Penerangan jalan umum (PJU) menjadi salah satu fasilitas yang dibutuhkan masyarakat untuk menunjang aktivitas pada malam hari. Di Kabupaten Sleman, penerangan jalan tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau jalan permukiman hingga jalur wisata.
detikJogja menyambangi Padukuhan Kowanan, Sidoagung, Godean, Sleman, Kamis (5/11) siang sekitar pukul 12.00 WIB. Di lokasi tersebut, tampak sejumlah lampu PJU jenis LED terpasang di sepanjang jalan dengan jarak antarlampu sekitar 10-20 meter. Sementara itu, di kawasan perkotaan, tepatnya Jalan Affandi, Gejayan, Condongcatur, Sleman, lampu penerangan jalan juga tampak terpasang dan berfungsi dengan baik.
Ketua RT 02 RW 11 Kowanan Godean, Nasibnurdi, mengatakan terdapat sekitar 20 titik lampu yang dipasang di kawasan tersebut. Dia menyebut keberadaan PJU membuat lingkungan permukiman menjadi lebih terang dibandingkan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, alhamdulillah. Dulu itu kita kan swadaya masyarakat. Ini setelah dibangun, ya perhatian masyarakat, apa, dari Pemerintah Sleman, jalannya jadi terang kalau malam. Dulu kan pendek, yang ini kan tinggi jadi kelihatan terang," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (5/11/2026).
Nasibnurdi berharap penerangan tersebut dapat terus berfungsi dengan baik. Jika ditemukan kerusakan, dia berharap bisa segera dilakukan perbaikan.
"Harapannya ya, ya mudah-mudahan ya tetap terang, tetap terpasang gini. Jadi, umpama ada kerusakan segera diperbaiki. Tapi alhamdulillah selama ini terang terus, enggak ada kendala," katanya.
Masalah penerangan jalan juga menjadi perhatian di kawasan perkotaan. Ruas Jalan Affandi atau Gejayan yang menjadi salah satu kawasan sibuk di Sleman, juga mendapat perhatian. Salah seorang warga di sekitar Jalan Affandi, Nur, mengaku kondisi jalan di lingkungannya kini lebih baik setelah dilakukan pengaspalan. Keberadaan lampu penerangan juga membantu aktivitas warga.
"Kalau lampu, yang di pertamanan udah mulai nyala. Tapi kalau yang di atas itu sempat mati juga kemarin pas hujan. Tapi setelah dilaporkan sudah diperbaiki. Ya selama ini cukup puas. Jalan juga jadi halus," kata Nur.
Ada 9.020 Titik PJU Tahun Ini
Kepala Seksi Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Bob Librianto, mengatakan saat ini terdapat 9.020 titik PJU yang telah terbangun di ruas jalan.
"Kalau untuk PJU ruas jalan itu adalah 18.341. Itu berdasarkan panjang ruas jalan kita yang terbaru sekitar 743 kilometer. Itu ada sebanyak 371 ruas jalan. Nah, jadi yang sampai saat ini terbangun itu sudah 9.020 untuk PJU ruas jalan," kata Bob saat ditemui di kantor Dishub Sleman, Tridadi, Sleman, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, pembangunan PJU dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan skala prioritas. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan di antaranya lokasi rawan kecelakaan serta kawasan dengan aktivitas perekonomian.
"Kita utamakan itu memang selain kebutuhan masyarakat, juga kita melihat untuk daerah-daerah yang rawan kecelakaan, misalnya seperti itu. Terus daerah yang lalu lintas perekonomian," jelas Bob.
Bob mengatakan Dishub Sleman juga melakukan pemeliharaan PJU secara rutin. Penanganan gangguan dilakukan berdasarkan tingkat urgensinya.
"Jadi kita setiap hari itu ada empat tim, tiga tim pagi untuk pemeliharaan dan satu tim malam. Kalau gangguannya urgen, misalnya ada laka atau kabel putus itu satu hari. Nah, untuk gangguan yang mungkin ada kabelnya konslet kita belum ketemu itu kita tujuh hari," jelasnya.
Selain itu, Pemkab Sleman juga mengembangkan penerangan di jalur wisata. Tahun ini, pembangunan dilakukan sebanyak 25 titik di kawasan menuju Candi Prambanan serta akses wisata menuju Kaliurang.
"Tahun depan juga kita rencananya kita dikasih anggaran untuk dana istimewa itu sekitar 200 titik. Untuk SRS (Satuan Ruang Strategis) Merapi kita melanjutkan dulu sampai ke Bukit Turgo itu ke atas. Nanti setelahnya yang satunya untuk SRS Prambanan itu sekitar Candi Prambanan utara," tegasnya.
Sebagai informasi, bagi warga yang memiliki aduan, kritik atau saran terkait pelayanan dan kondisi di Kabupaten Sleman bisa menghubungi Lapor Sleman via WhatsApp di 0811 2595 000. Setiap aspirasi dari warga akan digunakan untuk pelayanan publik yang lebih baik demi kemajuan Sleman.
(akd/akd)































































