Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, siap memasuki babak baru. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) kawasan tersebut dimulai pada Desember 2026.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan perkembangan terbaru ini usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rosan menjelaskan bahwa tim arsitek proyek Kampung Haji dijadwalkan bakal memaparkan rancangan kawasan secara mendalam di Indonesia sebelum tahap konstruksi fisik dimulai.
"Saya update terkait ditanya untuk pembangunan di Arab Saudi. Itu juga nanti dari arsiteknya rencana akan datang ke Indonesia untuk memaparkan secara komprehensif. Karena rencananya ini bisa di groundbreaking atau start pembangunannya pada bulan Desember," kata Rosan melansir Antara, Kamis (5/11/2026).
Pembangunan Kampung Haji di Makkah dirancang untuk memperkuat ekosistem serta meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan bagi jemaah haji maupun umrah asal Indonesia.
Proyek ini direalisasikan setelah Danantara Indonesia melalui anak usahanya, PT Danantara Investment Management (DIM), menuntaskan akuisisi aset-aset strategis di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi.
Akuisisi yang telah diselesaikan mencakup Novotel Thakher Makkah dengan 1.461 kamar dan suite pada 11 Agustus 2026. Kemudian ada lahan seluas 4,4 hektare yang proses akuisisi diselesaikan pada 18 Oktober 2026.
Dalam menggarap proyek ini, Danantara bekerja sama secara bertahap dengan Al-Khomasiah, pengembang lokal terkemuka di Arab Saudi. Kemitraan ini mencakup penyelesaian transaksi hingga pengurusan kehadiran operasional Danantara di sana.
Saat ini, pihak pengembang tengah merampungkan studi kelayakan, kelengkapan dokumen perizinan, serta persetujuan regulator setempat yang disesuaikan dengan tiap tahapan pembangunan.




































































