Polisi telah menetapkan 13 tersangka terkait kasus pembacokan menggunakan senjata tajam (sajam) di Jalan Udayana, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Polisi menyebut para pelaku memiliki tempat untuk menyimpan sajam tersebut.
Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, mengungkapkan lokasi penyimpanan sajam milik pelaku itu masih bertempat di kawasan Udayana. Dharma mengatakan petugas juga menemukan celurit di salah satu warung yang kerap menjadi tempat berkumpul para pelaku.
"Kami telah melakukan pengecekan, memang ada beberapa titik di mana para pelaku menyimpan (sajam). Kemarin juga kami telah menemukan, ada dua kami temukan di wilayah Udayana. Kalau tidak salah satunya di warung itu kami amankan celuritnya," sebut Dharma, Rabu (28/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dharma menegaskan polisi sudah memeriksa dan memintai keterangan pemilik warung. Menurutnya, pemilik warung tidak mengetahui aktivitas para pelaku yang mayoritas berusia remaja tersebut.
"Kami melakukan pemeriksaan, dia (pemilik warung) tidak mengetahui apa yang dilakukan. Yang jelas, (sajam) itu pun disimpan tanpa sepengetahuan pemilik warung," imbuhnya.
Diketahui, tiga orang menjadi korban dalam insiden pembacokan di Jalan Udayana, Kota Mataram, pada Minggu (25/10). Salah satu di antaranya meninggal dunia.
Dua korban bernama Fahmi Abdurrachman Heyder (14) dan Muhammad Gilang Hidayat (16) mengalami luka-luka. Sedangkan, korban lainnya Muhammad Gibran Anugrah Aditya (14) meninggal dunia setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram.
Polisi awalnya menangkap 15 orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Berdasarkan hasil gelar perkara, polisi akhirnya menetapkan 13 tersangka. Belasan tersangka itu berinisial MA (16), IR (17), ZA (17), KA (16), SH (16), JN (16), DS (14), GS (17), MI (15), RP (17), RF (18), YH (19), SR (18).
Selain itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa sajam milik para pelaku. Termasuk enam anak panah, ketapel dari besi, corbek, badik, parang, celurit, hingga sajam rakitan.
"Sajam itu, ada juga yang merakit. Divariasi menggunakan pipa dan ada juga yang beli online," pungkasnya.

















































