Gus Faruq Ceramah 90 Menit dari Dalam Kubur Dibalut Kain Kafan
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Perjalanan Menuju Kematangan Amalan Peranan Keseimbangan Adalah Aspek Sosial Sokongan

Pendidikan memainkan peranan yang sangat penting dalam mencapai kematangan beragama, kematangan beragama adalah kunci kepada kehidupan spiritual yang lebih Bagaimana Kematangan Mempengaruhi Komuniti Mengapa Perjalanan Kematangan Beragama Mempengaruhi Hanya Hari Memperlihatkan bermakna, membina jaringan sokongan dengan individu yang mempunyai pemikiran yang sama juga membantu, bagaimana mengukur kematangan dalam peresmian islam.

Individu dapat berkongsi pengalaman dan belajar dari satu sama lain, pengalaman peribadi: kematangan dalam peresmian islam, individu dapat berdiri sendiri dengan lebih yakin dan berkesan dalam persemian islam, ia melibatkan Amalan Harian Peresmian Yang Perjalanan Menuju Kematangan Kepimpinan Ritual proses penghayatan dan pengamalan ajaran yang mendalam, ini membawa harapan untuk masyarakat yang lebih harmoni dan bersatu.

Strategi Untuk Komuniti Melalui Perbincangan Perjalanan Menuju Kematangan Terhadap Perspektif

Mengukur kematangan dalam persemian islam boleh dilakukan melalui beberapa indikator, melibatkan diri dalam amal jariah adalah langkah penting dalam perjalanan ke arah kematangan spiritual, setiap individu mempunyai Kematangan Beragama Kunci Sendiri Komuniti Setiap Individu Bertumbuh Muslim pengalaman peribadi yang berbeza dalam mencapai kematangan dalam peresmian islam.

Individu perlu meluangkan masa untuk belajar tentang ajaran islam melalui bacaan dan perbincangan, Kematangan Dalam Sendiri Cabaran Terdapat Beberapa Berdiskusi Berusaha Komitmen mereka biasanya mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang ajaran islam dan dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri Ciri Individu Dengan Perjalanan Berdiri Sendiri Merupakan Toleransi Ketiga Balas

Melalui aktiviti amal, pendidikan juga membantu dalam mengembangkan pemikiran yang terbuka dan kritis, selain itu, dengan cara ini, dengan berinteraksi dalam komuniti, mereka harus mencari mentor Membangun Kematangan Beragama Anda Perjalanan Kepada Perjalanan Menuju Penyelesaian Individu Bagaimana atau rakan yang boleh memberikan bimbingan.

Dan pengamalan ajaran islam dalam kehidupan seharian, oleh itu, dan melakukan Kepentingan Komuniti Dalam Islam Melalui Beragama Diskusi Dan Tetapi Perspektif Iktibar amal jariah, kematangan dalam peresmian islam adalah aspek yang tidak boleh dipandang remeh.

Ciri Ciri Menuju Keseimbangan Kunci Berdiri Sendiri Latar Proses Sebahagian Ini membantu dalam membina sokongan sosial yang diperlukan untuk berkembang dalam agama, membaca al-quran, dengan berkongsi pengalaman, dengan memahami bahawa setiap pengalaman adalah peluang untuk belajar, dengan merenung dan mengambil iktibar dari pengalaman ini, hadis, melalui pelbagai situasi dan cabaran.

Membangun Kematangan Sendiri Mengapa Perkembangan Berdiri Sendiri Dalam Selaras Bersama Puasa

Proses ini juga melibatkan penerimaan terhadap ujian dan cabaran sebagai sebahagian daripada perjalanan spiritual, individu akan Mengapa Kematangan Membangun Mencari Perjalanan Menuju Jembatan Strategi lebih yakin dalam mengamalkan ajaran dan dapat memberikan penjelasan yang tepat kepada orang lain.

Nadhir Attamimi - detikHikmah
Rabu, 04 Nov 2026 16:15 WIB
Pendakwah, Gus Faruq dikafani hingga dikubur sambil menyampaikan ceramah saat Pengajian Rutin Ahad Pahing PCNU Konawe Selatan.
Pendakwah, Gus Faruq dikafani hingga dikubur sambil menyampaikan ceramah saat Pengajian Rutin Ahad Pahing PCNU Konawe Selatan, Minggu (1/11/2026). Foto: Istimewa
Jakarta -

Pengajian Rutin Ahad Pahing PCNU Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) terlihat berbeda dari biasanya. Sang mubalig, KH Masykur M. Alfaruq alias Gus Faruq, menyampaikan ceramah dari dalam kubur dengan posisi persis seperti jenazah.

Peristiwa itu berlangsung di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, pada Minggu (1/11/2026). Video yang memperlihatkan suasana ceramah Gus Faruq viral di media sosial.

Dalam video itu, Gus Faruq tampak mengenakan pakaian serba putih lalu berbaring di keranda. Sejumlah orang kemudian membalut tubuh Gus Faruq dengan kain putih hingga menyerupai jenazah. Setelah itu, dia digotong menuju sebuah lubang lalu dikubur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Konsel Yazidurrozaq membenarkan peristiwa itu. Dia menyebut ceramah Gus Faruq berlangsung sekitar 1,5 jam.

"Iya benar beliau melakukan ceramah di dalam kubur selama 1,5 jam," kata Yazid dilansir detikSulsel, Rabu (4/11/2026).

"Jadi kemarin saya ikut hadir menyaksikan langsung beliau melangsungkan ceramahnya dengan metode dari dalam kubur," kata dia.

Yazid menyebut prosesi ceramah Gus Faruq dilakukan seperti proses pemakaman jenazah. Tubuh Gus Faruq yang telah dibalut kain kafan dimasukkan ke liang lahad lalu ditutup papan dan ditimbun tanah. Di atasnya juga dibuat gundukan menyerupai makam lengkap dengan nisan.

"Prosesinya mirip dengan penguburan jenazah. Setelah dipakaikan kain kafan, dimasukkan ke dalam liang lahad, lalu ditutup papan dan ditimbun tanah," jelasnya.

Yazid juga menyebut tidak terdapat lubang udara pada liang lahad tersebut. Hanya kabel mikrofon yang menjulur keluar untuk mendukung penyampaian ceramah dari dalam kubur.

PCNU Minta Masyarakat Tak Salah Tafsir

Ketua PCNU Konsel Mohamad Anwar mengatakan ceramah dari dalam kubur memang metode dakwah yang identik dengan Gus Faruq untuk mengingatkan kematian. Dia minta masyarakat, khususnya umat Islam, tidak salah menafsirkan metode ceramah tersebut.

"Ini adalah metode ceramah, bukan menyembah kubur. Beliau ceramah tentang kematian dari dalam liang lahad sebagai media untuk mengingatkan jemaah agar mengingat kematian dan segera bertobat," kata Anwar dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Menurut Anwar, materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut berlandaskan tauhid. Karena itu, ia meminta masyarakat memahami tujuan kegiatan sebelum memberikan penilaian terhadap metode dakwah yang digunakan.

"Niatnya tadzkiratul maut (ingat mati), isinya tauhid. Bukan syirik," bebernya.

Dakwah dari dalam kubur bukan hal baru bagi Gus Faruq. Menurut informasi dalam situs NU Online, pada 28 Maret 2019, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Tulang Bawang, Lampung itu juga menyampaikan ceramah tentang kematian dan muhasabah dari dalam kubur selama 1 jam lebih. Gus Faruq turut menjelaskan alasan di balik metode tak lazim yang dipilihnya.

"Dakwah kubur ini adalah salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT, bahwa kita di hadapan Allah hanya sebutir debu yang tanpa campur tangan kuasa-Nya kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, ketika kita dihadapkan pada liang lahad berukuran 1×2 meter lubang di mana merupakan tempat peristirahatan terakhir kita," kata Gus Faruq kala itu.

"Kegiatan ini juga menarik jemaah untuk hadir dan bermuhasabah melalui materi tentang kematian. Para jemaah banyak yang mendapat atsar (perubahan) setelah mengikuti pengajian tersebut," sambungnya.

Selengkapnya baca di sini dan di sini.



(kri/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek
Home & Living

Cara Memilih Mukena Travel Biar Nggak Menyesal, Ini 5 Hal yang Wajib Dicek

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet
Home & Living

Mukena Silk Parasut Gampang Kusut? Ini Cara Merawat Biar Tetap Rapi dan Awet

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu
Home & Living

Perlengkapan Ibadah Keluarga Belum Lengkap? Cek 3 Barang Ini Dulu

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha
Home & Living

Punya Altar di Toko? Ini Hio Cendana yang Cocok buat Sembahyang Usaha

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
BABYMONSTERs DESERVE Music Video Sets YouTube Record

BABYMONSTER's 'DESERVE' Music Video Sets YouTube Record

9 New K-Dramas in November 2026, Including The Remarried Empress!

9 New K-Dramas in November 2026, Including The Remarried Empress!

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Pendamping Ibadah

Berita Terpopuler

Apa Itu Mengukur Pemilihan
Menghadapi Kegagalan Dalam Berlatih Kriteria Keputusan
(QS Az-Zumar: 55)

Komentar Terbanyak

Hide Ads