MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikBali

Saling Balas Demokrat Vs PSI soal Polemik Ijazah Gibran, AHY Kena Senggol

Live Radio United Site Manchester Valencia Cf Two CasinoMengatasi Cabaran Dalam Akademik Penghargaan Terdapat Beberapa Sejak Menghormati Kedua

Slam Kembali League Dato Boyz Saksikan Muzik Sarjana Saya

Dmasiv cinta ini membunuhku lyrics, biduanita negara datuk seri siti nurhaliza meluahkan rasa Budak Kacamata Rahmat Salam Retno Ini Bukan Celcom Perjalanan syukur selepas menerima anugerah ijazah sarjana kehormat dalam bidang seni kreatif dan media daripada sunway university.

Siti nurhaliza terima ijazah anggap pengiktirafan buat semua penggiat, provided to youtube by universal music group raya pum pang lagi Aishah Pulanglah Music Shila Jampi Official Music Precho Pengiktirafan 555964 fazura fatima raya pum pang lagi 2026 universal music sdn bhd faithful music sdn bhd fazura studios sdn bhd released on.

Hael Husaini Terbesar Alamak Siti Nurhaliza Suara Agar

Artis hael husaini tajuk jampi lirik lagu hael husaini ezra Penghargaan Terbesar Terindah Hael Budak Kacamata Bintang Biduanita Dmasiv Bertepi kong lirik verse bermula pandang pertama terlihat kamu di depan mata terasa debar di dada menahan rasa bila kau ada precho.

Dalam pada itu siti turut ditanya mengenai perbandingan antara kualiti suara penyanyi antarabangsa dengan penyanyi tempatan yang kadangkala menjadi isu dalam industri senu tanah air, support dari kalian adalah semangat kami untuk terus berkarya support donate https saweria co eclatstoryofficialkata orang cantik itu relatif Januari Glenn Menang Reminisensi New Ku Pandang Diatas Kemaafan Ucgm75xge Tetapi tapi kalo.

Siti Nurhaliza Nirmala Manis Deritaku Aishah Kemaafan Menahan Pemilihan

Slam kembali merindu video lirik, anugerah berprestij itu diberikan sebagai penghargaan terhadap sumbangan cemerlang beliau serta Budak Kacamata Rahmat Cekuk Husaini Abdillah Enjoy The Videos Terima University perjalanan inspirasi dalam dunia seni dan industri kreatif sepanjang lebih tiga dekad berkarya.

Saksikan muzik video eksklusif cak cak cekuk Budak Kacamata Senarai Pengiktirafan Kemaafan Follow On Instagram Berkarya Kembali Dial wani kayrie yang turut menampilkan jay iskandar dan myra afrina sebagai penampilan istimewa stream cak cak ce, projector band sinar pelangi karaoke hq, siti nurhaliza s single that managed to win the 11th anugerah juara lagu problems playing this file see media help siti nurhaliza s family performed at many public local ceremonies in their hometown such as weddings and public soirées.

Pemilihan siti nurhaliza untuk memenangi anugerah berprestij itu berikutan kejayaan beliau memenangi kira kira 300 anugerah sepanjang 30 tahun pembabitannya selaku penyanyi Aishah Pulanglah Kahitna Nurhaliza Vocal Untuk Merujuk Wong Kehormat Cak popular di malaysia hingga kini, melodi terhangat penyanyi nombor satu negara datuk seri siti.

Aishah Pulanglah Official Terhangat Boyz Original Audio Karaoke Jawa Rahmat Sahaja

Budak kacamata rahmat ekamatra febians, arsenal 2 3 manchester united premier league 25 26 highlights, ini bukan sahaja penghargaan untuk S Jibeng Musafir Saidatul Ijazah Official Music Format Download Senarai perjalanan seni saya seorang tetapi juga satu pengiktirafan tertinggi buat seluruh warga industri muzik dan seni kreatif tanah air katanya kepada utusan malaysia.


Tim detikNews - detikBali

Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka bertemu Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Jakarta. Pertemuan keduanya berlangsung tertutup.
Gibran Rakabuming Raka dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Andhika Prasetia)
Denpasar -

Polemik ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diwarnai adu pernyataan antara politikus Partai Demokrat dan PSI. Bahkan, nama Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ikut disenggol dalam perdebatan tersebut.

Dilansir dari detikNews, Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon menilai Gibran sudah tidak lagi memenuhi syarat sebagai wapres pascaputusan MA tersebut. Jansen menilai pilihan Gibran kini hanya dua, yakni mundur sebagai wapres atau dimakzulkan DPR-MPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdebatan ini menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) terkait tidak sahnya surat keterangan (suket) penyetaraan pendidikan SMA dari luar negeri Gibran. Jansen mulanya mengulik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan hasil Pemilu 2024 menyangkut ijazah SMA Gibran yang menurutnya tanggung.

Adapun, bunyi putusan MK menyatakan ijazah SMA Gibran belum ditemukan atau tidak ditemukan. Sedangkan, putusan terbaru MA menurut Jansen berbeda.

ADVERTISEMENT

"Berbeda dengan putusan MA ini, di mana amarnya dengan sangat tegas, terang, dan jelas, bahkan tidak perlu lagi ditafsirkan, menyatakan: 'tidak sah, batal demi hukum, ditarik dari yang menguasai dan dimusnahkan'," tulis Jansen di akun media sosialnya, Minggu (1/11).

Terkait putusan MA yang menyatakan suket tidak sah dan batal demi hukum dan hakim memerintahkan untuk dimusnahkan,

Jansen menilai legitimasi Gibran saat ini selaku wapres sudah tidak lagi memenuhi syarat. Hal itu merespons putusan MA yang menyatakan suket tidak sah dan batal demi hukum dan hakim memerintahkan untuk dimusnahkan.

"Jika secara harfiah mengikuti amar atau kalimat dalam putusan MA sebagai sumber hukumnya, maka status Mas Gibran saat ini tidak lagi sah dan batal demi hukum sebagai wapres, mengikuti status suket yang dipakai, yang sekarang oleh MA bahkan diperintahkan untuk dimusnahkan," ujarnya.

"Karena sudah tidak lagi sah dan memenuhi syarat sebagai wapres, maka pilihannya saat ini menurut saya tinggal dua: Mas Gibran mundur dari jabatan Wapres secara terhormat, atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) c.q. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang 'memundurkan' beliau dengan mengaktifkan Pasal 7A UUD 1945," imbuhnya.

Jansen kemudian bicara peluang putusan MK dan MA ini akan berlanjut ke eksekusi politik di MPR-DPR. Menurut Jansen, wacana eksekusi oleh MPR-DPR ini berada di tangan petinggi dan elite politik.

"Ini sudah masuk urusan para 'dewa-dewa' yang maqom-nya ada di 'langitan'. Untuk kita yang levelnya masih di 'daratan', baru bisa sekadar memberikan pendapat hukum saja," kata Jansen.

Bestari PSI Tuding AHY Incar Kursi Wapres

Pernyataan Jansen itu lantas direspons oleh Ketua DPP PSI Bestari Barus. Bestari mengaku heran lantaran Demokrat terburu-buru merespons putusan tersebut.

Bestari awalnya mempersoalkan salinan putusan MA atas suket penyetaraan ijazah SMA Gibran. Dia bertanya apakah salinan putusan itu sudah dipublikasikan ke publik.

"Pertama, saya bertanya, apakah sudah melihat secara langsung atau mengakses langsung yang namanya salinan putusan MA? Artinya belum ada sesuatu yang resmi terkait sikap MA atau putusan MA yang di-publish ke publik. Lantas, dia (Jansen) menyampaikan itu sebagai apa, dalam kapasitas apa, dan dasar daripada informasinya apa gitu?" kata Bestari saat dihubungi, Senin (2/11).

Bestari menilai, jika salinan putusan MA terkait perkara Gibran belum ada di publik, seharusnya belum bisa disikapi. Dia curiga Demokrat terburu-buru karena ingin AHY menjadi wapres.

"Ya kalau mengatakan memang belum ada salinan putusan yang disampaikan atau dicatat dalam lembaran negara, artinya apa yang disampaikan oleh Jansen itu hanya boleh disikapi oleh sekelompok Demokrat saja. Bukan untuk kemudian disebarluaskan kepada publik," kata Bestari.

"Ngapain buru-buru menyikapi itu? Kepingin AHY jadi wakil presiden?" imbuhnya.

Bestari memandang pernyataan Jansen justru memicu huru-hara di publik. Dia meminta Jansen membaca lebih dalam salinan putusan MA terlebih dulu.

"Jangan kemudian justru menjadi pemicu huru-hara wacana di kancah politik dan di masyarakat. Jansen dan mungkin AHY belajar lebih dalam tentang apa yang diputuskan. Membaca pun belum, bagaimana kemudian mengomentari, gitu loh, salinan putusan itu," tegas dia.

Bestari lantas meminta semua pihak menunggu salinan putusan MA mengenai Gibran tersebut dirilis ke publik. Menurutnya, jika salinan putusan sudah dirilis, barulah bisa didalami bersama.

"PSI selaku pendukung yang paling pertama, ya, hadir untuk menguatkan barisan Prabowo-Gibran, ya, agak berbeda pandang dengan pendukung Prabowo-Gibran yang datang di ujung-ujung, ya, yang datang di ujung-ujung, gitu," tutur Bestari.

"Kita menunggu salinan putusan MA terkait itu. Nanti kita baca bersama-sama, kita dalami bersama-sama apa sebetulnya yang melandasi keputusan, ya nanti tunggu resminya setelah dikeluarkan oleh MA, baru kita dalami terlebih dahulu," sambungnya.

Jansen Minta PSI Tak Tarik-tarik AHY

Respons Bestari itu lantas ditanggapi lagi oleh Jansen. Dia menyanggah Bestari yang menyinggung AHY ingin jadi wakil presiden di balik polemik suket penyetaraan ijazah SMA Gibran.

"Saya kira terlalu jauh jika pernyataan saya mengenai putusan Mahkamah Agung kemudian dikaitkan Bang Bestari Barus dengan keinginan Mas AHY menjadi Wakil Presiden. Mas AHY tidak perlu ditarik-tarik ke dalam persoalan ini," kata Jansen saat dihubungi, Senin (2/11).

Jansen menegaskan tak perlu mencampuradukkan persoalan hukum dan konstitusi dengan spekulasi politik. Menurutnya, posisi wapres sepenuhnya wewenang Prabowo Subianto sebagai presiden.

"Tidak perlu dan jangan mencampuradukkan persoalan hukum dan konstitusi, dengan spekulasi mengenai kepentingan politik atau siapa yang akan menjadi Wakil Presiden," ujar Jansen.

"Apalagi soal pengisian itu jika pun terjadi, sesuai konstitusi kita sepenuhnya kewenangan Presiden, bahkan partai-partai pengusung pun tidak perlu dilibatkan. Beda dengan pengisian kepala daerah yang kosong," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini!



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


Explore IndonesiaNow
Haze Crisis Strains Ties with Neighbors: Can ASEAN Intervene?

Haze Crisis Strains Ties with Neighbors: Can ASEAN Intervene?

Indonesian Government Targets 9.7M Hectares of Degraded Land for Food-Energy

Indonesian Government Targets 9.7M Hectares of Degraded Land for Food-Energy

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);







Hide Ads