Operasi pencarian dua korban longsor di Pelaga Eco Park Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali, memasuki hari kedua dengan memperluas radius penyisiran hingga 3,5 kilometer (km) ke arah hilir. Petugas SAR gabungan masih menghadapi kendala di lapangan akibat kondisi tanah perbukitan yang labil dan jalur akses yang sempit.
"Luas radius pencarian tetap kami kembangkan sekarang 2,5 kilometer dan besok mungkin dikembangkan menjadi 3 atau 3,5 kilometer," ujar Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya, Selasa (3/11/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencarian yang melibatkan Basarnas dan unsur gabungan terpaksa dilakukan secara manual seperti menggunakan mesin senso karena alat berat belum bisa menjangkau titik longsor. Tim SAR juga harus menarik mundur personel lebih awal pada sore hari karena faktor cuaca mendung setelah hasil pencarian hingga saat ini masih nihil.
"Sampai dengan sore hari ini masih nihil dan tim SAR gabungan masih proses pencarian di sungai maupun di lokasi kejadian," kata Sidakarya.
Upaya maksimal ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan guna menemukan para korban sebelum batas waktu operasi SAR berakhir. Saat ini, selain mengupayakan untuk pembersihan material longsor di titik kejadian dengan alat manual, penyemprotan menggunakan pompa terus dilakukan untuk memastikan apakah korban tertimbun atau tidak.
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah memulai operasi sejak Senin pagi dengan membagi tiga tim untuk menyisir lokasi kejadian, hulu bendungan, hingga aliran sungai. Untuk diketahui, longsor menghantam sejumlah bangunan glamping, dan dua tamu hilang diperkirakan tertimbun atau hanyut tersapu material longsor pada Minggu (1/11/2026) malam.
Sementara itu, informasi dari kepolisian mengungkap satu identitas korban yang merupakan WNA pun terkuak, yakni Sascha Erich Schubery, pria 56 tahun asal Jerman dan Bangkit Khoirul Mubarok (27), warga Indonesia. Meski begitu, keduanya belum ditemukan.
"Kita tetap berusaha dengan tim SAR gabungan mencari menggunakan alpon, menggunakan alat manual ya, putanggo dan lainnya, kita mengerahkan satu anjing pelacak dalam pencarian hari ini," tukas Sidakarya.

















































