2026 berlangsung sejak 1 Desember 2026. Terdapat sejumlah penyesuaian perjalanan dalam GAPEKA tahun ini.
"PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang akan memberlakukan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026 mulai 1 Desember 2026. Penerapan pola operasi terbaru ini menghadirkan sejumlah penyesuaian perjalanan, mulai dari penambahan frekuensi perjalanan, perubahan relasi, penyesuaian jadwal, hingga pemberhentian kereta api penumpang di sejumlah stasiun," pungkasnya.

































































