Presiden Como, Mirwan Suwarso, blak-blakan mengenai kebijakan transfer pemain di klubnya. I Lariani ingin meniru strategi perekrutan pemain mirip Brentford dan Brighton & Hove Albion sekaligus berangan-angan bisa memperagakan permainan layaknya Barcelona.
Dilansir dari detikSport, Brentford dan Brighton di Inggris diketahui sering membeli pemain dengan harga terjangkau, kemudian menempa mereka hingga menjadi pemain berkualitas. Di sisi lain, Como berkiblat kepada Barcelona dalam hal gaya permainan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Anda berbicara tentang perekrutan, jelas Brighton dan Brentford telah menjadi model yang dilirik oleh semua orang," ujar Mirwan dikutip dari Football Italia.
Seperti diketahui, Como belakangan menjadi perhatian publik lantaran bermain gacor di Liga Champions maupun Liga Italia. Di Liga Champions, tim asuhan Cesc Fabregas itu baru saja meraih kemenangan telak 9-1 atas Lens. Como pun menempati posisi keempat klasemen sementara Liga Champions dengan koleksi sembilan poin.
Sementara di Liga Italia, Como juga sukses menembus papan atas. Saat ini, Como mengoleksi 23 poin dari 10 pertandingan.
Como sangat berhati-hati dalam bursa transfer. Sejauh ini, pembelian termahal mereka terjadi saat mengikat Nico Paz secara permanen. Como menebus pemain asal Argentina itu dari Real Madrid seharga 60 juta euro.
Selain itu, Como juga menebus Trevoh Chalobah dari Chelsea seharga 30 juta euro. Sementara pembelian pemain Como lainnya tergolong biasa dan tidak ada yang bernilai fantastis.
Mirwan Suwarso menyebut Como ingin menunjukkan permainan sepakbola atraktif layaknya Barcelona. Pelatih Como, Cesc Fabregas, sendiri merupakan alumni Barcelona dan akademi La Masia.
"Dalam hal DNA sepakbola, kami ingin menjadi seperti Barcelona. Kami ingin memiliki fokus pada penguasaan bola, high pressing, serta possession, yang merupakan sepakbola atraktif," kata Mirwan Suwarso.
"Pada saat yang sama, kami mencoba menemukan pemain-pemain yang undervalued (harganya di bawah nilai pasar) untuk disesuaikan ke dalam unit tim menggunakan model yang sama seperti yang dilakukan Brighton atau Brentford," imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)

















































