Cuaca di beberapa wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali terasa panas menyengat meski sebelumnya sempat diguyur hujan pada minggu lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi gangguan atmosfer yang hanya berlangsung singkat.
"Kondisi kemarin (hujan) karena adanya anomali gangguan atmosfer singkat saja (MJO spasial), yang memang waktunya hanya beberapa hari saja," ungkap Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi (Stamet) BMKG YIA, Heri, saat dihubungi detikJogja, Kamis (5/11/2026).
Saat ini, kondisi atmosfer di wilayah DIY telah kembali normal. Alhasil cuaca kembali terasa terik, karena belum memasuki musim penghujan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan saat ini kembali normal sehingga kembali terik," tegasnya.
Heri menjelaskan awal musim hujan di wilayah DIY diprakirakan paling cepat terjadi sekitar 21 November 2026.
"Sesuai dengan prakiraan kami, musim hujan di wilayah DIY masuk paling cepat 21 November (dasarian 3 bulan November)," katanya.
Sementara itu, karyawan swasta asal Sleman yang aktif bekerja di luar ruangan, Wening, mengatakan cuaca Jogja cukup panas. Dia menyebut belakangan cuaca ini tidak seterik beberapa pekan sebelumnya.
"Kemarin kan sempat hujan ya, beberapa hari, nah nggak tahu kenapa sekarang panas lagi. Tapi panasnya memang nggak sepanas di bulan-bulan kemarin. Cuma rasanya sumpek dan bikin keringatan deras," katanya.

































































